Penampilan The Strokes di Coachella 2026 yang Penuh Pesan Politik
Penampilan The Strokes di Coachella 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi penggemar musik. Band asal New York, Amerika Serikat itu memanfaatkan panggung besar untuk menyampaikan pesan politik yang menarik perhatian dunia. Dalam penampilan mereka, khususnya saat membawakan lagu penutup berjudul Oblivious, tampil sebuah video montage yang menghadirkan isu-isu geopolitik, sejarah, dan konflik kemanusiaan. Hal ini memicu berbagai reaksi dari netizen, baik pujian maupun kekecewaan terhadap cara band tersebut menyampaikan pesan sensitif.
Berikut adalah lima isu besar yang disoroti dalam penampilan The Strokes di Coachella 2026:
-
Konspirasi CIA dalam Kudeta dan Politik Global
Video menampilkan tokoh-tokoh dunia seperti Omar Torrijos, Jacobo Árbenz, dan Jaime Roldós—yang dianggap sebagai pemimpin yang dijatuhkan melalui operasi intelijen. Narasi ini mengingatkan pada tuduhan lama terhadap Central Intelligence Agency (CIA) terkait intervensi politik di berbagai negara, khususnya di Amerika Latin. Isu ini masih menjadi perdebatan hingga hari ini. -
Kematian Martin Luther King Jr. dan Kritik terhadap Pemerintah AS
Salah satu bagian video menampilkan gambar tokoh Kristen Protestan, Martin Luther King Jr., dengan teks yang menyebut pemerintah AS dinyatakan bersalah dalam pembunuhan beliau melalui gugatan sipil. Penyisipan ini memperlihatkan kritik terhadap sejarah domestik Amerika, khususnya isu hak sipil dan keadilan rasial. -
Konflik Iran dan Dampak Intervensi Militer
Montage video juga menyentuh konflik di Iran, yang dikaitkan dengan sejarah intervensi asing dan ketegangan geopolitik. Isu ini memperluas kritik The Strokes terhadap kebijakan luar negeri Barat, khususnya di kawasan Timur Tengah. -
Genosida di Gaza dan Krisis Kemanusiaan
Bagian paling mencolok adalah penayangan cuplikan serangan rudal di Gaza, yang menjadi penutup visual sebelum layar menjadi gelap. Adegan ini langsung memicu interpretasi sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina sekaligus kritik terhadap konflik yang terus memakan korban sipil. -
Kritik terhadap Kebijakan Militer dan Perang Modern
Secara keseluruhan, video tersebut menyatukan berbagai konflik, mulai dari Amerika Latin hingga Timur Tengah. Video ini ditampilkan sebagai narasi besar tentang perang, intervensi, dan kekuasaan global. Pesan yang dibangun bukan hanya soal satu konflik, tetapi kritik terhadap pola kebijakan militer dan geopolitik yang dianggap berulang.
Pengaruh Penampilan The Strokes di Coachella
Langkah The Strokes ini menunjukkan bagaimana panggung musik kini menjadi ruang ekspresi politik yang semakin terbuka. Di festival sebesar Coachella, pesan yang dibawakan oleh band yang diawaki Julian Casablancas (vokal), Nick Valensi (gitar), Albert Hammond Jr. (gitar), Nikolai Fraiture (bass) dan Fabrizio Moretti (drum) tersebut tak hanya ditujukan ke penonton konser, tetapi juga ke audiens global yang lebih luas.
Dengan menggunakan media musik sebagai alat penyampaian pesan, The Strokes berhasil mengajak para pendengarnya untuk merenungkan isu-isu penting yang terjadi di dunia. Penampilan mereka di Coachella 2026 tidak hanya menjadi momen hiburan, tetapi juga menjadi momen penting dalam perjalanan musik yang berkembang menuju kesadaran sosial dan politik.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











