Pojokmedan.com – JAKARTA – eksekutif belum juga meresmikan Badan Pengelola Pengembangan Usaha Daya Anagata Nusantara alias BP Danantara , padahal lembaga baru ini rencananya diperkenalkan pada akhir 2024 lalu. Peraturan pemerintahan (PP) serta Peraturan Presiden (Perpres) yang mana menjadi dasar hukum pendirian BP Danantara juga belum diterbitkan Presiden Prabowo Subianto.
Keterlambatan itu pun mengakibatkan pertanyaan mendasar, apakah akan berdampak buruk bagi pembangunan ekonomi serta makro dunia usaha nasional?
Ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, Danantara punya prospek menjadi pilar penanaman modal di tempat Tanah Air. Bahkan, menjadi instrumen utama bagi perkembangan dunia usaha di dalam level 8 persen, seperti yang tersebut ditargetkan pemerintah pusat.
Kendati tidaklah secara gamblang, dirinya menyatakan akan ada dampak negatif bagi penanaman modal serta perekonomian, imbas keterlambatan pembangunan Danantara. Huda memandang, Indonesia memerlukan alat baru untuk memasifkan investasi.
Artinya, otoritas tidak ada melulu mengandalkan konsumsi rumah tangga untuk mengerek naik makro kegiatan ekonomi pada nomor 8%.
“Tidak bisa saja mengandalkan konsumsi rumah tangga, kita perlu sumber baru, salah satunya investasi. Dengan pembangunan ekonomi yang tersebut dikelola secara efektif, kita bisa saja mengawasi peningkatan dunia usaha yang digunakan signifikan,” ujar Huda ketika dikonfirmasi, Awal Minggu (13/1/2025).
Danantara diperlukan sebab aset BUMN belum dimanfaatkan optimal. Huda berharap lewat tangan dingin Danantara, pengelolaan pembangunan ekonomi lebih lanjut profesional lalu terarah.
“Jika dikelola oleh Danantara, diharapkan akan ada pengelolaan yang digunakan lebih tinggi profesional dan juga terarah, yang mana pada akhirnya akan memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan ekonomi,” paparnya.
“Dengan model pengelolaan yang tersebut profesional, Danantara diharapkan dapat mengempiskan risiko intervensi juga menciptakan lingkungan yang mana lebih lanjut stabil untuk investasi,” beber dia.





