"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Cerita Lansia Menikmati Pagi Minggu di CFD Bundaran HI Jakarta

Suasana Pagi di Bundaran HI Saat Car Free Day



Pada hari Minggu (12/4) pagi, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, kembali dipadati oleh warga yang memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati kuliner di sekitar lokasi. Sejak pagi, ruas jalan terlihat penuh dengan orang-orang dari berbagai wilayah Jakarta.

Beberapa dari mereka berjalan santai, ada yang berlari, dan lainnya mencari makanan lezat di sekitar area. Salah satu pasangan lansia yang rutin mengikuti CFD adalah Rizal (68) dan istrinya, Erni (68). Mereka tinggal di Cempaka Baru, Jakarta Pusat, dan biasanya berangkat sejak pagi menggunakan Transjakarta untuk menikmati udara segar di pusat kota.

“Kami keluar sekitar jam setengah tujuh-an. Tujuannya mau ke Lapangan Banteng, tapi karena masih pagi ya kita jalan pagi dulu di sini,” ujar Rizal saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Minggu (12/4).



Bagi Rizal, berjalan kaki di pagi hari bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga cara menjaga kesehatan. Ia menyebut sinar matahari pagi sebagai salah satu alasan ia gemar mengikuti CFD. “Apalagi ada mataharinya bagus, vitamin D yang langsung dikasih sama Tuhan. Itu yang bikin kita semangat jalan,” katanya.

Meski begitu, kondisi kesehatan sang istri membuat langkah mereka tidak selalu mulus. Erni pernah mengalami cedera akibat jatuh, sehingga harus berjalan perlahan dan sesekali beristirahat. “Kalau Ibu ini kadang berhenti-berhenti, tapi tetap kita usahakan jalan pagi,” tambah Rizal.



Pasangan yang telah menikah sekitar 26 tahun itu mengaku tidak selalu hadir setiap pekan. Namun, jika ada waktu luang, CFD menjadi agenda rutin mereka. “Kadang-kadang tiap Minggu kalau ada waktu. Kalau enggak ya skip,” ucapnya sambil tersenyum.

Selain berolahraga, Rizal dan Erni juga memanfaatkan fasilitas transportasi umum untuk menuju lokasi. Mereka menggunakan Transjakarta dengan kartu lansia yang memberikan akses gratis. Setelah CFD, mereka akan melanjutkan ke Lapangan Banteng untuk mengikuti Lebaran Betawi.

“Nanti kemungkinan lanjut ke Lapangan Banteng, mau ikut Lebaran Betawi,” kata Rizal.



Cerita serupa juga datang dari Enny (52) dan Siti (48) yang rela menempuh perjalanan cukup jauh dari Jakarta Utara demi merasakan suasana CFD. “Kita dari Tanjung Priok naik kereta ke Stasiun Kota, lanjut busway sampai Bundaran HI,” ujar Siti.

Rombongan mereka awalnya berjumlah sekitar 10 orang, datang sekitar pukul 08.00. Namun, setibanya di lokasi, kelompok tersebut berpencar menikmati kegiatan masing-masing. “Tadi berangkat jam 6, sampai sini sekitar jam 8-an. Awalnya 10 orang dari rombongan tadi, tapi udah mencar,” kata Enny.



Bagi Enny, CFD bukan hanya soal olahraga. Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi ajang melepas penat dari rutinitas sehari-hari. “Jalan-jalan dan lari. Lari dari kenyataan,” ujarnya sambil tertawa.

Selain itu, berburu kuliner juga menjadi agenda yang tak boleh dilewatkan. Kawasan Sarinah hingga sekitarnya menjadi salah satu tujuan favorit mereka. “Di situ (Sarinah) banyak kulineran, itu yang dicari ibu-ibu,” timpal Siti.

Setelah puas berolahraga dan menikmati suasana CFD, Enny dan Siti berencana melanjutkan perjalanan ke Lapangan Banteng untuk menghadiri acara Lebaran Betawi. “Abis dari sini, lanjut ke sana. Habis itu baru pulang,” kata Enny.

CFD di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, tak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga, tetapi juga tempat warga berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati wajah Jakarta yang berbeda di akhir pekan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *