"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Hukum  

Profil Ferdy Sambo, Mantan Kadiv Propam yang Kini Jadi Pengkhotbah di Lapas

Penampilan Baru Ferdy Sambo di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, kembali muncul dalam pemberitaan setelah lama tidak terdengar kabarnya. Kali ini, penampilannya menunjukkan perubahan yang signifikan, khususnya dalam hal religiusitas. Ia terlihat memimpin doa dan khotbah bersama para narapidana di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut digelar menjelang perayaan Natal 2025, pada Jumat (12/12/2025). Momen ini diunggah oleh akun Instagram @lapas2acibinong. Ferdy Sambo terlihat berdiri di podium, menyampaikan pesan keagamaan selayaknya seorang pengkhotbah. “Yang bisa kita dapatkan tanpa belenggu fisik maupun spiritual adalah bersama Tuhan kita Yesus Kristus,” ujarnya.

Selain itu, Sambo juga aktif memimpin doa dalam ibadah persekutuan doa yang diikuti oleh ratusan warga binaan. Di sana, ia juga diketahui menjadi Koordinator Gereja Oikumene Terang Dunia Lapas Cibinong. Perannya dalam kegiatan rohani ini menunjukkan upaya untuk memperbaiki diri dan mencari makna baru dalam hidupnya.

Profil Lengkap Ferdy Sambo

Ferdy Sambo lahir di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada tanggal 9 Februari 1973. Ia memiliki istri bernama Putri Candrawathi dan menganut agama Kristen. Sambo dan Putri memiliki empat orang anak, yaitu Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, Tribrata Putra Sambo, Datia Sambo, dan Arka.

Sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994, Ferdy Sambo telah memiliki karier yang panjang di Korps Bhayangkara. Ia pernah menjabat berbagai posisi strategis, seperti Kasat Reskrim Polres Bogor (2003–2004), Kanit IV Satops I Dit Reskrim Polda Jabar (2004–2005), dan Wakapolres Sumedang (2007–2008). Pada tahun 2020, ia diangkat menjadi Kadiv Propam Polri.

Namun, karier cemerlangnya harus sirna setelah terlibat kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pada Agustus 2022, Sambo dinyatakan melakukan pembunuhan berencana dan dihukum penjara seumur hidup. Sebelumnya, ia sempat dihukum mati, tetapi hukumannya kemudian diringankan melalui banding ke Mahkamah Agung Indonesia.

Jejak Karier dan Rekam Jejak

Selama bertahun-tahun, Ferdy Sambo dikenal sebagai sosok yang mampu menangani berbagai kasus besar. Pada tahun 2016, ia mengusut kasus bom bunuh diri di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Selain itu, ia juga terlibat dalam pengungkapan kasus kopi racun sianida, pengalihan hak tagih Bank Bali, dan kasus narkoba jaringan internasional dengan barang bukti 4 ton 212 kilogram sabu.

Sambo juga turut serta dalam pengungkapan kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung RI 2020. Berkat kontribusinya, ia dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama oleh Presiden RI.

Kasus Pembunuhan Berencana

Pada Jumat, 8 Juli 2022, ajudannya, Brigadir J, tewas ditembak oleh Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Awalnya, polisi mengklaim kejadian itu merupakan peristiwa polisi tembak polisi akibat pelecehan seksual terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi. Namun, Sambo akhirnya mengakui bahwa kejadian itu adalah skenario yang ia buat sendiri.

Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 9 Agustus 2022. Setelah beberapa waktu menjalani proses hukum, Sambo dihukum penjara seumur hidup. Meski sempat mengajukan banding, hukumannya tetap dipertahankan.

Penampilan Baru di Lapas Cibinong

Setelah lama tak terdengar kabarnya, Ferdy Sambo kembali muncul dalam pemberitaan dengan penampilan yang berbeda. Kini, ia lebih fokus pada kegiatan rohani dan memperbaiki diri. Dalam kegiatan di Lapas Cibinong, Sambo menunjukkan sikap yang lebih rendah hati dan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hal ini memberikan gambaran bahwa ia sedang berusaha untuk merenung dan mengubah cara hidupnya.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *