Pemulangan Jenazah Korban Kecelakaan Tug Boat di Batam
Pemulangan jenazah tiga korban kecelakaan tug boat Mega yang terbalik di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, mulai dilakukan pada Sabtu (7/3/2026) dini hari. Ketiga korban, yaitu Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bartuahman Damanik (KKM), telah dipulangkan dari RS Mutiara Aini ke rumah duka di Tiban dan Tembesi.
Suasana kamar jenazah RS Mutiara Aini yang sebelumnya dipenuhi isak tangis keluarga perlahan mulai lengang. Sebagian keluarga inti korban telah lebih dahulu dipulangkan karena masih syok dan histeris atas kejadian tersebut. Meski demikian, sejumlah kerabat masih terlihat mendampingi proses pemulasaran jenazah di kamar jenazah rumah sakit. Mereka menunggu proses administrasi dan persiapan pemulangan jenazah untuk segera dimakamkan.
Sekira pukul 00.53 WIB, pihak keluarga kapten tug boat Mega, Abdul Rahman, membuat surat pernyataan penolakan autopsi. “Kami dari perwakilan kapten kapal Abdul Rahman telah membuat surat persetujuan untuk dipulangkan dan disegerakan pemakaman. Kami menolak untuk otopsi,” ujar salah satu perwakilan keluarga kepada petugas. Sebelumnya jenazah sempat direncanakan dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses lebih lanjut. Namun pihak keluarga memilih langsung memulangkan jenazah ke rumah duka. “Beliau rumahnya di Tiban. Ini langsung kami bawa ke rumah duka,” katanya.
Tak lama setelah itu, satu unit ambulans disiapkan untuk membawa jenazah Abdul Rahman menuju rumah duka. Keluarga Guntur Pardede kemudian juga mengajukan permintaan yang sama. Jenazah pria berusia sekitar 50 tahun tersebut dipulangkan menggunakan ambulans menuju rumah duka. Selanjutnya, sekitar pukul 01.07 WIB, jenazah Jhonson Bartuahman Damanik juga diberangkatkan dari RS Mutiara Aini. Jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di kawasan Tembesi untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
Diduga Masih Selamat
Satu kru tug boat, Yusuf Tankin yang terbalik di perairan galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Batam, diduga masih berada di dalam kapal, pada Jumat (6/3/2026). Hingga Jumat malam, tim SAR gabungan belum dapat memastikan kondisi korban karena posisinya diduga terjebak di dalam badan kapal.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan total kru di kapal tersebut berjumlah lima orang. “Tiga orang meninggal dunia. Satu orang ditemukan selamat. Diduga satu orang lagi masih berada di dalam ruang mesin tug boat, atas nama Yusuf Tankin,” ujar AKP Bayu, Jumat malam. Ia melanjutkan, korban terakhir belum bisa dipastikan meninggal dunia atau masih hidup. Namun saat proses pencarian dilakukan, tim penyelam sempat mendapat respon dari dalam kapal.
“Info terakhir dari tim diver (penyelam), sempat ada komunikasi dari dalam ruang mesin. Saat penyelam mengetuk badan kapal, ada balasan dari dalam,” katanya. Namun tim penyelam belum dapat menjangkau posisi korban. Proses penyelaman akhirnya dihentikan sementara karena kondisi perairan di sekitar kapal dipenuhi minyak dan bahan bakar yang berpotensi membahayakan keselamatan penyelam.
“Di laut sudah banyak minyak atau bahan bakar. Penyelam tidak berani mengambil risiko, jadi penyelaman dihentikan sementara,” jelasnya.
Peristiwa Terjadi Saat Kapal Tanker Sandar
Peristiwa tersebut terjadi saat kapal tanker hendak sandar di dermaga PT ASL. Sekira pukul 14.30 WIB, kapal tanker Kyparissia dibantu oleh tug boat bernama Mega untuk proses pemanduan. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, tug boat tersebut tiba-tiba terbalik. Saat kejadian, cuaca di lokasi sedang hujan disertai angin kencang.
Sekitar pukul 15.15 WIB, tim penyelam dari PT Global Marine Engineer menemukan tiga kru kapal dalam kondisi meninggal dunia. Korban meninggal dunia diketahui bernama Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Johnson Bertuahman Damanik (KKM). Ketiganya telah dievakuasi ke rumah sakit Mutiara Aini, sementara korban selamat bernama M. Habib Ansyari yang merupakan anak buah kapal (ABK). Sementara satu kru lain diduga masih terjebak di dalam kapal.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud Polda Kepri dan pihak galangan kapal masih berupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang berada di dalam kapal tersebut.
Kejadian Berulang di ASL Batam
Kejadian kecelakaan maut di ASL Batam bukan kali pertama terjadi, belum lama ini sempat terjadi insiden kebakaran sehingga menyebabkan sejumlah orang tewas. Tragedi pertama terjadi pada 24 Juni 2025 saat kebakaran melanda kapal MT Federal II. Empat pekerja meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka. Belum pulih dari duka, insiden kembali terjadi pada 15 Oktober 2025 di kapal yang sama. Kali ini 14 pekerja tewas dan 17 lainnya mengalami luka.
Selanjutnya, pada 29 Desember 2025 dua pekerja meninggal akibat tersengat listrik saat pengecatan kapal. Kebakaran kembali terjadi pada 25 Januari 2026, meski tanpa korban jiwa. Terakhir yakni terjadi pada Jumat (6/3/2026). Kecelakaan laut tersebut terjadi saat sebuah tug boat sedang memandu kapal untuk sandar di kawasan galangan kapal ASL, Batu Aji, Batam.
Sebelumnya, rangkaian peristiwa ini memicu audit dan pemeriksaan menyeluruh oleh pengawas ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri.
Awal Mula Kejadian
Sebuah tug boat yang sedang memandu kapal untuk sandar terbalik saat cuaca buruk disertai angin kencang dan hujan deras. Dugaan kecelakaan kerja tersebut di kawasan galangan kapal ASL, Batu Aji, Batam, Jumat (6/3/2026) sore. Saat kejadian terdapat lima kru di atas tug boat tersebut. Dari informasi yang dihimpun lima kru tersebut, satu orang berhasil diselamatkan. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, dan 1 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tiga korban meninggal diketahui bernama Abdul Rahman, Guntur Pardede, dan Jhonson Bartuahman Damanik. Ketiganya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RS Mutiara Aini untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizky Subagyo melalui Wakapolsek Iptu Andi Pakpahan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tug boat yang memandu kapal sandar tiba-tiba terbalik sehingga para kru jatuh ke laut.
“Benar telah terjadi dugaan kecelakaan kerja di perairan sekitar galangan kapal ASL. Tug boat yang sedang memandu kapal sandar terbalik saat cuaca hujan dan angin kencang,” ujar Andi. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan serta pencarian terhadap dua kru yang dilaporkan hilang.
Pantauan di kamar jenazah RS Mutiara aini Batujai, suasana duka terlihat di kamar jenazah rumah sakit. Sejumlah keluarga korban menangis setelah mengetahui anggota keluarga mereka menjadi korban. Istri-istri korban terlihat menangis di ruang jenazah. Mereka tidak kuasa menahan kesedihan atas musibah tersebut.











