Latar Belakang dan Pendidikan AKP Haris Wicaksono
AKP Haris Wicaksono, S.T.K., S.I.K., M.Sc. adalah seorang perwira muda yang menggabungkan ketegasan profesional dengan pendekatan kemanusiaan. Ia lahir di Jakarta pada 6 April 1993. Sejak kecil, ia menapaki jenjang pendidikan yang beragam, mulai dari SD Islam PB Sudirman, SMA Taruna Nusantara Magelang, hingga lulus dari Akademi Kepolisian (AKPOL) pada 2015. Setelah itu, ia melanjutkan studi S2 di University of Glasgow pada 2020 dan menyelesaikan pendidikan STIK PTIK pada 2021.
Nama “Wicaksono” memiliki makna bijaksana, dan menurut ayahnya, sifat bijaksana adalah salah satu sifat terbaik manusia. Hal ini menjadi dasar dalam kepribadiannya sebagai seorang polisi yang selalu menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Perjalanan Karier dan Pengalaman
Sejak dilantik sebagai Kapolsek Banjarmasin Tengah pada awal Februari 2026, AKP Haris menempatkan kehadiran nyata polisi di ruang publik sebagai prioritas utama. Ia memastikan bahwa polisi tidak hanya bertindak, tetapi juga hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pendidikan dan pelatihan khusus seperti Dikbangspes Perwira Pertama Idik TP Perdagangan Orang dan Dikbangspes Perwira Bahasa telah memperkuat kemampuannya dalam berkomunikasi dan memahami berbagai isu sosial. Selain itu, pengalamannya belajar di luar negeri membantunya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan wawasan internasional.
Karier AKP Haris dimulai sejak 2015 dengan penugasan di berbagai satuan, seperti Kanit SPKT Polres Polman, Panit Subdit 4 Ditreskrimum Polda Sulsel, Wakasatresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kasatreskrim Polres Tapin dan Polres Banjarbaru, hingga akhirnya memimpin Polsek Banjarmasin Tengah.
Penghargaan dan Dedikasi
Kerja keras dan dedikasinya mendapatkan apresiasi, termasuk penghargaan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2024 dan penghargaan kapolda Kalimantan Selatan atas pengungkapan kasus pembunuhan wartawan di Banjarbaru pada tahun 2025.
Sebagai pemimpin di pusat kota yang padat aktivitas, Haris menekankan pengamanan objek vital, patroli terlihat, dan jaringan komunikasi dengan tokoh masyarakat. Ia percaya bahwa stabilitas keamanan tercipta bukan hanya lewat penindakan, tetapi lewat kehadiran yang konsisten dan hubungan yang kuat dengan warga serta pemangku kepentingan lokal.
Pendekatan dengan Generasi Muda
Salah satu ciri khas Polsek Banjarmasin Tengah di bawah kepemimpinan Haris adalah halaman polsek yang selalu hidup oleh anak-anak pada sore hari. Anak-anak datang bermain, berlatih sepak bola, bernyanyi, atau sekadar duduk santai di teras kantor, sebuah pemandangan yang menurut Haris menjadi tolok ukur hubungan baik polisi dengan generasi muda.
Ia menyampaikan kutipan dari Muhammad Al-Fatih: “Jika suatu masa kamu tidak mendengar gelak tawa anak-anak, riang gembira di antara shaf shalat di Masjid-Masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan datangnya kejatuhan generasi muda di masa itu.” Menurutnya, masjid tempat ibadah, apa lagi cuma kantor Polisi, biarlah mereka akrab jangan sampai seperti jaman dahulu, anak nangis ditakut-takuti dengan polisi.
Program Pencegahan dan Kolaborasi
Praktik konkret yang dijalankan Polsek meliputi patroli ramah, program mentoring informal oleh Bhabinkamtibmas, dan kolaborasi dengan sekolah serta tokoh agama untuk kegiatan pencegahan kenakalan remaja. AKP Haris menekankan pencegahan sebagai langkah utama, seperti deteksi dini, sambang, sosialisasi, patroli dan penindakan dengan prinsip kehati-hatian.
Dalam situasi kritis seperti kasus temuan mortir pada Kamis (16/4), ia menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan dengan segera mengamankan lokasi dan memberi rasa aman kepada warga sampai tim penjinak tiba.
Hobi dan Kehidupan Pribadi
Di luar tugas, Haris tetap mempertahankan hobi mendengar musik rock dan bermain bola, sisi manusiawi yang membuatnya mudah didekati generasi muda. Ia menyebut beberapa band favorit, seperti Mr Big, L’Arc-en-Ciel, Avenged Sevenfold, dan GNR.
Pesan untuk Masyarakat
Menutup perbincangan, Ia mengajak warga untuk senantiasa menjaga citra Banjarmasin sebagai kota yang aman, religius, dan harmonis. Kota Banjarmasin dinilai sebagai kota ternyaman untuk ditinggali, dinilai dari segi keamanan, layak huni, dan memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi serta penataan kawasan sungai yang khas dan harmoni dengan baik, dengan budaya masyarakat yang religius. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan tersebut, sehingga Banjarmasin tetap aman, asri, religius, dan modern.











