"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Sekolah Rakyat Wonosobo Buka Kelas SD dan SMP, Target 300 Siswa Baru

Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Wonosobo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Tahun ini, SR Wonosobo ditargetkan menerima 300 siswa baru mulai dari jenjang SD hingga SMA. Program ini diharapkan menjadi solusi untuk menekan angka anak tidak sekolah dan putus sekolah di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Wonosobo One Andang Wardoyo menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat memberikan manfaat besar kepada masyarakat, terutama warga miskin dalam mengakses pendidikan. Ia menilai, SR memiliki dampak luar biasa dalam membantu anak-anak yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan.

“Kalau dia tidak masuk sekolah rakyat, kemungkinan dia tidak sekolah,” ujarnya. Dengan adanya SR, sebagian besar anak-anak yang sebelumnya tidak bisa mengakses pendidikan dapat memperoleh kesempatan belajar secara gratis.

Program Sekolah Rakyat Wonosobo telah berjalan sejak 2025 dengan menjangkau 100 siswa tingkat SMA melalui skema pendidikan berasrama gratis. Saat ini, siswa SR menempati gedung di kompleks BLK Wonosobo sebagai tempat belajar dan asrama. Pada tahun ajaran 2026, jumlah siswa akan terus bertambah, dengan target penerimaan 300 siswa baru. Masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA akan menerima 100 siswa. Dengan demikian, total siswa yang terfasilitasi program ini diperkirakan mencapai sekitar 400 orang di tahun kedua ini.

Pembangunan Fasilitas Sekolah Rakyat

Seiring dengan peningkatan kebutuhan, proses pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat juga terus dikebut. Pemerintah daerah memastikan bahwa semua tahapan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan aspek administratif dan ketentuan yang berlaku. Tujuannya adalah agar program SR dapat berjalan optimal dan memberi dampak jangka panjang.

Sekolah Rakyat Wonosobo dibangun di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek. Pembangunan menggunakan pendekatan komunikasi bersama masyarakat serta penyesuaian terhadap kondisi lahan. Menurut Andang, lokasi SR bukanlah lahan desa, melainkan tanah milik PT Tambi. Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan pengadaan lahan pengganti guna mendukung kebutuhan fasilitas masyarakat, yang dilakukan bertahap dan sesuai prosedur.

Target Operasional Sekolah Rakyat

Pemkab Wonosobo menargetkan, Sekolah Rakyat dapat mulai difungsikan pada Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru. “Targetnya kan Juli harus berfungsi,” ucapnya. Untuk mengantisipasi keterbatasan fasilitas, pemerintah juga menyiapkan opsi penambahan ruang belajar agar proses pendidikan tetap berjalan optimal.

Andang menegaskan bahwa Pemkab Wonosobo terus mendorong agar program Sekolah Rakyat benar-benar berjalan maksimal. “Saya berjuang betul bagaimana agar sekolah ini berhasil,” ujarnya. Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah di Wonosobo.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *