Kecelakaan Maut di Jalan Raya Cilangkap, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Armada Jaklingko
Pada hari Rabu (12/11/2025) pagi, sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Seorang pengendara sepeda motor bernama Rahmat Juniarto tewas setelah terlindas armada Jaklingko. Korban yang berusia sekitar 30-an tahun ini diketahui memiliki pelat nomor B 4531 TBV.
Kejadian tersebut terjadi ketika korban sedang melaju dari arah berlawanan dan mencoba menyalip kendaraan lain. Saat itu, korban diduga mengalami senggolan dengan pengemudi sepeda motor lain, sehingga kehilangan kendali dan jatuh ke tengah jalan. Akibatnya, korban terlindas oleh armada Jaklingko yang sedang berjalan di jalur yang sama.
Saptani, pengemudi Jaklingko yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, mengatakan bahwa awalnya ia tidak menyadari adanya korban di bawah kendaraannya. Ia baru sadar setelah beberapa warga menjeritinya agar segera menepikan kendaraan. Saat itu, tubuh korban sudah terlindas di bawah mobil.
Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat pada kepala, wajah, tangan, dan kaki. Jenazah Rahmat Juniarto kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi sebagai bagian dari penyelidikan kasus yang ditangani oleh Unit Laka Satlantas Jakarta Timur.
Tips Menghindari Kecelakaan di Jalan Raya
Meskipun keterampilan mengemudi dasar penting, keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Menurut Marcell RDC Kurniawan, Training Director di The Real Driving Centre (RDC), kesadaran akan defensive driving menjadi salah satu faktor utama dalam mencegah kecelakaan.
- Defensive driving mengajarkan pengemudi untuk selalu waspada dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
- Pemahaman tentang risiko di jalan serta kemampuan membaca pergerakan kendaraan lain sangat penting agar bisa bereaksi tepat waktu.
- Selain itu, pengemudi juga harus memahami cara mengelola kelelahan dan emosi saat berkendara.
- Jika merasa lelah atau sulit fokus, sebaiknya beristirahat agar refleks dan kemampuan pengambilan keputusan tetap optimal.
- Hindari berkendara dalam kondisi marah atau stres karena dapat memicu tindakan agresif yang berbahaya.
Marcell juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap aturan lalu lintas dan etika berkendara. Banyak pengemudi yang mahir mengemudi, tetapi masih abai terhadap hal-hal mendasar seperti penggunaan lampu sein, menjaga lajur, atau mematuhi batas kecepatan.
Selain itu, kemampuan menangani kondisi darurat juga harus dikuasai. Contohnya, pengemudi harus tahu cara mengatasi rem blong, menghadapi aquaplaning saat hujan, atau menepi dengan aman saat kendaraan mengalami masalah di jalan tol.
Kesimpulan
Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keterampilan mengemudi, tetapi juga pada kesadaran, sikap, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di jalan. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar keselamatan, pengemudi dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan diri sendiri serta pengendara lain di jalan raya.











