Kegiatan Kokurikuler Day 2026 di SATP Timika: Menumbuhkan Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan
Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) di Timika, Provinsi Papua Tengah, kembali menggelar kegiatan Kokurikuler Day 2026 dengan tema “Karya Nusantara” pada 9 hingga 10 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka melalui berbagai proyek dan aktivitas yang relevan dengan konteks pembelajaran nyata.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga untuk membentuk kesadaran lingkungan serta meningkatkan tanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Salah satu program unggulan dalam kegiatan ini adalah penanaman tanaman hias menggunakan pot dari barang bekas oleh siswa kelas 4.
Program Penanaman Tanaman dari Barang Bekas
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah program penanaman tanaman hias menggunakan pot dari bahan bekas. Siswa kelas 4 diberi tugas untuk memotong dan melubangi barang bekas seperti kaleng atau botol plastik agar dapat digunakan sebagai pot tanaman. Mereka kemudian menanam tanaman tersebut sendiri dan merawatnya setiap hari di kelas.
Wali Kelas 4B, Lena, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang teknik dasar menanam, pemilihan media tanam, serta perawatan tanaman. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Beragam Aktivitas Sesuai Tingkat Kelas
Setiap tingkat kelas memiliki fokus kegiatan yang berbeda dalam Kokurikuler Day 2026. Kelas 2 menampilkan drama dan tari nusantara, sedangkan kelas 3 menggelar market day dengan berbagai makanan khas. Kelas 4 fokus pada kegiatan menanam dan merawat tanaman dengan memanfaatkan barang bekas. Sementara itu, kelas 5 membuat buku saku cerita rakyat Papua, dan kelas 6 menampilkan tarian tradisional.
Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan suasana belajar menyenangkan dan relevan dengan konteks peserta didik. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan pendekatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka.
Persiapan yang Matang
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SATP, Dewa Komang Tri Mahayana, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak pertengahan Januari 2026. Tim guru dari kelas 2 sampai kelas 6 rutin mengadakan pertemuan setiap minggu untuk menyusun konsep kegiatan dan timeline bersama siswa.
Menurut Dewa, kegiatan kokurikuler ini tetap terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran seperti seni budaya, Pancasila, bahasa Indonesia, hingga pendidikan agama. Meskipun di luar pembelajaran inti, kegiatan ini tetap terhubung dengan kurikulum utama.
Manfaat dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan Kokurikuler Day merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan pemahaman siswa melalui berbagai karya. Dengan adanya kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program seperti penanaman tanaman dari barang bekas, siswa diajarkan untuk memahami pentingnya pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan. Hal ini juga membantu meningkatkan kesadaran akan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
Penutup
Kokurikuler Day 2026 di SATP Timika menjadi contoh sukses dalam mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata. Dengan berbagai aktivitas yang menarik dan bermanfaat, kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bentuk kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial.











