"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Iran Janjikan Hadiah untuk Warga yang Temukan Pilot Jet Tempur AS, Satu Selamat



Seorang pilot Amerika Serikat berhasil diselamatkan setelah pesawat tempur F-15 miliknya ditembak jatuh di wilayah barat Iran. Sementara itu, pilot kedua dari pesawat yang sama masih hilang dan sedang dicari oleh pasukan Iran.

Menurut sumber pemerintah AS yang tidak disebutkan identitasnya, upaya penyelamatan dilakukan dengan mengerahkan jet Warthog dan dua helikopter. Namun, tim penyelamat menghadapi serangan, sehingga pilot jet Warthog terpaksa melompat ke Teluk Persia dan kemudian dievakuasi.

Helikopter yang bertugas menyelamatkan pilot F-15 juga menjadi target serangan, yang menyebabkan beberapa anggota kru terluka. Semua personel yang terlibat dalam operasi tersebut saat ini sedang mendapatkan perawatan medis.

Gubernur provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di selatan Iran, yang berbatasan dengan provinsi Khuzestan, menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah mencari pilot F-15 yang masih hilang.

“Mencari awak pesawat AS yang jatuh hidup-hidup adalah prioritas,” ujar gubernur seperti dikutip dari kantor berita semi-resmi ISNA.

Media Iran melaporkan bahwa pihak berwenang menawarkan hadiah sebesar 10 miliar toman untuk siapa saja yang dapat menemukan pilot tersebut. Satu toman setara dengan 10 rial, sehingga nilai hadiah tersebut setara sekitar Rp 1,3 miliar (kurs Rp 0,013 per rial).

Jatuhnya pesawat tempur terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth secara berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang melawan Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (1/4), Trump menyatakan bahwa militer AS hampir menyelesaikan tujuannya dan berjanji akan menyerang Iran “dengan sangat keras” dalam dua atau tiga minggu mendatang.

Serangan Iran di berbagai wilayah tetap berlanjut meskipun pasukan AS mengklaim telah menyerang lebih dari 12.300 target, termasuk kapal dan fasilitas angkatan laut, peluncur rudal, serta pabrik manufaktur pertahanan.

Trump juga mengumumkan adanya pembicaraan dengan rezim Iran, meskipun Teheran membantah adanya komunikasi dengan pemerintahannya. Wall Street Journal melaporkan bahwa upaya mencapai gencatan senjata gagal karena pejabat Iran tidak bersedia bertemu dengan rekan-rekan mereka dari AS.

Kemungkinan adanya korban jiwa di pihak AS juga dapat memperkuat keraguan publik terhadap kebijakan Trump, khususnya di kalangan pendukung MAGA yang khawatir terhadap konflik yang terus berkepanjangan dan tidak terkendali.

Data terbaru dari Pentagon menunjukkan bahwa 365 anggota militer AS terluka akibat operasi melawan Iran.

Saat ini, banyak komentator dan pengamat politik mulai mempertanyakan manfaat dari risiko nyawa warga Amerika dalam konflik yang mereka anggap memiliki tujuan yang tidak jelas dan strategi yang tidak pasti.

Pemerintahan Trump awalnya menyatakan tujuan utama adalah menghancurkan program nuklir Iran, namun seiring waktu, tujuan tersebut berkembang menjadi menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran, angkatan lautnya, serta mengurangi dukungan terhadap proksi regional.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa masyarakat AS umumnya menentang perang dan cara pemerintahan Trump menangani konflik tersebut.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *