Kebakaran Besar di Kompleks Apartemen Wang Fuk Court
Kebakaran besar yang terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, telah menimbulkan banyak fakta baru. Dalam peristiwa ini, sedikitnya 94 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih hilang. Kebakaran yang berlangsung lebih dari 24 jam menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir, sehingga memicu investigasi besar-besaran dan langkah hukum terhadap pihak kontraktor.
Upaya Pemadaman Berlangsung Lebih dari 24 Jam
Petugas pemadam kebakaran bekerja tanpa henti menghadapi kondisi ekstrem seperti panas tinggi, asap tebal, serta runtuhan perancah bambu yang menyulitkan akses ke lantai tinggi gedung. Dua blok utama yang paling terdampak menjadi lokasi ditemukannya sebagian besar korban. Beberapa penghuni ditemukan selamat, meski kondisi mereka belum dijelaskan secara rinci.
Kompleks Wang Fuk Court terdiri dari delapan menara apartemen dan tengah menjalani renovasi ketika musibah terjadi. Seluruh bangunan dibungkus jaring hijau serta perancah bambu, yang diduga kuat mempercepat penyebaran api.
Kontraktor Ditangkap, Diduga Abaikan Standar Keamanan
Polisi Hong Kong menahan dua direktur dan seorang konsultan teknik dari sebuah perusahaan konstruksi yang menangani perawatan gedung. Mereka dituduh lalai dan menggunakan bahan yang tidak aman, sehingga diduga menyebabkan api menjalar tanpa terkendali. Dalam penggeledahan kantor, pihak berwenang menyita dokumen tender, daftar karyawan, puluhan perangkat komputer, dan sejumlah ponsel untuk keperluan penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada penggunaan jaring konstruksi yang mudah terbakar serta pemasangan perancah bambu yang tidak memenuhi standar keamanan.
Korban Tewas Tertinggi Sejak 1948, Ratusan Masih Hilang
Hingga Kamis malam, 83 korban tewas resmi terkonfirmasi, namun angka tersebut meningkat menjadi 94 setelah petugas menemukan korban tambahan dalam pengecekan lanjutan. Tragedi ini menjadi kebakaran paling mematikan sejak 1948 ketika kebakaran gudang menewaskan 176 orang. Sebanyak 279 orang masih tercatat hilang. Banyak keluarga korban masih menunggu kabar di pos-pos penampungan. Di antara mereka ada seorang ibu yang mencari putrinya sambil membawa foto kelulusan sang anak, simbol duka mendalam yang dirasakan warga Tai Po.
Dugaan Penyebab Utama: Material Mudah Terbakar dan Alarm Tidak Berfungsi
Saksi menyebut alarm kebakaran tidak berbunyi, sehingga warga mengetahui adanya bahaya dari bau asap dan teriakan tetangga. Kondisi bangunan yang dipenuhi material renovasi turut memperlambat proses evakuasi karena beberapa jalur darurat terhalang. Jaring hijau yang membungkus gedung diduga menjadi penyebab utama api menyebar cepat. Jaring semestinya dibuat dari material yang tidak mudah terbakar, namun video yang beredar menunjukkan jaring tersebut tampak melalap api dalam hitungan detik. Polisi kini memeriksa sampel material untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran standar keselamatan atau penggunaan bahan yang tidak tersertifikasi.
Respons Pemerintah dan Bantuan Kemanusiaan Mengalir
Pemerintah Hong Kong mengumumkan pembentukan dana bantuan sebesar 300 juta dolar Hong Kong untuk mendukung warga terdampak. Perusahaan-perusahaan besar juga ikut memberikan sumbangan, termasuk perusahaan otomotif dan yayasan amal dari sejumlah tokoh bisnis terkemuka. Sementara itu, lebih dari 900 warga yang kehilangan tempat tinggal sementara ditempatkan di delapan pos penampungan. Di malam kedua, sejumlah warga memilih tidur di pusat perbelanjaan terdekat untuk memberikan ruang bagi mereka yang lebih membutuhkan. Relawan datang membawa makanan ringan, selimut, dan perlengkapan kebersihan.
Kompleks Wang Fuk Court Berpenghuni Ribuan Orang
Kompleks yang dihuni lebih dari 4.600 orang dengan sekitar 2.000 unit apartemen ini merupakan bagian dari skema perumahan bersubsidi pemerintah. Wilayah Tai Po dikenal sebagai salah satu kawasan vital bagi warga kelas menengah yang kesulitan membeli rumah dengan harga pasar. Kepadatan penghuni dan struktur bangunan yang sedang direnovasi membuat upaya penyelamatan berlangsung lebih sulit. Banyak warga terjebak di lantai tinggi karena akses tangga darurat tertutup material pembangunan.
Evaluasi Sistem Keamanan dan Peraturan Konstruksi Segera Diperketat
Pakar keselamatan kebakaran menilai tragedi ini sebagai peringatan serius terkait lemahnya pengawasan proyek konstruksi bertingkat. Pemerintah setempat berencana meninjau ulang seluruh standar keselamatan, termasuk pemasangan alarm darurat sementara di proyek renovasi serta pembatasan penggunaan material yang mudah terbakar. Insiden ini diperkirakan akan mendorong perubahan besar pada regulasi konstruksi, terutama untuk gedung tinggi yang masih dalam tahap pembangunan atau renovasi besar.











