Ambisi Prabowo dalam Produksi Mobil Listrik Nasional
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menyampaikan rencananya untuk memproduksi mobil sedan listrik nasional. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk sebuah perusahaan yang akan menjadi penghasil mobil tersebut, meski hingga saat ini nama perusahaan tersebut belum diumumkan secara resmi.
Pembangunan mobil sedan listrik ini direncanakan akan dilakukan secara besar-besaran pada tahun 2028 mendatang. Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan pabrik perakitan truk dan bus listrik VKTR Sakti di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan, terutama listrik, sebagai alternatif dari bahan bakar minyak (BBM).
“Kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” ujarnya dalam pidatonya. Meskipun demikian, ia tidak memberikan angka pasti mengenai jumlah produksi mobil yang akan dihasilkan.
Langkah Strategis dalam Elektrifikasi Transportasi
Prabowo juga menyebutkan bahwa elektrifikasi transportasi adalah langkah penting yang harus segera diambil. Ia berkomitmen untuk mempercepat proyek ini agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Menurutnya, penggunaan BBM hanya boleh dilakukan untuk kebutuhan strategis saja.
Selain itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa mobil sedan listrik merupakan bagian dari proyek mobil listrik nasional yang digagas oleh Prabowo. Namun, ketika ditanya apakah perusahaan yang akan memproduksi mobil tersebut adalah PT Pindad atau PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), ia menolak mengonfirmasi hal tersebut.
“Pada waktunya nanti akan diumumkan nama perusahaan maupun brand mobil nasional,” ujarnya.
Rencana Proyek Mobil Listrik Nasional
Rencana pembuatan mobil listrik nasional telah muncul ke publik sejak Oktober 2025. Proyek ini bahkan telah diajukan untuk masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.
Salah satu model yang dikembangkan adalah mobil seri i2C (Indigenous Indonesian Car) yang dikembangkan oleh PT TMI. Mobil ini digadang-gadang menjadi prototipe mobil listrik pertama yang dibuat secara lokal dan menjadi calon mobil nasional.
Namun, pemerintah justru memutuskan untuk membangun pabrik mobil nasional di Subang, Jawa Barat. Hal ini tertuang dalam nota kesepahaman antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Himpunan Kawasan Industri, dan PT Pindad pada akhir tahun lalu.
Persiapan Awal untuk Ekosistem Industri Otomotif Terintegrasi
Nota kesepahaman tersebut dinilai sebagai langkah awal penyelarasan kebijakan untuk membangun ekosistem industri otomotif yang terintegrasi. PT Pindad disebut sedang menyiapkan lahan pabrik di Subang dengan kapasitas produksi hingga 500 ribu mobil per tahun.
Target produksi mobil listrik diharapkan mencapai 100 ribu unit pada tahun 2028. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi industri otomotif ke arah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.












