Pengertian dan Makna Malam Lailatul Qadar
Pada bulan Ramadan, terutama pada sepuluh hari terakhir, umat Muslim akan bersiap menyambut malam lailatul qadar. Malam ini merupakan momen istimewa yang penuh berkah dan kemuliaan bagi umat Islam. Menurut keyakinan, malam lailatul qadar adalah malam saat Allah SWT menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, malam ini juga diyakini sebagai malam yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Waktu pasti dari malam lailatul qadar dirahasiakan oleh Allah SWT.
Meskipun waktu pastinya tidak diketahui, banyak yang percaya bahwa malam lailatul qadar jatuh pada salah satu malam ganjil di antara sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Malam lailatul qadar sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim karena nilai malam ini lebih baik dari seribu bulan.
Arti dan Makna Kata “Qadar” dalam Al-Quran
Menurut penjelasan Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al-Quran, kata “qadar” memiliki tiga makna penting:
-
Qadar sebagai penetapan atau pengaturan
Kata “qadar” dalam malam lailatul qadar dimaknai sebagai malam penetapan Allah SWT bagi perjalanan hidup manusia. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Ad-Dukhan ayat 3. Pada malam lailatul qadar, Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi Nabi Muhammad SAW untuk mengajak manusia kepada agama yang benar, serta menetapkan perjalanan sejarah umat manusia. -
Qadar sebagai kemuliaan
Malam lailatul qadar adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Kemuliaan ini berasal dari fakta bahwa malam ini menjadi titik awal dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata “qadar” yang berarti kemuliaan ini ditemukan dalam surah Al-An’am ayat 91, yang menjelaskan bahwa kaum musyrik tidak memuliakan Allah sesuai dengan kemuliaannya. -
Qadar sebagai sempit
Malam lailatul qadar disebut sebagai malam yang sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surah Al-Qadar: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” Kata “qadar” yang berarti sempit ini digunakan dalam surah Ar-Ra’d ayat 26: “Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendakinya.”
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Berdasarkan informasi dari BAZNAS RI, terdapat enam tanda yang bisa menjadi petunjuk bagi umat Muslim dalam mengenali malam lailatul qadar:
-
Keheningan yang Mendalam
Malam lailatul qadar seringkali ditandai dengan suasana yang hening, mencerminkan keagungan malam tersebut dan menjadi petunjuk awal dari keberkahan yang akan datang. -
Cahaya yang Mencerahkan
Terkadang, cahaya luar biasa terlihat pada malam lailatul qadar, baik di langit maupun di sekitar tempat ibadah. Cahaya ini menjadi tanda keberkahan dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman. -
Perasaan Damai dan Ketenangan Batin
Umat Muslim yang merasakan malam lailatul qadar akan merasakan damai dan ketenangan batin yang luar biasa. Mereka merasa terhubung secara spiritual dengan Allah SWT dan merasakan kehadiran-Nya dengan kuat. -
Kesempatan untuk Bersedekah
Malam lailatul qadar sering dianggap sebagai malam di mana pahala amal ibadah dilipatgandakan. Oleh karena itu, malam ini menjadi kesempatan untuk bersedekah dan berbuat kebaikan. -
Kebiasaan Ibadah yang Intensif
Umat Muslim yang merasakan malam lailatul qadar seringkali merasa terdorong untuk melakukan ibadah secara intensif. Mereka akan merasa dorongan kuat untuk shalat malam, membaca Al-Quran, berdzikir, dan memanjatkan doa. -
Munculnya Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT
Beberapa umat Muslim akan beruntung mengalami tanda-tanda kebesaran Allah SWT, seperti mimpi penuh makna atau pengalaman spiritual yang mendalam.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Mengutip dari BAZNAS RI, terdapat tiga keutamaan utama bagi umat Muslim yang beribadah pada malam lailatul qadar:
-
Diampuni dosanya
Rasulullah SAW pernah berkata, “Siapa yang beribadah pada malam lailatul qadar dengan iman dan keikhlasan, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya yang telah lalu.” -
Nilai Pahala yang Dilipatgandakan
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa pahala berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala adalah pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Begitu juga dengan shalat pada malam lailatul qadar, pahalanya sama dengan shalat selama seribu bulan. -
Dikabulkan doanya
Malam lailatul qadar menjadi waktu istimewa untuk memohon rezeki dan ampunan dari Allah SWT. Dengan suasana tenang dan penuh kesungguhan, umat Muslim memiliki kesempatan untuk berdoa agar doa-doa yang dipanjatkan dikabulkan, rezeki dilimpahkan, dan dosa-dosa diampuni.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











