Polrestabes Medan Akan Umumkan Kasus Anak 12 Tahun Diduga Bunuh Ibu
Polrestabes Medan akan merilis kasus yang melibatkan seorang anak berusia 12 tahun diduga membunuh ibunya pada hari ini, Senin (29/12/2025). Penyidik telah melakukan penyelidikan dan penyidikan mendalam terkait kejadian tragis tersebut. Anak yang diduga menjadi pelaku adalah AL (12), yang diperkirakan telah membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya (42).
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa puluhan saksi untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus ini. “Sampai saat ini, 37 saksi dan ahli sudah dilakukan pemeriksaan,” ujar Kombes Jean Calvijn saat diwawancarai oleh Tribun Medan, Minggu (28/12/2025). Ia menambahkan bahwa pihaknya berencana menggelar konferensi pers untuk memberikan perkembangan terbaru.
“Besok kita akan melakukan konferensi pers, pukul 15.00 WIB, mudah-mudahan, terkait di Satreskrim Polrestabes Medan,” jelasnya. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang menganalisis bukti elektronik, termasuk rekaman CCTV, untuk mendukung penyidikan.
Gelar Pra-Rekonstruksi 43 Adegan
Sebelumnya, Polrestabes Medan telah melaksanakan pra-rekonstruksi kedua di lokasi kejadian pada Minggu (14/12/2025). Proses yang berlangsung selama kurang lebih enam jam tersebut memperagakan setidaknya 43 adegan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. “Pra rekonstruksi hari ini kami lakukan dengan pemeran sesuai dengan fakta aslinya. Setidaknya ada 43 adegan,” ujar Calvijn.
Mengingat terduga pelaku masih di bawah umur, penyidik melibatkan psikolog serta petugas dari dinas perlindungan anak selama proses berlangsung. Polisi juga kembali melakukan penggeledahan dan membawa beberapa barang tambahan dari rumah korban untuk pendalaman lebih lanjut.
Kronologi Awal
Korban, Faizah Soraya (42), ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah tepatnya di kamar tidurnya. Korban saat itu ditemukan oleh anak pertamanya di dalam kamar tidur yang sudah tergeletak di atas kasur, sekitar pukul 05.00 WIB. “Anaknya tersebut berteriak meminta pertolongan. Mendengar adanya suara tersebut, Suami korban pun segera turun dari kamar tidur dari lantai dua,” ucap seorang warga yang ditemui Tribun Medan, Rabu (10/12/2025).
Suami korban melihat istrinya sudah terkapar di tempat tidur langsung menelepon pihak rumah sakit Colombia. Setibanya dirumah korban, seorang dokter langsung mengecek kondisi korban, namun nyawa korban sudah tidak tertolong. “Korban ditemukan dengan kondisi di sekujur tubuh ada beberapa tusukan dan darah berceceran di lantai,” ujarnya warga.
Hingga akhirnya suami korban menelepon petugas Polsek Medan Sunggal dan petugas Tim INAFIS Polrestabes Medan tiba di lokasi. Petugas Tim INAFIS pun langsung membawa jenazah korban ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. “Jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Ia mengatakan, penyebab kematian korban masih belum diketahui, terduga anak kedua korban menjadi pelaku pembunuhan. “Diduga anak keduanya yang melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri,” lanjutnya. Hingga kini anak kedua korban didampingi ayah kandungnya dibawa ke Polsek Sunggal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesaksian Kepala Lingkungan, Dengar Keributan
Menurut Kepala Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, kejadian bermula dari cekcok keluarga yang berujung tragis. “Saya menerima laporan dari warga sekitar yang mendengar keributan di dalam rumah,” ujarnya. Dari keterangan keluarga, AI diduga kesal karena ibunya memarahi kakaknya.
Saat kejadian, suami korban tidur di lantai dua, sementara korban dan kedua anaknya berada di kamar lantai satu. Warga sekitar yang mendengar keributan segera melapor dan datang ke lokasi. Petugas kepolisian dan tim Inafis Polrestabes Medan pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi. Sementara itu, AI yang masih di bawah umur diperiksa dengan pendampingan sang ayah.

Fakta Singkat
- Korban: Faizah Soraya (42)
- Terduga Pelaku: AI (12), anak bungsu korban, masih siswi SMP.
- Lokasi: Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal
- Waktu kejadian: Rabu, 10 Desember 2025, pukul 05.00 WIB pagi.
- Motif sementara: Diduga karena kesal ibu memarahi kakaknya
Kenapa Anak Bisa Nekat?
Menurut informasi dari aladokter.com, anak bisa nekat membunuh orangtuanya karena kombinasi tekanan psikologis, pola asuh yang salah, kekerasan, gangguan mental, dan hilangnya ikatan emosional. Itu bukan sekadar “nakal” atau “jahat,” melainkan hasil dari kondisi yang gagal ditangani sejak awal.
Beberapa faktor yang bisa memicu tindakan nekat anak antara lain:
-
Kekerasan dalam rumah tangga:
Anak yang terus-menerus mengalami kekerasan fisik, verbal, atau emosional bisa menyimpan dendam dan akhirnya meledak dalam bentuk ekstrem. -
Gangguan mental:
Kondisi seperti depresi berat, psikosis, atau gangguan kepribadian bisa membuat anak kehilangan kontrol dan melakukan tindakan fatal. -
Pola asuh otoriter atau salah:
Orangtua yang terlalu menekan, tidak memberi ruang dialog, atau mendidik dengan ancaman bisa menimbulkan kebencian mendalam. -
Pengaruh lingkungan:
Pergaulan buruk, paparan kekerasan dari media, atau dorongan teman sebaya bisa memperkuat perilaku agresif. -
Konflik ekonomi:
Ada kasus di mana anak merasa tertekan karena masalah uang, atau kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi. -
Kurangnya komunikasi dan kasih sayang:
Anak yang merasa tidak dicintai atau tidak dihargai bisa kehilangan ikatan emosional dengan orangtuanya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











