"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Wagub Krisantus Janjikan Cium Lutut Dedi Jika Bangun Kalbar dengan APBD Rp6 Triliun

Perbaikan Jalan di Kalbar Harus Sesuai Kemampuan APBD

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa perbaikan jalan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tersedia sebesar Rp6 triliun. Hal ini berbeda jauh dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang memiliki APBD sebesar Rp31 triliun. Pernyataan ini disampaikannya setelah warga Kabupaten Sintang menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang rusak.

Pemerintah daerah telah mengambil langkah untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak di Kabupaten Sintang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menurunkan Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk melakukan perbaikan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan. Meskipun begitu, Krisantus menekankan bahwa masyarakat tidak boleh menyamakan kondisi Kalbar dengan Jabar karena adanya perbedaan luas wilayah dan kapasitas anggaran.

Warga Ingin Pinjam Dedi Mulyadi

Beberapa warga dari Kabupaten Sintang menyampaikan keinginan untuk “meminjam” Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar bisa membantu memperbaiki jalan di wilayah mereka. Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, langsung merespons permintaan tersebut dengan menyatakan siap mencium lutut Dedi Mulyadi jika mantan Bupati Purwakarta itu mampu membangun jalan di Kalbar hanya dengan menggunakan APBD sebesar Rp6 triliun.

Perbandingan antara kondisi jalan di Kalbar dan Jabar sempat viral di media sosial. Krisantus mengaku telah melihat video yang menyoroti kerusakan jalan di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Ia menjelaskan bahwa video tersebut menyebar secara masif di platform TikTok.

“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali menyebar. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” ujarnya saat berada di Pendopo Bupati Sintang.

Kalbar Tidak Bisa Disamakan dengan Jabar

Krisantus menegaskan bahwa Kalbar tidak bisa disandingkan dengan Jabar, baik dari segi luas wilayah maupun kemampuan anggaran. Menurutnya, Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 43.000 kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp31 triliun. Sementara itu, Kalimantan Barat memiliki luas wilayah hingga 171.000 kilometer persegi, lebih dari satu kali Pulau Jawa, tetapi APBD Kalbar hanya sekitar Rp6 triliun lebih.

“Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham,” tambahnya.

Upaya Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Infrastruktur

Meski demikian, Krisantus memastikan bahwa pemerintah tetap berupaya menangani persoalan infrastruktur, khususnya di Kabupaten Sintang. Pemerintah kabupaten telah menurunkan alat UPJJ untuk memperbaiki ruas jalan di Bedayan yang sempat viral.

“Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang memang berat, dengan kekuatan fiskal yang ada. Tapi pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Sebelumnya, keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh pengguna Instagram bernama Elisabet. Warga juga berharap Dedi Mulyadi dapat berkunjung langsung ke Kalbar, meski hanya sementara, untuk membantu perbaikan jalan.

“Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami,” kata warga.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *