Penemuan Jasad Siswa SMPN 26 Bandung dalam Kondisi Membusuk
Penemuan jasad seorang siswa SMPN 26 Bandung, berinisial ZAAQ, terjadi dalam kondisi yang sangat mengejutkan. Kejadian ini seperti dalam sebuah cerita film horor, di mana tim kreator konten horor menemukan mayat yang sudah membusuk saat melakukan syuting di lokasi tertentu.
Sebelumnya, tim tersebut juga sempat mengalami firasat aneh yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Akhirnya, para pelaku pembunuhan ZAAQ telah ditangkap oleh polisi. Mereka membunuh remaja itu dengan cara yang sangat sadis dan motif pembunuhan pun telah diungkap. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Seorang Tiktoker menemukan jasad siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat 13 Februari malam. Penemuan mayat siswa berinisial ZAAQ itu terjadi tanpa sengaja oleh pemilik akun Tim Trobos Mitos pada Jumat (13/2/2026).
Jasad tersebut ditemukan membusuk di kawasan eks obyek wisata Kampung Gajah yang sudah tutup dan terbengkalai. Salah satu anggota TTM mengurai cerita dalam siaran langsung-nya di TikTok. Anggota TTM itu mengaku awalnya ia dan tim datang ke lokasi pada Kamis malam. Momen tim TTM menuju ke lokasi itu kabarnya cukup berat dan penuh tantangan.
“Kita datang dari Banten hari Kamis, kita datang ke Bandung karena kita berangkat subuh, sampai mobil kita mogok diderek ke Bandung pakai towing kayak naik kora-kora,” ungkap anggota TTM dilansir TribunnewsBogor.com pada Minggu (15/2/2026).
Sebelum memutuskan untuk ke Bandung Barat, anggota TTM sempat punya firasat yang membingungkan. Hingga akhirnya mereka yang awalnya baru saja syuting di Banten, langsung bergegas pergi ke Bandung dalam waktu beberapa jam. “Gue enggak tahu kenapa pengin eksplore di tempat pesugihan babi ngepet itu, enggak tahu kenapa aku pengin di sana, awal cerita kita datang ke lokasi, kita izin,” pungkas anggota TTM.
Setibanya di lokasi yakni di bekas wisata Kampung Gajah, anggota TTM dibuat tak nyaman dengan bau tak sedap. Namun kala itu mereka mencoba berpikiran positif yakni bau busuk itu adalah bangkai hewan. “Pas kita datang, kita langsung nyium bau bangkai. Pertama kita datang ke lokasi itu emang kita langsung nyium bau bangkai, itu benar. Tapi aku masih berpikiran positif, ah mungkin bangkai tikus,” ujar anggota TTM.
Hingga akhirnya bau menyengat tersebut makin tercium ke hidung anggota TTM sehingga membuat mereka tidak nyaman. Salah satu anggota TTM pun mencoba mencari sumber bau dan menemukan ada hewan mati. “Ketika kita siap-siap, siapin tempat duduk, tripod, lighting, tiba-tiba nambah lagi ciuman bau bangkainya. Mang gege cek ternyata ada kucing meninggal. Aku kira cuma kucing itu yang meninggal, aku dekatin bau kucingnya, ternyata kucingnya enggak bau gini, kayak masih segar lah, baru digerumutin lalat,” kata anggota TTM.
Tapi setelah hewan yang mati itu dibuang, bau tak sedap di lokasi masih tercium menyengat. Anggota TTM lain pun akhirnya mengecek ke sumber bau busuk yang mereka cium. “Kelamaan ketika kita lagi baru mulai, sapa-sapa ngobrol, ini baunya tambah menyengat ketika ada angin dari titik korban ke arah kita. Baunya benar-benar menyengat, kita curiga, mang gege cek ke arah lokasi, takutnya ada bangkai apa yang aneh,” ungkap anggota TTM.
Mereka akhirnya menemukan sumber bau tak sedap yakni berasal dari jasad remaja yang tergeletak. “Mang gege nyamperin ke sana, cari titik bau tersebut. ketika mang gege maju ke depan ke arah tempat eksplore kita ternyata menemukan mayat yang tergeletak ternyata baunya mang gege juga enggak kuat, dia balik teriak-teriak,” imbuh anggota TTM.
Mengetahui hal tersebut, anggota TTM yang memegang kamera langsung merekam penemuan jasad remaja tersebut. Hal itu dilakukan agar TTM tidak dicurigai sebagai penyebab kematian korban. “Kita reflek bawa kamera, karena kita takut kejadian apa-apa, sabotase disangkain kita abis ngapain. Kita langsung datang ke almarhumah tergeletak, aku udah rekam,” akui anggota TTM.
Saat pertama kali melihat jasad remaja tersebut, anggota TTM sempat mengira korban adalah perempuan. Tapi nyatanya jasad yang tergeletak itu adalah laki-laki. “Awal aku datangin aku lihat semacam si korbannya tuh kayak cewek. Karena aku lihatnya dari belakang. Pas aku lihat kayak cewek, karena kayak ada rambutnya. Tapi yang aku anehin, di sini (atas) rambutnya pendek tapi belakangnya panjang,” pungkas anggota TTM.
Setelahnya, anggota TTM memanggil petugas keamanan setempat hingga Ketua RT. Setelah kejadian tersebut, polisi pun berhasil menguak jasad tersebut dan menangkap pelaku pembunuhan. Jasad itu inisial ZAAQ seorang siswa SMP SMPN 26 Bandung berusia 14 tahun.
ZAAQ pertama kali ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam oleh sekelompok kreator konten horor yang tengah melakukan aktivitas di area eks wisata tersebut.
Kronologi Pembunuhan
Sebelumnya, pembunuhan ini bukan aksi spontan. Pelaku YA (16) diketahui sudah merencanakan aksi kejinya sejak Sabtu (7/2/2026). Ia mengajak rekannya, APM (17), namun rencana itu sempat gagal. “Awalnya gagal karena APM sedang ada pekerjaan mendekorasi tempat pernikahan. Rencana itu baru terealisasi dua hari kemudian,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra Minggu (15/2/2026).
Pada Senin (9/2/2026), YA dan APM berangkat dari Garut menuju Bandung untuk menjemput korban tepat saat jam pulang sekolah. Tanpa curiga, korban bersedia diajak berbicara di kawasan eks Kampung Gajah, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Di lokasi yang sepi itulah, percekcokan pecah. YA yang sudah menyiapkan sangkur dan belat dari Garut langsung membabi buta menyerang korban.
Luka Kepala: Korban dihantam botol yang ditemukan di lokasi.
Luka Tusuk: Korban mengalami 8 tusukan di bagian perut yang mengakibatkan pendarahan hebat.
Setelah menghabisi nyawa ZAAQ, kedua pelaku langsung melarikan diri kembali ke Garut. Jasad ZAAQ baru ditemukan lima hari kemudian, Jumat (13/2/2026) malam, oleh dua orang konten kreator yang tengah melakukan syuting di area terbengkalai tersebut.
Berbekal hasil olah TKP dan penyidikan Tim Resmob Cimahi, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku. YA dan APM akhirnya diringkus di Kabupaten Garut pada Minggu (15/2/2026) dini hari. “Dalam kurun waktu 1×24 jam setelah penemuan jasad, tim berhasil mengamankan dua pelaku yang masih di bawah umur. Saat ini keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif,” kata AKBP Niko.
Motif Pelaku
Kedua pelaku YA (16) dan APM (17) yang masih berusia di bawah umur ini diamankan Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Cimahi di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut pada Sabtu (14/2/2026) malam. Kini YA (16) ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama dalam aksi pembunuhan berencana yang memilukan tersebut.
Penangkapan ini mengakhiri pelarian singkat mereka setelah membuang jasad korban di semak-semak objek wisata yang terbengkalai. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengungkapkan bahwa YA dan korban sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama. Namun, kedekatan bertahun-tahun itu hancur seketika akibat sebuah pernyataan dari korban yang menyinggung perasaan tersangka.
“Motif tersangka YA tega menghabisi korban karena sakit hati. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban memberikan pernyataan sikap bahwa ia ingin menghentikan atau memutus hubungan pertemanan dengan pelaku,” ujar AKBP Niko, Minggu (15/2), dikutip Tribunjabar.id.
Rasa sakit hati yang mendalam itu rupanya berubah menjadi rencana jahat. YA bersama APM diduga telah mengatur strategi untuk mengeksekusi korban di lokasi sepi, yakni di Desa Cihideung, Parongpong.
Terancam Pasal Berlapis hingga Pidana Mati
Meski YA masih berusia remaja, polisi tetap menjeratnya dengan pasal-pasal berat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) serta Undang-Undang Perlindungan Anak. “Karena indikasi pembunuhan berencana, YA dan rekannya dijerat Pasal 459 KHUP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun,” tegas Niko.
Polisi juga menyisipkan Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak guna memperkuat jeratan hukum atas hilangnya nyawa anak di bawah umur. Saat ini, YA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cimahi untuk mendalami kronologi lengkap saat ia mengeksekusi teman lamanya tersebut.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











