Kehidupan dan Karier Mohan Hazian
Mohan Hazian, seorang pengusaha muda asal Lampung yang kini menjadi sorotan publik, dikenal sebagai pendiri merek fesyen Thanksinsomnia. Lahir pada 4 Februari 1990, saat ini Mohan berusia 36 tahun. Ia menikah dengan Alya Putri Zayyan Shafa, seorang perempuan yang juga terlibat dalam dunia bisnis. Mohan mengikuti agama Islam dan memiliki latar belakang pendidikan yang cukup sederhana, lulus dari SMA di Jakarta setelah sempat menempuh masa SD di Jakarta dan SMP di Lampung.
Sebelum membangun brand fesyen, Mohan pernah bekerja di restoran siap saji selama satu tahun pada 2008, ketika usianya masih 18 tahun. Ia juga pernah bekerja di outlet fesyen terkenal di Senayan, serta mencoba berbagai bidang lain seperti bermain band, menjadi kurir, ikut casting FTV, hingga menjadi sales rokok di Jakarta. Pada tahun 2003, ia pindah ke Jakarta dan mulai menjalani bisnis fesyen.
Awal Mula Bisnis Thanksinsomnia
Mohan mulai mengadu nasib di Jakarta pada tahun 2003 dan mendirikan brand fesyen. Ketika pertama kali meluncurkan Thanksinsomnia, dia hanya menjual tas dan hoodie di forum jual beli Kaskus. Ia memanfaatkan relasinya untuk menitipkan barang dagangan di toko temannya. Saat itu, belum ada marketplace yang mendukung seperti sekarang. Mohan mengaku pernah menumpang menyimpan barang-barang di warnet yang dijaga temannya. Setelah itu, ia menyewa kamar kos dan kemudian menyewa rumah cukup besar untuk dijadikan kantor dan gudang.
Selain itu, Mohan juga pernah menulis buku berjudul Goresan Seorang Berandal dan Memulai Bisnis Kecil di Internet. Buku-buku tersebut sempat dipublikasikan oleh penerbit Shira Media di Yogyakarta.
Kasus Pelecehan Seksual yang Membuatnya Viral
Kasus ini mencuat setelah pengakuan korban berinisial AM. Menurut AM, ia dilecehkan oleh Mohan pada Mei 2025. Saat itu, korban sedang mendapat pekerjaan sebagai talent untuk photoshoot atau videoshoot salah satu brand. Pada saat photoshoot, korban mendapat ada hal aneh.
“Photoshoot dilakukan bersama 2 Photographer (termasuk Owner M) dan 1 Talent Scouter-nya yang menghubungi saya. Setelah photoshoot selesai saya berencana pulang, kemudian owner menanyakan apakah saya mau makan di suatu tempat. Pada saat itu masih ada Talent Scouter,” tulis AM, Minggu, (8/2/2026).
Korban mendapat ajakan makan malam dengan terduga pelaku. Lalu, dia dibawa masuk ke area photoshoot. Di sana pelaku melancarkan aksi pelecehan. AM berusaha melawan pelaku dengan cara mendorong, mencakar, dan memukulnya. Namun, AM kemudian mencoba menenangkan diri dan terlihat baik di depan pelaku agar bisa keluar dengan selamat.
“Saya pada saat itu sudah dissociating dan tidak bisa melawan lagi. Saya hanya berpikir bahwa saya akan diperkosa saat itu. Kemudian M berhenti. Kemudian saya dibiarkan pulang. Saya pulang menggunakan Taxi Online,” kata AM.
Setelah peristiwa itu, korban mengaku mengalami trauma. Setiap kali melihat wajah pelaku, korban merasa seperti ingin muntah.
Penarikan Buku dan Tindakan dari Pihak Terkait
Buntut dari dugaan kasus ini, penerbit Shira Media di Yogyakarta memutuskan menghentikan seluruh buku Mohan yang diterbitkan Shira Media. “Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan, kami memutus seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian. Ini meliputi seluruh rencana pencetakan ulang, distribusi, promosi, dan kerja sama penerbitan di masa mendatang. Kami juga meminta seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari peredaran,” kata Shira Media melalui Instagram, Senin.
Shira Media mendukung adanya penyelidikan yang transparan dan adil mengenai kasus dugaan pelecehan yang dilakukan Mohan.
Klarifikasi Mohan Hazian
Di sisi lain, Mohan membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap AM. “Kalian pasti udah tahu. Baca dari X yang sudah berseliweran tentang orang inisial M. Di sini gua mau menjelaskan bukan karena gua merasa ataupun orang yang dituduhkan oleh beliau,” kata Mohan lewat Instagram Story, Senin, (9/2/2026).
Mohan mengklaim tuduhan yang disampaikan AM telah berdampak pada dia, brand dia, dan keluarga dia. Padahal, menurut Mohan, tuduhan itu tidak benar. “Jadi, lu semua harus tahu ini semua merugikan gua, merugikan orang-orang di sekitar gua yang enggak tahu apa-apa tentang hal ini. Intinya semua tuduhan yang dituduhkan ini adalah tuduhan yang tidak berdasar, yang akan gua luruskan besok di konpers jam 08.00. Sekian dari gua,” katanya.
Sementara itu, brand Thanksinsomnia merilis pernyataan resmi untuk menyikapi kasus Mohan. Thanksinsomnia mengklaim sudah tidak ada hubungan kerja sama dengan Mohan. Dalam pernyataan yang ditandatangani Komisaris Thanksinsomnia Ferdiansyah dan Mohan, brand itu menyatakan kasus Mohan merupakan masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Thanksinsomnia.
“Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan pada 9 Februari 2026, pihak manajemen Thanksinsomnia memutuskan untuk menonaktifkan pihak terkait dan segala aktivitas selanjutnya,” kata Thanksinsomnia di Instagram, Senin.
Buku Mohan Hazian Ditarik
Penerbit Shira Media di Yogyakarta memutuskan menghentikan seluruh buku Mohan yang diterbitkan Shira Media. “Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan, kami memutus seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian. Ini meliputi seluruh rencana pencetakan ulang, distribusi, promosi, dan kerja sama penerbitan di masa mendatang. Kami juga meminta seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari peredaran,” kata Shira Media melalui Instagram, Senin.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











