"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Polda Bali Uji Kecocokan DNA WNA Ukraina Hilang, Buru 6 Bule Rusia dan Ukraina Diduga Penculik

Penyelidikan Terkait Temuan Potongan Tubuh Manusia di Bali

Polisi Daerah (Polda) Bali sedang fokus mengusut dan melakukan penyelidikan terkait temuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Lokasi penemuan berada di Muara Sungai Wos Teben, yang ditemukan pada Kamis (26/2). Polisi juga sedang mendalami kemungkinan keterkaitan antara temuan tersebut dengan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Tim DVI Biddokkes Polda Bali dan Bidlabfor sedang mengambil sampel DNA untuk kepentingan autopsi dan pencocokan data. Penyelidikan ini penting karena polisi harus memastikan identitas asli korban di tengah adanya laporan orang hilang dalam waktu dekat ini. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan bahwa salah satu langkah tim penyidik saat ini adalah mencocokkan sampel DNA tersebut dengan profil WNA asal Ukraina yang dikabarkan menjadi korban penculikan sebelum ditemukan tewas.

Kombes Pol Ariasandy membenarkan bahwa profil WNA tersebut masuk dalam daftar prioritas pencocokan. Akan tetapi juga dicocokkan dengan korban-korban yang dinyatakan hilang. “Ya, termasuk salah satunya itu (WNA Ukraina). Jadi kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk kita cocokkan dengan penemuan mayat ini, apakah cocok atau tidak?” jelas Kombes Pol Ariasandy saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/2).

Selain uji DNA, polisi juga tengah mendalami kemiripan ciri fisik, khususnya mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. Meski ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation.

Menurut Kombes Ariasandy, kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan membuat tim forensik harus bekerja ekstra hati-hati. Ia menyatakan bahwa dugaan-dugaan mengenai ciri fisik memang ada, namun kepastian mutlak harus menunggu hasil analisis kedokteran forensik agar bisa disinkronkan dengan data korban yang dinyatakan hilang.

Lebih lanjut, Kombes Ariasandy mengungkapkan pihak kepolisian telah bergerak cepat sejak penemuan potongan tubuh tersebut pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran petinggi kepolisian setempat.

“Setelah kita evakuasi pasca penemuan kemarin, kita langsung melakukan olah TKP yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis Polda serta Polres untuk mengidentifikasi awal potongan-potongan tubuh tersebut,” ujar Kombes Pol Ariasandy.

Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan awal, cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis.

“Kalau nampak nyata memang potongan tubuh, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar,” ungkapnya menggambarkan kondisi tragis mayat tersebut. Polisi menduga potongan-potongan tersebut sengaja dibuang ke air dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut.

Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan. “Sebagian besar bagian tubuh ketemu, mungkin yang hilang itu telapak tangan, semacam itu. Sebagian lengan kanan kiri, dada, bagian paha yang ditemukan. Telapak kaki kanan, yang lainnya masih belum ditemukan,” bebernya.

Kematian Korban Diduga Lebih dari Tiga Hari Lalu

Potongan tubuh manusia ditemukan di Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (26/2). Diduga mayat tersebut merupakan korban mutilasi. Potongan tersebut berupa kepala dada, bahu, lengan dan paha. Setelah ditemukan potongan mayat tersebut dibawa ke Forensik RSUP Prof Ngoerah.

dr. Nola Margaret Gunawan selaku dokter forensik di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah membeberkan potongan tubuh tersebut ia terima Kamis (26/2) sekitar pukul 16.00 Wita. “Yang mengantar dari Polsek Sukawati sudah dalam membusuk lanjut, baru sampai di situ saja pemeriksaan yang kami lakukan jadi masih berkoordinasi lebih detail dengan Polsek Sukawati,” jelas dr. Nola pada, Jumat (27/2).

dr. Nola mengaku belum melakukan pemeriksaan secara detail sebab jenazah datangnya di sore hari. Namun kematian korban diperkirakan sudah lebih dari tiga hari. “Karena sudah membusuk lanjut diperkirakan sudah lebih dari tiga hari (waktu kematian),” imbuhnya.

Untuk tindakan autopsi pihaknya masih menanti permintaan dari Polsek Sukawati atau Polres Gianyar. Hingga saat ini, dr. Nola terus berkoordinasi dengan penyidik. Ketika ditanya apakah potongan badan korban termasuk potongan profesional? dr. Nola menjawab sulit ditentukan kalau dari sekilas karena jenazah sudah dalam kondisi membusuk lanjut.

