JAKARTA – Dalam sepekan terakhir, perkembangan berita global masih fokus pada wilayah Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua pekan dan melangsungkan perundingan di Islamabad, Pakistan. Adapun, ketegangan di kawasan ini telah memicu lonjakan harga minyak dan menambah ketidakpastian global.
Berikut lima poin penting perkembangan berita global dalam pekan 6–12 April 2026:
Perundingan AS-Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan perundingan antara AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan di Pakistan. Perundingan berlangsung selama 21 jam. Vance menyebut bahwa Iran tidak menerima proposal dari AS yang termasuk larangan membangun senjata nuklir.
Sementara itu, pihak Iran menyebutkan permintaan AS telah merusak potensi tercapainya kesepakatan. Sebelum perundingan dimulai, militer AS menyebut ada persiapan untuk membuka Selat Hormuz. Adapun, Selat Hormuz merupakan salah satu topik utama yang dibahas dalam perundingan.
Gencatan Senjata AS-Iran
Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Kedua negara saling berkomitmen, yakni AS menangguhkan serangan penuh dan Iran membuka Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dalam keterangan resminya bahwa gencatan senjata setelah melakukan dialog bersama Perdana Menteri Pakistan dan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir. Trump menyatakan kesepakatan ini setelah kedua belah pihak mendapatkan tujuannya masing-masing, khususnya mengenai persamaan jangka panjang dengan Iran dan negara kawasan di Timur Tengah.
Thailand Pangkas Target Wisatawan Asing
Otoritas Pariwisata Thailand atau Tourism Authority of Thailand (TAT) kini memperkirakan jumlah wisatawan internasional berada di kisaran 30 juta hingga 34 juta, atau turun sekitar 18% dari target sebelumnya.
Mengutip Nation Thailand, Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, mengatakan revisi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat mereda dalam satu hingga tiga bulan ke depan. Sepanjang 2025, Thailand mencatat sekitar 32,9 juta kunjungan wisatawan asing. Angka ini menjadikannya negara kedua yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara setelah Malaysia yang menerima lebih dari 42 juta wisatawan.
The Fed: Ketidakpastian Geopolitik Pengaruhi Moneter AS
Mayoritas pejabat Federal Reserve kini melihat peluang kenaikan maupun penurunan suku bunga yang sama besar di tengah tekanan inflasi energi dan risiko pelemahan ekonomi. Pergeseran kebijakan moneter AS ini menyusul ketidakpastian dampak konflik di Timur Tengah.
Melansir Kitco, Kamis (9/4/2026), risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17–18 Maret yang dirilis Rabu (8/4) menunjukkan para pejabat The Fed semakin berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan. Lonjakan harga energi akibat konflik Iran menjadi faktor utama yang mengaburkan prospek inflasi dan pertumbuhan.
OPEC+ Kerek Kuota Produksi Minyak
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyepakati kenaikan kuota produksi sebesar 206.000 barel per hari untuk Mei. Namun, peningkatan ini dinilai lebih bersifat simbolis, mengingat sejumlah anggota kunci belum mampu mendongkrak output akibat konflik AS-Israel dengan Iran.
Konflik tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz sejak akhir Februari, sekaligus memangkas ekspor dari anggota OPEC+ seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Irak.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











