"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Peringatan 60 Tahun “PR”: Jejak Pengabdian Jawa Barat

Perayaan 60 Tahun Harian Umum Pikiran Rakyat

Perjalanan panjang Harian Umum Pikiran Rakyat yang telah berusia 60 tahun akan diperingati dalam sebuah acara bertajuk “Jejak Pengabdian untuk Jawa Barat” yang akan diadakan pada Jumat malam, 24 April 2026 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Acara ini menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan dan usia dari media pers Jawa Barat yang pertama kali terbit pada tanggal 24 Maret 1966.

Direktur PT Pikiran Rakyat Bandung, Tia Yuniarti, menjelaskan bahwa dengan usia Harian Umum Pikiran Rakyat yang sudah mencapai 60 tahun, manajemen media ini akan mengadakan acara sebagai wujud rasa syukur sekaligus meneguhkan komitmen mereka dalam berkiprah di Jawa Barat. “Pada Jumat malam 24 April 2026, acara perayaan 60 tahun Pikiran Rakyat akan diselenggarakan di Hotel Savoy Homann Bandung,” ujar Tia Yuniarti.

Menurut Tia Yuniarti, kepercayaan masyarakat terhadap Harian Umum Pikiran Rakyat adalah salah satu faktor utama yang membuat media ini tetap eksis hingga saat ini. Meski tengah menghadapi tantangan digitalisasi dan disrupsi teknologi informasi, Harian Umum Pikiran Rakyat tetap mempertahankan kualitas jurnalisme yang dapat dipercaya.

“60 tahun usia Harian Umum Pikiran Rakyat merupakan suatu bentuk kepercayaan masyarakat yang masih terus menjalankan tugasnya sebagai pers dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat,” kata Tia Yuniarti.

Acara perayaan tersebut akan dihadiri oleh berbagai kalangan, tokoh masyarakat, serta mitra usaha. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan jurnalisme berkualitas dan terpercaya.

Sejarah Perjalanan Harian Umum Pikiran Rakyat

Dua puluh tahun setelah peristiwa Bandung Lautan Api, tepatnya pada 24 Maret 1966, lahir sebuah semangat baru. Semangat itu menjadi awal diterbitkannya Harian Umum Pikiran Rakyat. Awalnya, media ini bernama Harian Angkatan Bersenjata edisi Jawa Barat. Media ini lahir atas dukungan Pangdam Siliwangi saat itu, Mayjen TNI Ibrahim Adjie, bersama para wartawan seperti Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita.

Dalam perjalanannya, melalui keputusan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Hartono Rekso Dharsono, pengelolaan media ini diserahkan sepenuhnya kepada Yayasan Pikiran Rakjat. Sejak saat itu, namanya resmi menjadi Harian Umum Pikiran Rakjat.

Dengan motto “Dari Rakjat, Oleh Rakjat, Untuk Rakjat”, Pikiran Rakjat memulai langkahnya dengan penuh keterbatasan. Di enam tahun pertama, koran ini terbit dengan oplah sekitar 20.000 eksemplar setiap harinya.

Memasuki tahun 1972, seiring diberlakukannya ejaan baru Bahasa Indonesia, penulisan “Rakjat” pun berubah menjadi “Rakyat”. Kemudian pada 9 April 1973, badan hukum pengelola berubah menjadi PT Pikiran Rakyat Bandung.

Tak lama setelah itu, Pikiran Rakyat resmi mengantongi izin terbit dari Departemen Penerangan. Tak hanya media cetak, Pikiran Rakyat juga merambah dunia radio. Pada tahun 1989, hadir Radio Mustika Parahyangan yang kemudian dikenal sebagai PR FM, radio berita berbasis citizen report.

Di bidang percetakan, Pikiran Rakyat mengembangkan Granesia, yang awalnya hanya mencetak koran, hingga mampu memproduksi berbagai kebutuhan cetak lainnya. Perjalanan Pikiran Rakyat pun sempat menjangkau skala nasional, beredar hingga ke berbagai wilayah di Indonesia. Namun pada akhirnya, Pikiran Rakyat kembali fokus menjadi media yang kuat di Jawa Barat.

Era Digital dan Perkembangan Terbaru

Memasuki era digital, perubahan pun tak terelakkan. Pada tahun 1996, Pikiran Rakyat meluncurkan website Pikiran-Rakyat.com, yang menjadi salah satu pelopor portal berita di masanya, meski saat itu akses internet masih terbatas. Tahun 2019 berkembang menjadi Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) portal berjejaring di seluruh Indonesia.

Di balik perjalanan panjang ini, Pikiran Rakyat memegang teguh filosofi “Siger Tengah”. Sebuah sikap untuk tetap seimbang, menghadirkan informasi yang jernih di tengah berbagai perbedaan dan kepentingan.

Pada 24 Maret 2026, Pikiran Rakyat genap berusia 60 tahun. Sebuah perjalanan panjang dalam sejarah pers di Jawa Barat dan sebagai jejak pengabdian untuk Jawa Barat.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *