Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan operasi serentak penangkapan ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administrasi pada Jumat, 17 April 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan populasi ikan invasif yang dinilai mengganggu ekosistem perairan dan berpotensi merusak lingkungan sekitar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah dijadwalkan untuk turun langsung memantau kegiatan tersebut di lapangan. Meski belum dipastikan lokasi spesifiknya, ia akan mengikuti arahan dari Kepala Biro KDH. “Saya selama ini ikut Kepala Biro KDH saja, ditugaskan di mana saya ikut saja,” ujarnya dalam pernyataannya.
Operasi ini melibatkan berbagai peralatan dan personel gabungan dari berbagai unsur guna memastikan proses penangkapan berjalan efektif dan mencakup area yang lebih luas. Dari segi persiapan, Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Eny Suparyani, menyampaikan bahwa berbagai alat penangkapan seperti jala, jaring, dan serok telah disiapkan. Selain itu, perlengkapan pendukung seperti sepatu boot, sarung tangan, dan karung juga disiapkan. Alat bantu lain seperti pacul dan linggis juga akan digunakan untuk membantu proses pembersihan di lapangan.
Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan mencegah kerusakan lingkungan akibat penyebaran ikan sapu-sapu. Ikan invasif ini dikenal merusak tanggul, mengganggu ekosistem ikan lokal, serta berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan perairan di Jakarta.
Berikut adalah titik-titik lokasi operasi penangkapan ikan sapu-sapu yang telah ditetapkan:
Jakarta Barat:
- Kali Semongol, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres.
- Kali Anak TSI, Kecamatan Cengkareng.
Jakarta Utara:
- Sungai Kendal, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing.
- Kali Danau Kodamar, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
Jakarta Selatan:
- Pintu Air Outlet Setu Babakan.
- Kawasan Alam Bambu Perindu, Cipedak, Jagakarsa.
Jakarta Pusat:
- Sungai Banjir Kanal Barat (BKB), Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang.
- Pintu Air Manggarai, Kali Ciliwung.
Jakarta Timur:
- Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati.
- Kali Buaran, Jalan Sukamto, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











