"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

6 Lokasi Digerebek KPK, Temukan Uang Tunai di Rumah Dinas Bupati Ponorogo

Penyidik KPK Lakukan Penggeledahan di Enam Lokasi Terkait Kasus Korupsi Bupati Ponorogo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di enam lokasi berbeda di wilayah Ponorogo, Jawa Timur, pada Selasa (11/11/2025). Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Keenam lokasi tersebut meliputi rumah dinas bupati, rumah tersangka Sucipto (SC), kantor bupati, kantor Sekda, kantor BPKSDM, serta rumah Elly Widodo, adik Sugiri.

Penggeledahan dilakukan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan suap pengurusan jabatan, suap proyek pengadaan, dan gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo. Dalam pernyataannya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan lanjutan dari penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang sedang berlangsung.

Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik KPK berhasil mengamankan sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik. Selain itu, di rumah dinas Bupati, tim KPK juga menemukan uang tunai baru yang disita sebagai barang bukti. Uang tunai ini menjadi temuan terbaru yang terpisah dari uang Rp500 juta yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025).

Menurut penjelasan Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, uang Rp500 juta tersebut diterima melalui ipar bupati, Ninik (NNK), di rumah Ninik, bukan di rumah dinas. Penggeledahan kali ini menjadi bagian dari lanjutan penyidikan pasca-OTT yang menyeret nama Bupati Sugiri Sancoko.

Empat Tersangka dalam Kasus Ini

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Sekretaris Daerah Agus Pramono ditetapkan sebagai pihak penerima. Sementara Direktur RSUD dr. Harjono, Yunus Mahatma, serta pihak swasta Sucipto ditetapkan sebagai pemberi suap.

KPK menduga Sugiri menerima aliran dana sekitar Rp2,6 miliar dari tiga sumber berbeda, yakni suap pengurusan jabatan, fee proyek di RSUD, serta penerimaan gratifikasi lainnya.

Profil 4 Tersangka

Sugiri Sancoko

Sugiri Sancoko lahir pada 26 Februari 1971. Ia adalah Bupati Ponorogo yang menjabat pada periode 2021–2024. Pasangan Sugiri Sancoko – Lisdyarita yang diusung PDIP, PAN, PPP, dan Hanura memenangkan Pemilihan umum Bupati Ponorogo tahun 2020 dengan perolehan suara sebanyak 352.047 suara atau 61,7 persen.

Sugiri menginisiasi pembangunan mega proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang bertempat di Gunung Gamping, Sampung, Ponorogo yang dimulai di tahun 2022 serta dicanangkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ia populer karena figurnya sebagai Bupati Merakyat. Hal ini dibuktikan dengan simbol Semut Ireng yang banyak digunakan partisipan ketika kampanye 2020 yang menggambarkan bahwa Sugiri diusung rakyat banyak. Dalam bertugas, seringkali Sugiri turun langsung ke lapangan dan menemui warganya secara langsung.

Ia juga memiliki panggilan unik kepada rakyatnya, yaitu “Frenn/prenn” (dalam bahasa Inggris: Friend) yang berarti teman. Sugiri lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Sugiri berasal dari keluarga petani dan dibesarkan oleh pasangan (alm) Bapak Sinto dan (almh) Ibu Situn.

Putra ke-6 dari ke-7 bersaudara tersebut lahir di Ponorogo, 26 Februari 1971. Di tahun 2000, Sugiri menikah dengan Susilowati dan dikaruniai tiga orang anak (Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, dan Gibran Cahyaning Pangeran). Ketiga nama anak Sugiri terbilang cukup unik lantaran ia menggunakan pendekatan idiosinkratis dalam penamaannya.

Tokoh Ponorogo ini memiliki panggilan akrab “Kang Giri”. Ia meniti karir sebagai wartawan dan pengusaha reklame. Di tahun 2009-2014 menjadi anggota DPRD Jatim dan diperpanjang lagi di tahun 2014-2015. Di periode keduanya, Sugiri tidak menuntaskan jabatan dewan karena didorong maju ke Pilkada Ponorogo 2015, namun tidak memenangkan pemilihan.

Selama tidak menjabat, Sugiri pergi ke Aceh. Di sana, ia bertani jagung bersama beberapa rekan dari Jawa Timur. Berhenti dari bertani jagung, muncul tawaran untuk menetap di Sumatera. Sugiri sempat dipinang untuk menjadi calon Wakil Bupati Banyuasin di Sumatera Selatan yang banyak dihuni transmigran asal Ponorogo. Namun, berakhir dengan batal mendapatkan rekomendasi. Unik, Sugiri dilantik sebagai Bupati Ponorogo tepat di hari ulang tahunnya yang ke-50 di Gedung Grahadi: 26 Februari 2021.

Agus Pramono

Agus Pramono merupakan lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), kini dikenal sebagai Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia lahir di Madiun 55 tahun lalu, dan besar di Kecamatan Kebonsari. Kariernya dimulai sebagai Sekretaris Camat Dolopo pada 1998, lalu menjadi Camat Mejayan di awal 2000-an.

Pada 2009, ia dipercaya sebagai Kepala Bakesbangpolinmas Kabupaten Madiun, kemudian menjabat Asisten Pemerintahan pada 2011.

Yunus Mahatma

Lahir di Kabupaten Blitar, dr Yunus Mahatma menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Brawijaya Malang. Ia memulai karier sebagai PNS di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku pada 1991, sebelum pindah ke Magetan pada 1999 akibat kerusuhan.

Setelah menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam di Universitas Diponegoro, ia sempat mengabdi di Aceh, lalu kembali ke Magetan pada 2006. Pada 2013, ia menjabat sebagai Direktur RSUD dr Sayidiman Magetan hingga 2019. Pada 2021, dr Yunus memilih pensiun dini dan mengikuti asesmen untuk menjadi Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo.

Sucipto

Belum ada informasi mengenai sosok Sucipto, rekanan RSUD Ponorogo.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *