"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

9 fakta kapal Dahliya F3 tenggelam di Kukar, penyebab dan perbedaan manifes sedang diselidiki

Kapal Dahliya F3 Karam di Perairan Ulak Besar, Muara Kaman

Kapal Dahliya F3 yang menempuh rute Samarinda-Melak (Kubar)-Long Bagun (Mahulu) karam di perairan sekitar Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Kejadian ini terjadi saat kapal melintasi perairan Ulak Besar, yang dikenal memiliki arus deras dan pusaran kuat.

Fakta-fakta Terkait Karamnya Kapal Dahliya F3

  1. Kapal Miring dan Kemasukan Air

    Menurut keterangan nakhoda, kapal berangkat dari Pelabuhan Samarinda sekitar pukul 07.00 WITA menuju Long Bagun dengan membawa penumpang serta muatan sembako. Sekitar pukul 16.00 WITA, kapal terkena arus deras di perairan Ulak Besar, sehingga kehilangan kendali dan mulai miring.

Ketua Organisasi Angkutan Sungai Mahakam Ulu (Orgamu), Husaini Anwar, menyatakan bahwa kapal membawa puluhan penumpang dan logistik dalam jumlah besar. Diduga akibat beban yang terlalu berat, kapal mulai miring hingga air masuk ke dalam lambung kapal.

  1. Proses Evakuasi Penumpang

    Kapal Karya Utama 7F yang sedang melintas memberikan bantuan evakuasi dan pengamanan bersama para pihak berwenang serta masyarakat. Seluruh penumpang, nakhoda, dan anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.

Pihak berwenang dari Kepolisian, Dishub Kukar, Kades Rantau Hempang, dan Kecamatan Muara Kaman terus melakukan koordinasi intensif di lapangan untuk menangani situasi tersebut.

  1. Perbedaan Data Manifes

    Dari hasil pencocokan data manifes awal, ditemukan perbedaan jumlah penumpang dan kru yang tercatat dengan jumlah sebenarnya di atas kapal saat kejadian. Data manifes mencatat total 42 orang, namun saat kejadian terdapat 52 orang di atas kapal.

Artinya, terdapat tambahan 6 penumpang dan 3 kru yang tidak tercatat dalam manifes resmi pelayaran. Selisih ini menjadi perhatian dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

  1. Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

    Kapolsek Muara Kaman, IPTU Gede Wijaya, memastikan seluruh penumpang dan kru kapal selamat. Para penumpang dan ABK langsung didata dan diamankan di rumah dinas camat setempat.

Empat orang yang sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami kedinginan dan syok akibat kejadian tersebut, tetapi kondisi mereka kini baik.

  1. Dugaan Penyebab dan Penyelidikan

    Dugaan awal penyebab tenggelamnya kapal adalah arus sungai yang berputar dan cukup kuat di kawasan Ulak Besar. Kondisi tersebut membuat kapal sulit dikendalikan oleh nahkoda.

Proses penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan penyebab pasti kecelakaan air tersebut. Nakhoda dan ABK juga dimintai keterangan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

  1. Kerugian Materil

    Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp1,5 Miliar, meliputi unit kapal dan mesin, muatan sembako (beras dan kebutuhan pokok lainnya) sebanyak 15 ton, serta 6 unit kendaraan roda dua (sepeda motor).

  2. Penanganan Keselamatan oleh Dishub

    Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Ahmad Maslihuddin, mengkonfirmasi kejadian tersebut dan memastikan fokus utama saat ini adalah keselamatan para penumpang. Koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk memastikan penanganan di lokasi berjalan cepat.

Dishub Kaltim mengimbau kepada seluruh operator kapal motor di lintasan Mahakam untuk selalu mematuhi kapasitas muatan demi keselamatan pelayaran, terutama saat kondisi arus sungai sedang tidak bersahabat.




Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *