"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Thomas Cup 2026 – Denmark Kehilangan Kekuatan Viktor Axelsen

Keberadaan Viktor Axelsen yang Tidak Tergantikan di Thomas Cup 2026

Kehadiran Viktor Axelsen di lapangan bulu tangkis telah menjadi salah satu aspek penting dalam kesuksesan Denmark dalam kompetisi Thomas Cup. Namun, dengan pensiunnya Axelsen pekan lalu setelah mengalami serangkaian cedera, tim tuan rumah akan merasakan kekosongan yang signifikan pada ajang Thomas Cup 2026 yang akan digelar pada 24 April hingga 3 Mei di Horsens, Denmark.

Axelsen, dengan postur tubuh tinggi dan dominasi yang luar biasa, menjadi tulang punggung kemenangan besar Denmark dalam Thomas Cup 2016. Kini, legenda bulu tangkis Denmark, Peter Gade, menilai bahwa tanpa Axelsen, perjalanan Denmark dalam babak penyisihan grup akan menjadi tantangan berat.

Tim Denmark yang Bergantung pada Pemain Baru

Tuan rumah Denmark kini sangat bergantung pada pemain-pemain seperti Anders Antonsen, Rasmus Gemke, Magnus Johannesen, dan Ditley Jaeger Holm. Antonsen, yang kini naik ke posisi tunggal teratas, membawa harapan baru bagi tim, tetapi juga mengungkap beberapa kerentanan di posisi tunggal kedua dan ketiga.

Dalam Grup C yang dianggap sebagai “grup maut” karena melibatkan Korea Selatan, Taiwan, dan Swedia, Denmark menghadapi tantangan berat. Gade, yang dulu memimpin serangan tunggal Denmark sebelum era Axelsen, menyatakan bahwa tanpa Axelsen, tim ini terlihat cukup rapuh, terutama di nomor tunggal kedua dan ketiga.

“Tanpa Viktor, tim ini cukup rapuh, terutama di nomor tunggal kedua dan ketiga,” ujar Gade. Ia menambahkan bahwa Malaysia dinilai lebih siap untuk lolos dari grup mereka (yang terdiri dari Jepang, Inggris, dan Finlandia), sementara Denmark harus menghadapi dua tim kuat yaitu Korea Selatan dan Taiwan agar bisa mencapai perempat final.

Potensi Tim Taiwan dan Keuntungan Bermain di Kandang

Gade mengatakan bahwa berdasarkan performa terkini, Taiwan mungkin menjadi tim teratas di Grup C. Sementara itu, ia juga mengakui bahwa kekuatan ganda Denmark bisa menjadi keuntungan bagi tim. Mathias Christiansen dan Rasmus Kjaer, yang merupakan pemain ganda campuran dan ganda lainnya, memiliki kemampuan untuk membentuk kombinasi baru.

“Masuknya Mathias dan Rasmus, bersama dengan pasangan-pasangan top, menunjukkan bahwa Denmark dapat bereksperimen dengan pasangan baru,” kata Gade. Ia percaya para pelatih sedang melakukan perubahan dalam latihan untuk menemukan kombinasi yang tepat dalam menghadapi lawan-lawan mereka.

Selain itu, Gade menilai bahwa dukungan dari penonton tuan rumah bisa menjadi keuntungan terbesar bagi Denmark. “Mereka harus memanfaatkan sepenuhnya keuntungan bermain di kandang sendiri,” ujarnya. Ia berharap pelatih dapat mengurangi tekanan dan memberi ruang bagi tim untuk bangkit dari ketertinggalan.

Perkiraan tentang Malaysia dan Peluang di Fase Gugur

Gade juga menyampaikan prediksi bahwa Malaysia akan unggul jika bertemu dengan Denmark di fase gugur, terutama dengan kembalinya Lee Zii Jia. “Malaysia unggul di atas kertas. Mereka lebih kuat di nomor ganda dan kemungkinan akan menargetkan setidaknya satu poin di nomor tunggal,” katanya.

Ia mengakui tidak yakin tentang kondisi terbaru Zii Jia, tetapi percaya bahwa jika pemain tersebut berada di level terbaiknya, peluang Malaysia di nomor tunggal ketiga akan meningkat.

Namun, meskipun demikian, Gade tetap berharap Denmark bisa meraih kemenangan di kandang sendiri. “Tetapi bukan tidak mungkin bagi Denmark. Nomor tunggal kedua dan ketiga bisa dimenangkan oleh siapa saja dan semuanya tergantung pada strategi,” katanya.

Menurutnya, baik Malaysia maupun Denmark memiliki pelatih berpengalaman, dan semua orang akan berusaha menunjukkan performa terbaik mereka.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *