"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Menjaga Tradisi dan Pembangunan, Pura Jadi Pusat Spiritualitas

KEHENINGAN NYEPI DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS KURA KURA BALI

Di tengah kawasan yang biasanya penuh dengan aktivitas pembangunan, KEK Kura Kura Bali mengalami keheningan total pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Keadaan ini tidak hanya menjadi momen untuk mengikuti aturan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi manajemen PT Bali Turtle Island Development (BTID) untuk kembali memperkuat hubungan mereka dengan akar budaya Bali.

Pura-Pura yang Tetap Berdiri di Tengah Perkembangan

Delapan pura peninggalan leluhur yang berada dalam kawasan ini masih berdiri tegak dan tak lekang oleh waktu. Mereka adalah Pura Pat Payung, Pura Taman Harum, Pura Batu Api, Pura Batu Kerep, Pura Puncakin Tingkih, Pura Tirta Harum, Pura Tanjung Sari, dan Pura Beji. Salah satu pura yang paling sakral adalah Pura Pat Payung, yang diperkirakan telah ada sejak 200 tahun lalu.

Pura Pat Payung memiliki kaitan erat dengan sejarah Kerajaan Klungkung. Konon, nama Pat Payung berasal dari peristiwa terbangnya payung Raja Klungkung saat bertempur melawan Raja Karangasem. Payung itu kemudian jatuh di lokasi tersebut sebagai simbol perlindungan. Selain itu, kehadiran Pura Pat Payung juga menandai semangat toleransi antara masyarakat Bali dan komunitas Muslim setempat.

Hubungan yang Baik antara Pengelola dan Pemangku Pura

I Ketut Sudiarsa, pemangku Pura Pat Payung generasi ketiga, menjelaskan bahwa pihak pengelola kawasan secara aktif menjalin komunikasi dan koordinasi. Setiap bulan, manajemen BTID rutin mengaturkan Pejati di sini untuk memohon keselamatan dan kelancaran pembangunan.

Selain Pura Pat Payung, Pura Batu Api juga menjadi simbol doa bagi kemakmuran ekonomi. I Made Sandya, pengempon Pura Batu Api, menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan kearifan lokal. Menurutnya, sinergi ini adalah kunci agar program pembangunan tidak berjalan sendiri, melainkan beriringan dengan tradisi budaya warga setempat.

Komitmen untuk Menjaga Keseimbangan

Zefri Alfaruqy, Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian spiritual. Ia menyatakan bahwa modernitas yang dibawa oleh perusahaan tidak akan menggeser tradisi, melainkan merangkulnya agar bisa berjalan beriringan.

Dengan mengedepankan konsep pariwisata yang memelihara akar budaya dan spiritual, delapan pura peninggalan leluhur ini akan terus menjadi mercusuar kearifan lokal yang memperkaya nilai kawasan.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *