Kasus Bayi yang Dibuang di Gerobak Nasi Uduk, Ada Fakta Baru yang Muncul
Kasus bayi yang ditemukan dalam gerobak nasi uduk di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kini semakin memicu perhatian masyarakat. Awalnya, kasus ini sempat dikaitkan dengan seorang anak berusia 12 tahun yang diduga membuang bayi tersebut. Namun, kini muncul fakta baru yang menunjukkan bahwa sosok pria dewasa juga terlibat dalam kejadian ini.
Warga Melihat Pria Dewasa Membawa Tas Hitam
Menurut pengakuan Ketua RT setempat, Puluh, beberapa warga mengaku melihat seorang pria dewasa membawa tas hitam di sekitar lokasi penemuan bayi. Hal ini berbeda dengan informasi awal yang menyebutkan bahwa bayi itu dibuang oleh kakaknya yang masih berusia 12 tahun.
Puluh mengatakan bahwa warga pertama kali memberitahukannya tentang keberadaan bayi di dalam gerobak pada pukul 17.30 WIB. Setelah dicek, ternyata benar ada bayi berusia dua hari yang ditemukan dalam kondisi sehat. Ia kemudian segera menghubungi pihak kelurahan, puskesmas, kepolisian, dan Dinsos untuk penanganan lebih lanjut.
Penyelidikan Terhadap Sosok Pria Misterius
Polisi kini sedang melakukan penyelidikan terhadap sosok pria misterius yang dilihat oleh warga. Menurut Puluh, pria tersebut tidak dikenali oleh siapa pun. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mencari identitasnya.
Selain keterangan warga, polisi juga telah mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian. Semua data tersebut telah diserahkan kepada penyidik untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Isi Surat yang Menjadi Petunjuk
Bayi yang diberi inisial AR ditemukan dalam tas belanja warna hitam bersama perlengkapan bayi. Dalam surat yang ditemukan, tertulis bahwa bayi tersebut baru lahir pada Senin (2/3/2026) dan memiliki nama inisial AR. Surat itu juga menyebutkan bahwa ibu dari bayi tersebut sudah meninggal saat melahirkan.
Surat tersebut diduga ditulis oleh Z, kakak dari bayi AR yang berusia 12 tahun. Dalam suratnya, Z meminta orang yang menemukan adiknya untuk merawatnya sebagaimana anak sendiri. Ia juga menyampaikan permohonan agar bayi itu tidak dibiarkan seperti dirinya.
Kondisi Kesehatan Bayi yang Menguning
Setelah ditemukan, bayi AR dibawa ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa di Cipayung, Jakarta Timur. Saat tiba, kondisi bayi terlihat sehat, tetapi kulitnya tampak menguning. Hal ini menjadi tanda adanya jaundice pada bayi baru lahir.
Untuk menangani kondisi tersebut, panti memberikan susu Infantrini setiap satu jam sekali. Selain itu, bayi AR juga akan mendapatkan perawatan rutin dari Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk memastikan kesehatannya.
Proses Pengajuan Adopsi yang Rumit
Proses pengajuan adopsi anak terlantar tidaklah mudah. Menurut Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Rida Mufrida, pengadilan harus menentukan status anak tersebut sebagai putusan anak telantar atau negara sebelum proses adopsi dapat dilanjutkan.
Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengajukan adopsi terhadap bayi AR. Pihak panti dan Dinsos tetap menjalankan tugas mereka dalam memberikan perawatan dan perlindungan bagi bayi tersebut.











