Penghormatan Militer untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Tugas
Pada akhir Maret 2026, tiga prajurit terbaik TNI, yakni Mayor Anumerta Inf Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Romadhon, gugur dalam menjalankan tugas mereka sebagai bagian dari misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Kini, jenazah ketiganya telah kembali ke tanah air dan diberikan penghormatan militer oleh Presiden Prabowo Subianto.
Suasana haru menyelimuti Bandara Soekarno-Hatta saat Presiden Prabowo memberikan penghormatan terakhir kepada tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, Sabtu (4/4/2026). Di tengah duka nasional tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto segera mengambil langkah antisipasi terhadap situasi keamanan yang memburuk.
Perintah Siaga Bunker bagi Pasukan Perdamaian
Dalam upaya meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa, Panglima TNI mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh personel Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL untuk menghentikan segala aktivitas di luar markas dan tetap berlindung di dalam bunker. Langkah ini diambil setelah meningkatnya eskalasi serangan di wilayah konflik Lebanon Selatan.
Instruksi tegas tersebut disampaikan oleh Agus Subiyanto melalui sesi video call dengan Dansatgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL pada Jumat (3/3/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga pengamanan intern dan memastikan para prajurit tetap aman di dalam bunker.
“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,” kata Agus, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (4/4/2026).
Komandan Satgas merespons dengan cepat. “Siap Panglima,” jawabnya.
Selain aspek keamanan, Agus juga menekankan pentingnya menjaga semangat prajurit di tengah situasi yang kian memanas. Ia memberikan suntikan semangat agar para prajurit tetap bersemangat dan siap menghadapi tantangan.
Duka Gugurnya Tiga Prajurit Penjaga Perdamaian
Perintah siaga bunker ini dikeluarkan menyusul eskalasi situasi di Lebanon yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas di bawah mandat PBB. Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.
Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur pada Minggu (29/3/2026) akibat terkena serangan artileri tidak langsung di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik di Lebanon Selatan yang melibatkan militer Israel dan kelompok bersenjata setempat.
Sementara itu, Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur gugur ketika kendaraan yang mereka tumpangi terkena ledakan ranjau di pinggir jalan dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026). Peristiwa ini turut mengakibatkan seorang prajurit TNI terluka parah dan satu lainnya terluka.
Saat ini, pihak UNIFIL tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kedua kejadian tersebut.
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo Subianto
Jenazah ketiga prajurit tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026) setelah sebelumnya dilepas melalui upacara penghormatan yang dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Kamis (2/4/2026).
Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan langsung di ruang persemayaman Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Sabtu malam pukul 18.45 WIB. Mengenakan jas dan peci hitam, Kepala Negara menyalami keluarga almarhum Kopda Anumerta Farizal Romadhon, Mayor Anumerta Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan.
Presiden tampak menyalami seorang ibu serta seorang perempuan yang duduk sambil menangis di samping peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih. Ia memberikan hormat tepat di depan foto dan peti jenazah para almarhum.
Dalam suasana haru tersebut, Presiden Prabowo juga menyalami kerabat serta mencium kening seorang bayi yang digendong oleh keluarga almarhum. Prabowo juga mencium kepala salah seorang anak di deretan keluarga tersebut sebagai bentuk bela sungkawa yang mendalam atas jasa dan pengabdian para prajurit.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











