"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Diki Barus Hilang di Tolikara, Warga Batak Minta Pencarian Lebih Giat

Kehadiran Keluarga di Lokasi Menjadi Simbol Perjuangan

Ketua PBB Provinsi Papua, Tulus Sianipar, menegaskan bahwa keluarga besar Batak menuntut agar kasus hilangnya Diki Barus dibuka secara terang benderang. Orang tua Diki Barus bahkan telah tiba di Kabupaten Jayawijaya dan berencana menuju Tolikara untuk melakukan pencarian langsung. Kehadiran keluarga di lokasi menjadi simbol perjuangan dan harapan agar anak mereka segera ditemukan, baik dalam keadaan hidup maupun jasadnya.

Sebulan pascahilangnya Diki Barus di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, gelombang desakan agar aparat keamanan meningkatkan upaya pencarian terus mengalir. Gabungan organisasi kemasyarakatan yang terdiri dari Pemuda Batak Bersatu (PBB) dan Perpulungan Karo Sada Arih (PKSA) Provinsi Papua meminta TNI dan Polri segera mengungkap teka-teki keberadaan warga Batak Karo tersebut.

Diki Barus dilaporkan hilang sejak 16 Maret 2026. Hingga saat ini, jejak pria tersebut masih misterius, sehingga memicu keresahan mendalam bagi keluarga dan komunitas masyarakat Batak, baik yang berada di perantauan Papua maupun di kampung halaman.

Harapan Keluarga dan Komunitas

Ketua PBB Provinsi Papua, Tulus Sianipar, menegaskan keluarga besar Batak menuntut agar kasus ini dibuka secara terang benderang. “Kami berdoa dan berharap saudara kita Diki Barus ditemukan dalam keadaan selamat. Namun jika pun sudah tidak bernyawa, keluarga berharap jasadnya dapat ditemukan,” ujarnya, penuh haru.

Ketua PKSA Provinsi Papua Neguita Gintig berharap pihak kepolisian dan TNI melakukan upaya-upaya pencarian agar warga Karo yang hilang di Tolikara dapat segera ditemukan. “Tentu kita prihatin dan telah melakukan upaya-upaya yang bisa kita lakukan. Oleh sebab itu kita berharap upaya pencarian dari pihak yang berwajib terus dilakukan agar bagaimana warga kita yang hilang di perantauan ini dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Ketua PBB Kota Jayapura, Daniel Tarigan, mendorong pihak kepolisian dan TNI harus menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam pencarian. Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang. “Kami berharap keterlibatan masyarakat bisa mempercepat pencarian. Setiap informasi sekecil apapun sangat berarti,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PBB Kabupaten Jayapura, Simatupang, menekankan pentingnya pencarian dilakukan secepat mungkin. “Kami sangat berharap Diki Barus segera ditemukan. Kepolisian harus terus melakukan upaya pencarian tanpa henti,” katanya.

Kronologi Hilangnya Diki Barus

Peristiwa hilangnya Diki Barus bermula dari sebuah insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Distrik Nume, Kabupaten Puncak Jaya, pada 16 Maret 2026.

  • 13.30 WIT: Satu unit mobil Triton berisi empat orang bergerak dari Distrik Kanggime menuju Kabupaten Puncak Jaya.
  • 14.45 WIT: Mobil dihadang oleh OTK dan sopir ditembak.
  • 15.10 WIT: Kendaraan melaporkan kejadian kepada pemilik kios di depan Pos Nume, lalu melanjutkan perjalanan ke Distrik Ilu.

Identitas penumpang: Yohannes Marbun (supir), Mion Tabuni, Diki Barus, Roy Panjaitan. Hingga kini, Diki Barus belum ditemukan.

Harapan Keluarga dan Masyarakat

Keluarga Diki Barus menanggung beban emosional yang berat. Mereka berharap pencarian dilakukan dengan sungguh-sungguh agar kepastian segera diperoleh. Dukungan dari masyarakat Batak di Papua menjadi penguat dalam perjuangan keluarga yang menuntut keadilan.

Kasus ini bukan hanya tragedi bagi keluarga, tetapi juga ujian bagi rasa kemanusiaan dan tanggung jawab aparat negara. PBB Papua menegaskan komitmen untuk terus mengawal pencarian hingga titik terang ditemukan.




Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *