"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Identitas 8 Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Sekadau, Ini Nama Pilot dan Penumpang

Identitas Korban dan Proses Evakuasi

Enam korban dari kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah berhasil dievakuasi. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau, Eko Sulistyo, saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Kamis 16 April malam.

“Sedang dilakukan evakuasi korban dari badan pesawat. Sampai saat ini sudah enam orang yang berhasil dievakuasi,” ujar Eko Sulistyo.

Namun, dua korban lainnya masih terjebak di titik evakuasi karena kondisi lapangan yang sulit. “Masih ada dua korban lagi yang belum dapat dilakukan evakuasi karena tingkat kesulitan tertentu,” tambahnya.

Eko menjelaskan bahwa jika seluruh korban berhasil dievakuasi malam ini, proses selanjutnya akan dilanjutkan pada esok hari. “Rencananya besok akan dilakukan evakuasi lanjutan serta proses identifikasi korban di RSUD Sekadau,” pungkasnya.

Identitas Delapan Korban

Delapan orang yang terlibat dalam insiden ini terdiri atas dua kru dan enam penumpang. Dua kru tersebut adalah Kapten Marindra W (pilot) dan Harun Arasyd (co-pilot). Sedangkan enam penumpang terdiri dari Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Kronologi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak

Berdasarkan data manifes sementara, helikopter PK-CFX lepas landas dari area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung menuju Kota Pontianak pada Kamis 16 April 2026 sekitar pukul 08.34 WIB. Penerbangan awalnya terlihat normal tanpa tanda indikasi gangguan.

Namun, lima menit setelah lepas landas, helikopter itu dilaporkan hilang kontak. Sistem COSPAS-SARSAT kemudian mendeteksi sinyal darurat (distress signal) dari helikopter pada pukul 13.09 UTC melalui satelit LEOSAR. Sinyal beacon pada frekuensi 406.0367 MHz mengindikasikan adanya kondisi darurat di udara.

Tim gabungan dikerahkan sejak laporan hilang kontak muncul pada pagi hari. Pencarian langsung dilakukan hingga pukul 16.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, enam korban berhasil dievakuasi. Sedangkan dua korban lainnya belum dapat dievakuasi karena terkendala kondisi di lapangan.

Penemuan Serpihan Badan Helikopter

Tim gabungan diketahui telah berhasil menemukan serpihan badan helikopter tersebut. “Kami langsung melakukan penerbangan menuju lokasi dengan dilengkapi tim SAR, termasuk personel dari Paskhas yang sudah lengkap dengan peralatannya,” ungkap Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono di Pontianak, Kamis 16 April.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pencarian guna memastikan kondisi di lapangan. “Dari hasil pencarian tersebut, ditemukan bahwa titik lokasi mengalami pergeseran sekitar 1,9 nautical mile dari titik awal,” jelasnya.

Dari hasil pantauan udara, Tim SAR gabungan menemukan serpihan yang merupakan badan pesawat yang dikabarkan hilang. “Indikasi yang ditemukan merupakan serpihan helikopter, baik dari pengamatan visual maupun melalui kamera. Namun hingga saat ini, kondisi di lokasi belum dapat dipastikan sepenuhnya karena medan yang sangat sulit, dengan kemiringan tebing sekitar 45 derajat,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi dan pemetaan koordinat, pihaknya sepakat untuk melanjutkan rencana operasi esok hari. “Operasi tidak dilanjutkan hari ini karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, sempat terjadi hujan pada sore hari. Selain itu, faktor keselamatan penerbangan juga menjadi pertimbangan utama,” kata Sidik.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *