"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

10 film pendek Indonesia untuk mengusir kebosanan saat ngabuburit

Rekomendasi Film Pendek Indonesia untuk Mengisi Waktu Ngabuburit

Setelah menjalani berbagai aktivitas dan ibadah selama bulan Ramadhan, tiba saatnya untuk sedikit bersantai sebelum waktu berbuka puasa tiba. Masih tersisa sekitar 10-20 menit sebelum waktu berbuka, maka kamu bisa mengisi waktu tersebut dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Salah satu pilihan yang cocok adalah menonton film pendek.

Film pendek memiliki durasi yang singkat, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan cerita yang disajikan. Selain itu, film pendek juga bisa menjadi hiburan yang menarik, terutama ketika kamu ingin mengisi waktu ngabuburit. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi film pendek Indonesia yang cocok ditonton saat ngabuburit:

1. Kau, Rabu, dan Perkara2 Sepintas Lalu (2022)

Film pendek karya Riri Riza ini dibuat bersama Oppo Indonesia dan digarap oleh Miles Film. Durasi film ini sekitar 30 menit dan semua tangkapan gambarnya diambil menggunakan smartphone. Film ini dibintangi oleh Nicholas Saputra dan mendapatkan sambutan hangat dari penonton. Hingga saat ini, film ini telah mencapai lebih dari 3 juta kali pemutaran di YouTube.

Ceritanya mengisahkan seorang penulis novel ternama, Rhun (Nicholas Saputra), yang sedang menyelesaikan proses proofreading novelnya. Penerbit tempatnya bekerja mengirim seorang perempuan (Rania Putrisari) untuk membacakan kembali naskah-naskahnya sebelum novel dinyatakan selesai. Melihat dan mendengarkan suara perempuan itu setiap Rabu, membuat Rhun menaruh rasa. Sayangnya, jelang novel rampung sosok perempuan tersebut menghilang.

2. Di Rumah Sendirian (2020)

Film pendek ini dibuat oleh Hanung Bramantyo selama masa pandemi. Film ini menceritakan tentang anak perempuan Kala Madali yang terbangun dari tidur dan mendapati seisi rumah kosong. Ia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam rumah dan mulai mendengarkan suara-suara adiknya bernyanyi, melihat batu yang dilempar, serta kejadian mistik lainnya.

3. Unbaedah (2019)

Film pendek yang berdurasi 15 menit ini berhasil meraih penghargaan Film Favorit Anti Corruption Film Festival 2019. Ceritanya mengisahkan seorang ibu rumah tangga bernama Baedah yang selalu membawa pulang lebih jatah makanan dari acara-acara seperti pengajian. Tanpa disadari hal tersebut merupakan praktik korupsi kecil-kecilan yang membawa keluarga kecilnya mendapatkan kejadian tak terduga.

4. Elegi Melodi (2018)

Film pendek yang diperankan oleh Dayu Wijanto ini bahkan masuk ke dalam nominasi film pendek terbaik Piala Citra 2018. Ceritanya mengisahkan tentang seorang perempuan paruh baya bernama Maria yang terkenal periang dan bersemangat, namun harus mendapati dirinya divonis penyakit kanker. Maria ingin membuat musik video yang akan diputar saat prosesi pemakamannya.

5. Tilik (2018)

Film pendek yang sempat viral di tahun 2020 ini mengisahkan segerombolan ibu-ibu desa yang ingin menjenguk salah satu kerabatnya di rumah sakit kota. Film ini berhasil memenangkan Piala Maya 2018 kategori Film Pendek Terbaik dan mendapat penghargaan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019.

6. Anak Lanang (2017)

Film pendek ini secara implisit menggambarkan tentang patriarki yang sering terjadi di Indonesia. Film ini juga menorehkan prestasi tahun 2019 dengan mendapatkan “Outstanding Achievement” dalam Short Film Competition di Australia ke-14.

7. Balik Jakarta (2017)

Film pendek ini dibuat oleh Studio Antelope dan Jason Iskandar bersama Kedutaan Jerman di Indonesia. Film ini mengisahkan Togar (Yoga Mohamad), seorang fresh graduate yang menjadi tukang ojek dan bertemu dengan Günther, seorang turis Jerman yang ingin menemukan rumah masa kecilnya di kawasan Kebayoran.

8. Sandekala (2016)

Film pendek horor berdurasi 9 menit ini bercerita tentang ibu dan anak perempuannya yang hendak pulang ke rumah menjelang waktu magrib. Mereka mengalami kesulitan karena perjalanan yang seharusnya dekat menjadi sangat panjang.

9. Surat untuk Jakarta (2016)

Film pendek animasi ini menggambarkan kehidupan sebuah kota metropolitan dengan segala aktivitasnya. Film ini berhasil bersaing dalam gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2016 dan dinobatkan sebagai “Best Picture” dalam acara HelloFest 2016.

10. SingSot (2016)

Film pendek horor ini memenangkan tiga penghargaan sekaligus. Ceritanya mengisahkan anak laki-laki bernama Pulung yang kerap menginap di rumah sang nenek dan mengikuti nasihat dari neneknya untuk tidak terus menerus bersiul.

Itulah beberapa rekomendasi film pendek Indonesia yang cocok ditonton saat ngabuburit. Dengan durasi yang singkat, film-film ini bisa membuat waktu menunggu berbuka terasa lebih cepat.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *