Keluhan Warga Terkait Parkir Liar di Jakarta Timur
Seorang warga di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, melalui media sosial Threads menyampaikan keluhan terkait maraknya parkir liar di jalan lingkungan kelurahan. Dalam unggahannya yang diunggah 23 jam lalu, ia menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi belum membuahkan hasil.
Akun tersebut sempat menegur langsung pelaku parkir liar hingga melaporkan ke pihak kelurahan. Namun, saat mencoba melaporkan melalui aplikasi JAKI, ia mengaku justru menerima bukti tindak lanjut yang diduga tidak valid atau hasil rekayasa AI.
“Pak@prastowoyustinus izin bertanya, maaf kalau kurang tepat pertanyaannya. Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai dan coba lapor lewat jaki malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain ngga ya?” tulis unggahan akun Threads tersebut.
Unggahan ini juga disertai foto kondisi jalan pada malam hari saat hujan, yang menunjukkan kendaraan parkir di badan jalan sehingga mengganggu akses. Terlihat pula seorang petugas di lokasi, namun kondisi parkir liar masih terjadi.
Melalui unggahan ini, warga tersebut meminta arahan mengenai prosedur lain yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah parkir liar di lingkungan mereka. Pada unggahan lainnya, akun itu menginformasikan lokasinya berada di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.
“Lokasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur ya guys.. kalau ada yang mau bantu lanjut ke pihak terkait DM aja nanti diinfo detailnya. Saya cuma meneruskan keluhan warga sekitaf aja, karena udah pada pasrah.”
Respons Pemprov DKI Jakarta
Merespons cepat kasus ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menelusuri dugaan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam tindak lanjut pengaduan. Pemprov DKI Jakarta memastikan langkah korektif segera dilakukan serta memperkuat sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Biro Pemerintahan sebagai validator akhir terhadap seluruh tindak lanjut pengaduan yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Biro Pemerintahan mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi. Selama ini belum pernah ditemukan bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan foto hasil rekayasa AI,” ujar Budi dikutip dari Wartakota.
Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat lebih dari 62.571 pengaduan masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi JAKI dan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) terintegrasi. Rata-rata, sebanyak 20.857 pengaduan diterima setiap bulan dan ditindaklanjuti oleh OPD/BUMD sebelum diverifikasi oleh Biro Pemerintahan.
“Dengan jumlah pengaduan yang sangat besar, Diskominfotik akan membantu Biro Pemerintahan untuk mengidentifikasi bukti tindak lanjut yang berpotensi menggunakan AI, agar proses verifikasi semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sebagai langkah perbaikan, Biro Pemerintahan akan memberikan teguran tertulis kepada Kelurahan Kalisari yang terindikasi melakukan pemalsuan bukti tindak lanjut. Selain itu, pengaduan terkait akan diinput ulang dan diarahkan kepada instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan sebagai pengampu urusan perparkiran.
Pemprov juga akan menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Daerah yang melarang penggunaan AI dalam penyampaian bukti tindak lanjut pengaduan, sekaligus mengingatkan seluruh OPD/BUMD agar menyelesaikan pengaduan secara benar.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena mencoreng nama baik dan kinerja para petugas di lapangan yang selama ini telah bekerja dengan dedikasi tinggi dan responsif,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan pengaduan, serta mengajak warga untuk turut memantau hasil tindak lanjut dan memberikan masukan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan permasalahan di wilayahnya. Kami juga sangat mengapresiasi apabila masyarakat turut mengecek hasil tindak lanjut dan memberikan masukan untuk perbaikan ke depan,” kata Budi.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik guna menjaga kepercayaan masyarakat.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