“Nanti ketika pada akhirnya diatuopsi kita berharap ada temuan yang bisa mengarahkan apakah ini potongan rapi atau tidak, itu bisa terjawab. Kalau identifikasi khusus memang ada, tetapi kami tidak coba bongkar lebih detail karena ini terkait dengan penyidikan,” terangnya.

Untuk penentuan apakah korban merupakan Warga Negara Asing (WNA) atau Warga Negara Indonesia (WNI) juga sulit terjawab. Sebab kata dia, secara visual tak dapat ditentukan dalam kondisi potongan badan korban sudah membusuk. Menurutnya, untuk mengetahui kewarganegaraanya harus dilakukan DNA namun DNA juga tidak bisa menunjukan korban warga negara apa namun dapat menunjukan korban ini siapa.

“Dari sana bisa dilacak dia warga negara apa, sebenarnya klu dari aspek antropologi dari struktur tulangnya baru kita bisa menentukan kedekatan populasi dengan kelompok mana apakah mongoloid, negronoid dan sebagainya,” bebernya.

“PL masih sangat minimal karena kami belum menerima permintaan apapun yang bisa dilakukan saat ini hanya PL. Belum ada mengarah ke jenis kelamin,” pungkasnya.

6 WNA Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penculikan

Kepolisian Daerah (Polda Bali) secara resmi menaikkan status hukum terhadap 6 Warga Negara Asing (WNA) menjadi tersangka dalam kasus penculikan seorang WNA Ukraina bernama Igor Komarov. Keenam tersangka ini berinisial RM, BK, AS, VN, SM, dan DH yang semuanya merupakan laki-laki berkebangsaan Ukraina dan Rusia.

Langkah tegas ini diambil setelah tim gabungan dari Polda Bali dan Polresta Denpasar melakukan serangkaian penyelidikan mendalam pasca menerima laporan resmi pada tanggal 16 Februari lalu.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan penetapan tersangka ini merupakan hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan secara komprehensif serta penelusuran terhadap berbagai alat bukti digital dan saksi-saksi di lapangan.

Menurutnya, tim penyidik telah menyusuri setiap perlintasan kendaraan yang dicurigai melalui rekaman CCTV serta mendeteksi pergerakan satu unit mobil roda empat dan dua kendaraan roda dua yang diduga digunakan oleh para pelaku sebelum dan sesudah peristiwa penculikan terjadi.

“Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh tim penyidik, kami telah secara resmi menaikkan status enam orang warga negara asing tersebut sebagai tersangka dalam peristiwa penculikan yang dilaporkan pada 15 Februari lalu,” kata Kombes Pol Ariasandy di Mapolda Bali, Jumat (27/2).

“Kami sedang berkoordinasi untuk menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) serta Red Notice melalui kepolisian Interpol untuk mengejar para tersangka yang terdeteksi telah meninggalkan wilayah Indonesia,” ujar Kabid Humas.

Ada dua orang masih berada di Indonesia,” imbuhnya.

Penyelidikan ini mendapatkan titik terang melalui analisis GPS yang terpasang pada kendaraan sewaan para pelaku. Data GPS tersebut menunjukkan bahwa kendaraan sempat berhenti di vila di daerah Tabanan. Setelah diperiksa, identik dengan lokasi di mana para pelaku sempat merekam video korban secara langsung.

Di lokasi tersebut, penyidik menemukan bercak darah yang setelah diuji identik dengan sampel darah yang juga ditemukan di dalam mobil Avanza yang disewa kelompok ini. Selain keenam tersangka utama, polisi juga telah mengamankan seorang pria WNA berinisial C di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23 Februari lalu.

Tersangka C berperan sebagai penyewa kendaraan dengan bayaran tertentu dan diketahui menggunakan paspor palsu untuk melancarkan aksinya. Penangkapan C di hotel di NTB yang menjadi pintu masuk pihak kepolisian untuk membongkar identitas jaringan pelaku lainnya.

Mengenai motif dan keberadaan korban, Kombes Pol Ariasandy menegaskan pihaknya masih terus melakukan pendalaman secara intensif. Terkait spekulasi adanya hubungan antara kasus penculikan ini dengan temuan potongan tubuh manusia beberapa waktu lalu, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan final.

Saat ini, tim Bidokkes Polda Bali tengah melakukan identifikasi dan mencocokkan DNA potongan tubuh tersebut dengan DNA orang tua korban penculikan untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara kedua kasus yang berbeda tersebut.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *