"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Kisah Yuda, Iseng Ikut Kompetisi Jadi Bujang Bengkulu 2025

Kehidupan Yuda Dwi Anugrah: Dari Iseng hingga Menjadi Duta Wisata

Yuda Dwi Anugrah, seorang pemuda asal Kota Bengkulu, berhasil meraih gelar Winner Bujang Gadis Kota Bengkulu 2025. Awalnya, keikutsertaannya dalam ajang tersebut hanya sebagai bentuk pengisi waktu luang saat masih duduk di bangku SMA. Namun, apa yang dimulai dengan niat sederhana justru berubah menjadi sebuah perjalanan penuh makna dan tanggung jawab.

Awal Mula dari “Iseng”

Saat itu, Yuda masih duduk di kelas 3 SMAN 2 Kota Bengkulu, menjelang masa kelulusan. Ia memiliki banyak waktu luang dan ingin mengisi waktunya dengan aktivitas yang bermanfaat. Akhirnya, ia memutuskan untuk ikut serta dalam ajang Bujang Gadis.

“Waktu itu lagi masa kosong menjelang lulus, jadi saya berpikir ikut kegiatan yang bermanfaat. Akhirnya saya coba ikut ajang Bujang Gadis,” ujarnya.

Meskipun tidak memiliki latar belakang di bidang pariwisata, Yuda tetap memberanikan diri untuk mendaftar. Orangtuanya bekerja di sektor swasta, sehingga tidak ada latar belakang keluarga terkait dunia wisata atau budaya.

Tidak Menyangka Bisa Menang

Dalam proses seleksi, Yuda merasa kurang percaya diri karena sebagian peserta lain lebih berpengalaman dan sudah masuk jenjang kuliah tingkat akhir. “Saya merasa paling muda, karena waktu itu masih SMA, sementara yang lain sudah semester 6 bahkan ada yang hampir lulus,” katanya.

Namun, kerja keras dan kemauan belajar membuatnya mampu melewati semua tantangan. Akhirnya, Yuda terpilih sebagai Winner Bujang Kota Bengkulu 2025. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa terpilih sebagai pemenang,” ujarnya.

Duta Wisata Bukan Sekadar Gelar

Setelah menyandang gelar tersebut, Yuda menyadari bahwa perannya sebagai duta budaya dan pariwisata bukanlah hal yang ringan. Menurutnya, Bujang Gadis bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk menjadi duta budaya dan pariwisata.

“Bujang Gadis itu adalah duta budaya dan pariwisata. Jadi ketika ada orang luar yang ingin tahu tentang Bengkulu, kami yang menjadi perwakilan untuk menjelaskan,” jelasnya.

Selama mengikuti ajang tersebut, ia bersama finalis lain juga mendapatkan pembekalan melalui masa karantina terkait budaya lokal dan potensi wisata Kota Bengkulu. “Kami belajar banyak tentang budaya dan pariwisata selama karantina,” katanya.

Aktif di Kampus dan Organisasi

Saat ini, Yuda menempuh pendidikan di Program Studi Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. Ia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan (HMPS) yang mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan perannya sebagai duta wisata, terutama dalam mempromosikan potensi daerah.

Pesan untuk Generasi Muda

Yuda berpesan kepada generasi muda, khususnya peserta Bujang Gadis Kota Bengkulu 2026, agar tidak hanya mengejar gelar semata. “Jangan hanya menyandang selempang sebagai winner, tapi harus benar-benar berkontribusi memperkenalkan budaya dan pariwisata Bengkulu,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pemenang nantinya dapat menjalankan amanah dengan baik serta mengingat tujuan awal mengikuti ajang tersebut. “Siapapun yang terpilih harus amanah dan bisa membawa manfaat bagi daerah,” tutupnya.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *