"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Kronologi Ayah Tiri Buang Jazad Alvaro Kiano Setelah Dibunuh, Tahu Lokasi Sebelumnya

Kronologi Pembunuhan dan Pembuangan Jenazah Alvaro Kiano Nugroho

Pada 6 Maret 2025, seorang anak berusia 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho diculik oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49). Kejadian ini terjadi di Tangerang, Banten. Setelah diculik, korban dibunuh malam itu dengan cara dibekap karena terus menangis setelah mengalami penculikan.

Jenazah Alvaro sempat disimpan selama tiga hari di garasi rumah Alex. Pada 9 Maret 2025, jenazah yang telah dibungkus plastik hitam dibawa menggunakan mobil silver dan dibuang ke bawah Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor.

Lokasi Pembuangan Jenazah yang Dipilih Secara Matang

Menurut informasi dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, Alex Iskandar sudah mengetahui kondisi lokasi yang dikenal sepi dan minim penerangan sebelum membuang jenazah. Hal ini membuat pelaku yakin bahwa jenazah korban akan sulit ditemukan.

Alex tidak memilih acak lokasi tersebut hingga kerangka Alvaro ditemukan polisi. Menurut Ardian, hasil pemeriksaan penyidik menunjukkan bahwa Jembatan Cilalay merupakan area yang tidak terlalu ramai dan sering digunakan warga sebagai lokasi pembuangan sampah. Kondisi ini membuat pelaku merasa aman untuk membuang jenazah di sana.

Selain itu, Alex diketahui memiliki kerabat yang tinggal di sekitar Tenjo. Hal ini membuatnya memahami kondisi lingkungan di wilayah tersebut, termasuk titik-titik yang jarang dilalui warga. Ini dimanfaatkannya untuk mencari lokasi pembuangan jenazah yang dianggap aman.

“Pelaku yakin jenazah tidak akan ditemukan karena tempatnya sepi, minim penerangan, dan berada di bawah struktur jembatan,” ujar Ardian.

Penemuan Kerangka Alvaro

Kerangka Alvaro Kiano baru ditemukan pada Jumat (21/11/2025) setelah saksi kunci memberikan informasi kepada penyidik mengenai lokasi tersebut.

Saat ditemukan, kerangka sudah terpisah akibat proses pembusukan alami sehingga bukan merupakan mutilasi. “Tulang merupakan kerangka manusia berjenis kelamin laki-laki dengan ciri morfologi ras mongoloid,” ucap dr Farah, dokter forensik RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Farah menjelaskan, pihaknya menerima kiriman kerangka manusia itu pada Senin (24/11/2025) pukul 00.15 WIB dan mulai dilakukan pemeriksaan pada pukul 08.00 WIB. Saat itu rumah sakit menerima dua kantong jenazah, yang salah satu kantong berisi dua helai pakaian berupa satu helai kemeja lengan panjang putih dan satu helai celana pendek. Sementara satu kantong lainnya berisikan beberapa potong kerangka atau tulang belulang.

“Dari hasil analisa terhadap tulang tersebut, kami mendapatkan potongan tulang kerangka manusia bercampur pasir dan beberapa tulang yang diduga bukan berasal dari manusia,” kata Farah.

Dari tulang yang berasal dari manusia, tim dokter bisa memperkirakan sejumlah identifikasi, salah satunya perkiraan ras, yakni mongoloid. Perkiraan jenis kelamin dari tulang tengkorak mengarah ke jenis kelamin laki-laki, hanya saja usianya tidak bisa didapatkan secara persis.

Analisa terhadap gigi tidak bisa dilakukan karena tulang rahang tidak ditemukan. Tim dokter telah mengambil sampel DNA dari kerangka manusia itu. Sampel tersebut sudah diserahkan ke penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *