Target PB ESI di Asian Games 2026
Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menetapkan target minimal lima medali dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hal ini dilakukan melalui partisipasi di sembilan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan. Tujuan utama dari target ini adalah untuk membawa prestasi terbaik dari kompetisi internasional tersebut.
Ketua Harian PB ESI Bambang Sunarwibawa menjelaskan bahwa target tersebut disesuaikan dengan jumlah nomor yang diikuti oleh Indonesia. Dari total 11 nomor yang tersedia, Indonesia memutuskan untuk mengikuti sembilan di antaranya. “Kita ada sembilan nomor pertandingan di Asian Games. Ini kita harapkan setidak-tidaknya dari sembilan nomor ini minimal lima kita mendapatkan prestasi, mendapatkan medali untuk kita bawa ke negara kita,” ujarnya saat berada di Jakarta, Kamis.
Nomor-nomor yang Diikuti
Indonesia akan mengikuti sembilan nomor pertandingan, yaitu Gran Turismo 7, eFootball, PUBG Mobile, nomor Martial Arts (Street Fighter 6, Tekken 8, dan King of Fighters XV), Pokémon Unite, Identity V, Honor of Kings, Naraka, serta Mobile Legends: Bang Bang. Sementara itu, dua nomor lainnya, yakni League of Legends (PC) dan Puyo Puyo Champions (PC) tidak diikuti.
Pelatih kepala tim nasional esports Indonesia Richard Permana menyebut sejumlah nomor memiliki peluang meraih podium berdasarkan analisis awal. “Di atas kertas kita punya nomor favorit, misalnya Mobile Legends, kita bisa cukup percaya diri, bisa finish podium, lalu ada PUBG Mobile, lalu ada Naraka, kami cukup optimistis, lalu ada eFootball, lalu kemungkinan juga Gran Turismo, semoga bisa podium finish,” kata Richard.
Namun demikian, ia menilai persaingan di tingkat Asia tetap ketat dengan kehadiran negara-negara kuat seperti Jepang, China, dan Korea Selatan di berbagai nomor pertandingan. Ia menambahkan, ketidakpastian komposisi peserta di tiap nomor juga menjadi tantangan tersendiri dalam memetakan peluang medali. “Karena kita belum tahu, biasanya kalau multievent kita enggak tahu negara mana saja yang entry by number,” ujar Richard mengenai persaingan dan potensi mendapatkan emas.
Persiapan Timnas Esports Indonesia
PB ESI saat ini juga terus mematangkan persiapan melalui program pemusatan latihan nasional guna meningkatkan kemampuan atlet. “Kita berharap kita bisa segera membantu para atlet, kita develop di National Training Camp, karena kita punya satu will development yang kita percaya bisa sanggup membantu para atlet kita achieve peak performance mereka nanti di Aichi Nagoya di bulan September nanti,” kata Richard.
Sementara itu, proses seleksi atlet untuk sebagian besar nomor telah rampung. Hanya dua nomor yang masih dalam tahap akhir seleksi, yakni Identity V dan Clash Royale, yang direncanakan digelar secara luring di Jakarta dalam waktu dekat. Selain itu, Indonesia juga masih harus melalui babak kualifikasi di sejumlah nomor seperti Honor of Kings, PUBG Mobile, Mobile Legends, Naraka, dan Identity V sebelum memastikan tempat di babak utama.
Prestasi di Asian Games 2023
Timnas esports Indonesia tidak berhasil membawa pulang medali dari Asian Games 2023 di Hangzhou, China. Meski begitu, PB ESI tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik pada ajang tahun 2026. Dengan strategi yang matang dan persiapan yang optimal, diharapkan Indonesia dapat meraih hasil yang lebih baik di Aichi-Nagoya.











