Hukum dan Tata Cara Sholat Qobliyah Dzuhur
Sholat Qobliyah Dzuhur merupakan salah satu shalat sunnah yang memiliki nilai penting dalam agama Islam. Hukumnya adalah sunah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan dan memiliki ganjaran besar jika dilakukan. Sholat ini dilakukan sebelum melaksanakan shalat fardhu Dzuhur.
Sholat Qobliyah Dzuhur terdiri dari dua rakaat pertama dan dua rakaat kedua, masing-masing diakhiri dengan salam. Hal ini didasarkan pada hadits:
“Shalat sunnah pada malam dan siang hari adalah dengan dua rakaat salam dan dua rakaat salam.” (HR. An-Nasai, no. 1666; Ibnu Majah, no. 1322. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih).
Niat Sholat Qobliyah Dzuhur
Niat untuk melakukan Sholat Qobliyah Dzuhur adalah:
“Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.”
Artinya: Aku niat mengerjakan sholat Sunnah sebelum Dhuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Sholat Qobliyah Dzuhur
Berikut langkah-langkah tata cara Sholat Qobliyah Dzuhur:
Rakaat Pertama
- Membaca niat Sholat Qobliyah Dzuhur.
- Membaca Takbiratul Ihram.
- Membaca Doa Iftitah.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat-surat pendek Al-Quran. Contohnya surat Al-Kafirun.
- Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.”
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya. - I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
“Sami Allahu liman hamidah.”
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
“Rabbana walakal hamdu.”
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian. - Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. - Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku. - Sujud lalu membaca:
> “Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. - Berdiri lagi.
Rakaat Kedua
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah Pendek, misalnya Al-Ikhlas.
- Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.”
Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya. - I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
“Sami Allahu liman hamidah.”
Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
“Rabbana walakal hamdu.”
Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian. - Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. - Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku. - Sujud lalu membaca:
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya. - Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah.
- Salam.
- Membaca doa sholat.
Bacaan Zikir Setelah Sholat
Setelah menyelesaikan sholat, dianjurkan untuk membaca dzikir sebagai bentuk pengingat akan kebesaran Allah. Berikut bacaan zikir yang disarankan:
-
Membaca istighfar sebanyak 3 kali:
“Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laaailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaihi.”
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dzat yang maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluknya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya. -
Membaca dzikir kalimat tauhid:
“Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.”
Artinya: Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, baik yang hidup atau mati, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu. -
Membaca doa selamat:
“Allaahumma antas salaam waminkas salaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbanaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikroom.”
Artinya: Ya Allah, engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepadamua lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. -
Membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca Ayat Kursi.
- Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 kali.
Bacaan Doa Setelah Sholat
Doa setelah sholat juga sangat penting untuk dilakukan sebagai permohonan kepada Allah. Berikut bacaan doa setelah sholat:
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin, hamdan yuwaaffii ni’mah, wa yukaaffii maziidah.
- Ya Rabbana lakal hamdu kama yambagi li jalaali wajhikawaa zhiimi sulthaanika.
- Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala aali sayyidina muhammad.
- Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wasyiyaamanarukuu’ anas sujudaan wa qu’udan watadlarruan, wa takhasysu anan ta’abbudan, watammim taoshiiran ya allah ya rabbal a’la miin.
- Rabbana dzhalamna anfusana wa in lam taghfir lanawatarmuna lanakunanna minalkhassirin.
- Rabbana wa laa tahmil ‘alaina ishran kamahamalthal alal ladziina min qablinaa rabbana wa laa tuhammilna ma alaa thaoatilna bihii wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamna anta maulaana fanshurnaa ‘alal aumil kafirin.
- Rabbana laa tuzigh quluuban ba’da idzhadaitana wa hab lanna min ladunka rahmatan inna antal wahhaab.
- Rabbanaghfir lanaa wal iwalidina wal ijamil muslimina wal muslimaatil al ahyaa imin hum wal amwat, inna ka ‘alaa kulli syain qadiir.
- Rabbana aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan wa inna adzaaban naar.
- Allahummagfir lanaa dzunuuban wa kaffir ‘annaa sayyi’aat1nna wa tawaffanaa ma’alabraari.











