Prosesi Pemakaman Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir
Prosesi pemakaman penyanyi ternama Vidi Aldiano berlangsung dengan suasana duka yang menyelimuti Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Acara ini digelar pada Minggu (8/3/2026) pagi, di bawah guyuran hujan yang turun sejak jenazah tiba di lokasi pemakaman.
Sebelum prosesi pemakaman dimulai, jenazah suami dari aktris Sheila Dara ini terlebih dahulu disalatkan di sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari rumah duka di Jalan Kecapi 57, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Setelah salat jenazah selesai, iring-iringan ambulans dan pelayat mulai bergerak menuju kawasan Kebayoran Lama. Jenazah tiba di TPU Tanah Kusir sekitar pukul 08.00 WIB.
Kehadiran jenazah disambut oleh kerumunan pelayat yang sudah menunggu di lokasi. Tidak hanya pihak keluarga inti, sejumlah rekan sesama selebritas dan musisi tanah air tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Selain kerabat dekat, warga sekitar pun terlihat memadati area depan pemakaman untuk menyaksikan prosesi tersebut dari dekat.
Pihak pengelola pemakaman menempatkan jenazah Vidi Aldiano di Blok AA1 Blad 174. Secara spesifik, lokasi makam pelantun lagu “Nuansa Bening” ini berada di area belakang kompleks makam Proklamator RI, Bung Hatta. Selama prosesi penurunan jenazah ke liang lahat, suara doa dari para pelayat terdengar bersahutan dengan isak tangis yang pecah di tengah rintik hujan.
Sambutan dari Keluarga
Setelah prosesi penguburan selesai, adik kandung Vidi Aldiano, Vadi Akbar, tampil mewakili keluarga untuk memberikan sambutan. Di tengah suasana emosional di TPU Tanah Kusir, Vadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir mengantarkan kakaknya.
“Selamat pagi. Saya adiknya Vidi, atas nama keluarga, ingin mengucapkan terima kasih banyak buat rekan-rekan semuanya yang ada di sini,” ujar Vadi Akbar.
Vadi menyampaikan rasa terima kasihnya secara khusus kepada para sahabat dan orang-orang yang pernah menjalin kedekatan dengan almarhum. Ia berharap agar semua pihak yang mengenal Vidi dapat terus mengirimkan doa agar sang kakak mendapatkan tempat terbaik.
“Sahabat-sahabat Vidi, keluarga Vidi, dan semua yang pernah disentuh oleh Vidi, untuk datang hari ini untuk menyampaikan goodbye terakhirnya ke Vidi. Semoga teman-teman semua di sini, keluarga di sini, bisa ikut mendoakan Vidi hari ini dan seterusnya agar Vidi bisa diterima di sisi-Nya,” lanjutnya.
Pesan Terkait Tanggung Jawab Duniawi
Selain ungkapan terima kasih, Vadi juga menyampaikan pesan penting terkait tanggung jawab duniawi almarhum. Ia meminta kepada seluruh kerabat maupun rekan yang sekiranya masih memiliki urusan yang belum tuntas dengan Vidi, terutama mengenai persoalan materi, agar segera menghubungi pihak keluarga besar.
“Nanti kalau misalkan memang dari teman-teman, kerabat sini semuanya masih ada urusan yang belum selesai dengan Vidi, perihal utang piutang maupun perihal lainnya, bisa langsung datang ke kami sekeluarga,” jelas Vadi secara terbuka.
Penutup Prosesi Pemakaman
Menutup prosesi tersebut, Vadi menegaskan besarnya rasa cinta keluarga terhadap almarhum dan berharap Vidi dapat merasakan kasih sayang tersebut di peristirahatan terakhirnya.
“Sekali lagi terima kasih banyak. Kita semua sayang Vidi, dan semoga Vidi tahu kita semua sayang Vidi. Terima kasih semuanya,” pungkas Vadi.
Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB. Kepergiannya di usia 35 tahun ini terjadi setelah perjuangan panjang melawan penyakit kanker ginjal yang dideritanya sejak tahun 2019. Kabar duka tersebut sebelumnya telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan rekan-rekan musisi melalui berbagai platform media sosial pada Sabtu sore.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











