"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Dukung Pengembangan Kawasan TSTH2, Ini Pernyataan Wamen Ossy

Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan TSTH2 di Sumatera Utara

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Institut Teknologi Del di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Dukungan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan data.

Kawasan TSTH2 merupakan pusat riset terintegrasi yang fokus pada penelitian dan pengembangan bibit unggul di sektor pertanian. Selain itu, kawasan ini juga dirancang sebagai lokasi budidaya tanaman herbal dari skala lokal hingga internasional. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, tetapi juga mendorong inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis AI di Kawasan Danau Toba, di Ruang Rapat kawasan TSTH2 Institut Teknologi Del, Wamen Ossy mengungkapkan bahwa Kementerian ATR/BPN mendukung penuh upaya dan niat baik dalam menunjukkan kemandirian pangan bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah menjadi aspek utama yang akan diberikan oleh Kementerian ATR/BPN.

“Jika kita ingin mengambil keputusan, menetapkan kebijakan, atau menganalisis suatu permasalahan, hal tersebut harus didasarkan pada data, bukan semata-mata pada asumsi atau prediksi,” ujarnya.

Pendekatan Berbasis Sains untuk Pembangunan Nasional

Menurut Wamen Ossy, pendekatan berbasis sains akan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek pembangunan nasional. Ia mengapresiasi semua pihak terkait atas upaya yang telah dilakukan untuk menghadirkan TSTH2. Ia menilai bahwa seluruh elemen yang dibutuhkan untuk pengembangan TSTH2 saat ini telah tersedia. Langkah berikutnya adalah memastikan implementasi berjalan secara terintegrasi dan kolaboratif.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset dalam setiap upaya pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan nasional. Menurutnya, apa pun yang mau kita kerjakan, dalam konteks ketahanan harus ada studi atau riset. Dengan studi riset ini, kita punya data yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai program.

“Harus kita padukan dalam satu program teamwork yang bagus. Jadi harus berperan semua. Tadi saya kira kita sudah lihat dari semua bidang menyampaikan pikirannya, semua studi tinggal sekarang bagaimana kita melaksanakan,” pungkas Luhut Binsar Panjaitan.

Peninjauan Greenhouse Pembibitan

Setelah pertemuan usai, Wamen Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, dan sejumlah perwakilan kementerian/lembaga, meninjau greenhouse pembibitan yang menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Di dalam greenhouse, terdapat berbagai pembibitan tanaman hortikultura dan tanaman herbal, seperti kentang, bawang, cabai, serta aneka tanaman obat.

Hadir mendampingi Wamen Ossy dalam pertemuan ini, Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari; dan Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara, Sri Pranoto beserta jajaran.

Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi

Pengembangan TSTH2 diharapkan menjadi contoh nyata dari kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam mendorong inovasi teknologi dan peningkatan kualitas pertanian. Dengan adanya kawasan riset terintegrasi, diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Selain itu, TSTH2 juga menjadi wadah untuk pengembangan teknologi pertanian berbasis AI yang dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen dan efisiensi produksi. Dukungan pemerintah terhadap proyek ini menunjukkan komitmen serius dalam membangun sistem pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang kuat, TSTH2 diharapkan dapat menjadi pusat inovasi dan pengembangan pertanian yang berdampak luas bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *