Ringkasan Berita Populer Sulawesi Utara (Sulut) Pada Minggu, 21 Desember 2025
Beberapa peristiwa penting di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi sorotan publik pada minggu ini. Tiga berita utama yang muncul dalam edisi Minggu, 21 Desember 2025, mencakup penembakan di area pertambangan, kecelakaan kerja yang menewaskan dua karyawan, dan penangkapan sopir mikrolet yang mengadang Bus Trans Manado. Berikut adalah rincian lengkap dari ketiga peristiwa tersebut.
1. Kronologi Penembakan di Tambang Emas Ratatotok Mitra
Kericuhan terjadi lagi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di area Kebun Raya, wilayah Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Sabtu 20 Desember 2025. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dikabarkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka.
Dari informasi yang diperoleh, ketiga korban meninggal adalah Safrudin Makalalag warga Borgo Satu, Mawandi Lakamunte warga Basaan Satu, dan Fathan Kalipe warga Belang. Sementara itu, Anisa Mamonto (57), warga Belang, Kabupaten Mitra, saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit RS Prof Kandou, Manado hingga Minggu (21/12/2025).
Suami korban, Yamin, menceritakan detik-detik peristiwa tragis tersebut. Menurutnya, Sabtu siang, sekelompok orang menyerang tempat kerja mereka. Melihat tembakan deras, ia sempat keluar dan mengangkat tangan dengan berkata, “Di sini ada perempuan.” Namun, tembakan terus berdatangan. Saat tengah berlindung, ia mendengar suara rekan kerjanya yang menyatakan, “Saya kena. Dan dia akhirnya wafat.”
Yamin kemudian sadar bahwa istrinya juga tertembak. Ia memegang tubuh istrinya dan teriak, “Istri saya kena dan mereka pun teriak bawa saja.” Hujan turun tidak lama setelah serangan itu, dan Yamin menggendong istrinya yang sudah terluka di tengah hujan deras. Ia melihat beberapa pelaku membawa semacam tabung dan benda mirip teleskop. Meski ia tertembak di dada, luka tersebut tidak terlalu parah.
Yamin berharap para pelaku penembakan dapat ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
2. Dua Karyawan Tewas Akibat Kecelakaan Kerja di Area Tambang Wilayah Minut
Publik Sulut kembali digegerkan dengan insiden di area pertambangan emas yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Seperti diberitakan, Sabtu (20/12/2025), terjadi kericuhan di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) Kebun Raya Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra, Sulut. Akibat kericuhan itu, tiga orang penambang meninggal dan satu di antaranya dikabarkan masih kritis.
Masih hangat di telinga publik kejadian di PETI Kebun Raya Ratatotok Mitra, peristiwa di lokasi tambang emas kembali terjadi pada Minggu (21/12/2025). Kali ini lokasinya diduga berada di area Marawuwung PT Meares Soputan Mining (MSM), wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara.
Tambang emas PT MSM/Tambang Tonando Nusajaya (TTN) merupakan anak perusahaan dari PT Archi Indonesia Tbk. Sudah puluhan tahun melakukan eksplorasi di dua wilayah, yaitu Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung Sulut.
Terinformasi ada dua orang karyawan yang alami kecelakaan di lokasi perusahaan tambang emas PT MSM. “Kejadiannya tadi pagi sekitar jam 9, dua orang tersebut kecelakaan di mobil tangki bahan bakar minyak (BBM),” kata sumber di seputaran lokasi PT MSM, Minggu (21/12/2025).
Kapolsek Likupang Ipda Arkis Daud mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. “Iya benar. Anggota kami masih berkoordinasi untuk masuk ke tempat kejadian perkara (TKP),” katanya saat di konfirmasi lewat pesan WA.
3. Sopir Mikrolet Ditangkap Polisi Usai Mengadang Bus Trans Manado
Tim khusus Polresta Manado mulai menindak tegas para sopir mikrolet yang melakukan pengadangan Bus Trans Manado. Sabtu (20/12/2025), Tim Satgas Gakkum Polresta Manado bersama piket Resmob Charlie mengamankan seorang sopir mikrolet berinisial AL (38). AL kedapatan melakukan penghadangan bus Trans Manado di seputaran Zero Point Manado, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Aksi sepihak AL tidak hanya menyebabkan bus terhenti, tapi juga kemacetan di seputaran jalan tersebut. Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menyatakan pelaku diamankan setelah menghentikan kendaraannya di depan Bus Trans Manado. “Ia menghentikan kendaraan secara serong di depan Bus Trans Manado,” kata dia.
Menurutnya, pelaku langsung ditangkap aparat yang berjaga di Pasar 45. Ia kemudian dibawa ke Polresta Manado untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, AL mengaku mengikuti ajakan rekan-rekannya sesama sopir mikrolet untuk menghentikan bus. “Kami sudah lakukan pembinaan, interogasi dan pembuatan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, Satlantas Polresta Manado juga memberikan tilang sesuai pelanggaran yang dilakukan,” katanya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











