Penghargaan Presisi Award untuk Kakorlantas Polri atas Kinerja Pengamanan Mudik 2026
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menerima penghargaan Presisi Award dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) di NTMC Polri pada Senin (6/4/2026). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas loyalitas dan kinerja Kakorlantas dalam meningkatkan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat selama pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa peran Kakorlantas sangat penting sebagai ujung tombak pengamanan Operasi Ketupat 2026. Ia menilai bahwa keberhasilan Polri dalam mengamankan arus mudik dan balik mendapat respons positif dari masyarakat mencapai 94,3%. Hasil riset yang dilakukan oleh Lemkapi menunjukkan angka tersebut, yang menjadi indikator kepuasan masyarakat terhadap kebijakan yang diterapkan oleh Korlantas Polri dalam mengatur dan mengendalikan arus mudik.
Edi Saputra Hasibuan menjelaskan bahwa berbagai inovasi dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan Korlantas Polri termasuk sistem one way nasional di Pulau Jawa, menjadi faktor penting dalam kelancaran arus mudik tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh jajaran Polri dari seluruh Indonesia yang telah melakukan banyak terobosan dan rekayasa lalu lintas.
Meski demikian, ia berharap capaian tersebut tidak membuat Polri berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kita harapkan apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah capaian ini kita harapkan polri tidak menjadi puas, tetapi terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga kepercayaan masyarakat terhadap polri akan semakin baik,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Edi Saputra Hasibuan kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan seluruh jajaran atas keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa masyarakat merasakan betul bagaimana kenyamanan saat mudik, bagaimana mereka bisa bertemu dengan keluarga, berbahagia dengan keluarga, dan mendapatkan kelancaran lalu lintas yang sangat baik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengamanan Mudik
Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 antara lain:
- Penerapan rekayasa lalu lintas: Korlantas Polri menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas seperti sistem one way nasional di Pulau Jawa. Ini membantu mengurangi kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
- Koordinasi dengan pihak terkait: Kerja sama antara Korlantas Polri dengan instansi lain seperti dinas perhubungan, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan operasi pengamanan.
- Peningkatan layanan publik: Peningkatan kualitas layanan seperti penyediaan posko pelayanan, bantuan darurat, dan informasi lalu lintas memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
- Pemanfaatan teknologi: Penggunaan teknologi seperti CCTV, aplikasi digital, dan sistem pemantauan real-time mempercepat respon terhadap kejadian lalu lintas.
Tanggapan Masyarakat
Hasil survei yang dilakukan oleh Lemkapi menunjukkan bahwa 94,3% masyarakat puas terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama mudik 2026. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Korlantas Polri dalam mengelola arus lalu lintas.
Masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik, terutama dalam hal keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Banyak pemudik yang mengungkapkan bahwa pengalaman mudik mereka kali ini lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Harapan untuk Masa Depan
Meski ada keberhasilan yang dicapai, Edi Saputra Hasibuan berharap Polri terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ia menekankan bahwa kepuasan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pengamanan lalu lintas.
Selain itu, ia juga menyarankan agar Polri terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan pengamanan arus mudik dan balik dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan semakin kuat dan stabil.











