Penanganan Kasus Penyiraman Air Keras oleh TNI Dinilai Profesional dan Transparan
Sejumlah pihak menyampaikan apresiasi terhadap cara TNI menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Salah satu tokoh yang memberikan pernyataan adalah Hendra Paletteri, Sekretaris Jenderal SESMI (Serikat Sarjana Muslim Indonesia). Menurutnya, TNI telah menunjukkan profesionalisme dan transparansi dalam proses penyelidikan hingga pelimpahan berkas perkara ke Oditurat Militer.
Hendra mengungkapkan bahwa TNI hanya membutuhkan waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikan rangkaian penyelidikan dan penyidikan. Proses ini dianggap cepat, terukur, dan tetap berada di jalur hukum yang benar. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam penanganan kasus tersebut.
“Prosesnya cepat, terukur, dan tetap berada di jalur hukum yang benar,” ujar Hendra dalam keterangannya.
Selain itu, ia juga menyebut adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk memengaruhi opini publik. Mulai dari kelompok LSM hingga figur publik di media sosial, dinilai mencoba mengaburkan arah penyelidikan. Namun, Hendra menegaskan bahwa TNI tetap konsisten menjalankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Meski banyak LSM, selebgram, hingga ahli-ahli dadakan yang terkesan mencoba mengaburkan dan mengintervensi arah penyelidikan, TNI tetap on the track menuntaskan kasus ini,” jelasnya.
Hendra pun mengajak masyarakat untuk tetap mempercayakan proses hukum kepada TNI serta mengawal jalannya persidangan secara objektif. Ia juga mengingatkan agar publik tidak mudah terhasut oleh narasi yang bisa saja ditunggangi kepentingan tertentu, termasuk dari pihak asing.
“Percayakan pada TNI dan kawal prosesnya. Jangan terpengaruh pihak tertentu yang punya kepentingan asing. Kecepatan penanganan ini penting agar kasus tidak ditunggangi untuk tujuan tertentu di ruang publik, bahkan sampai memunculkan isu-isu seperti kekacauan atau impeachment,” kata Hendra.
Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa penanganan kasus ini sepenuhnya berada dalam yurisdiksi peradilan militer. Hal ini disampaikan Yusril saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Kalau sekarang karena belum ditemukan adanya tersangka dari kalangan sipil, maka pengadilannya sepenuhnya adalah pengadilan militer,” ujar Yusril.
Ia menjelaskan bahwa ketentuan tersebut telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Pengadilan Militer. Di mana prajurit aktif TNI yang melakukan tindak pidana akan diadili melalui mekanisme peradilan militer.
Diketahui bahwa TNI melalui Pusat Polisi Militer (Puspom) telah melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Oditurat Militer (Otmil) II-07 Jakarta pada 7 April 2026. Proses ini merupakan langkah selanjutnya setelah penyidikan selesai dilakukan.
Proses Selanjutnya
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa seluruh proses penyidikan telah rampung dan kini memasuki tahap lanjutan. Penyidik Pusat Polisi Militer TNI telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan sesuai ketentuan.
“Penyidik Pusat Polisi Militer TNI telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan sesuai ketentuan. Selanjutnya berkas perkara, para tersangka, dan barang bukti telah dilimpahkan ke Otmil II-07 Jakarta,” kata Aulia.
Dia menyebut pihak Oditurat Militer akan memeriksa kelengkapan berkas secara formil dan materiil sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk disidangkan.
Dalam perkara ini, terdapat empat tersangka dari Denda BAIS TNI yang telah diserahkan, masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES, beserta barang bukti yang dikumpulkan selama proses penyidikan.
Aulia menegaskan, pelimpahan perkara ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Ini wujud ketegasan TNI dalam menindak setiap tindak pidana oleh oknum prajurit, sekaligus menjaga kepercayaan publik,” ucapnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











