Peringatan Santo dan Santa pada 26 November 2025
Pada hari Rabu, 26 November 2025, Gereja Katolik merayakan peringatan beberapa orang kudus yang memiliki kisah hidup yang luar biasa. Berikut adalah kisah-kisah menginspirasi dari beberapa santo dan santa yang menjadi teladan bagi umat Kristiani.
Santo Yohanes Berchmans, Pengaku Iman
Yohanes Berchmans lahir di kota Diest, Belgia Tengah pada tanggal 13 Maret 1599. Ayahnya seorang tukang kayu yang berharap anaknya akan menjadi orang yang berpangkat tinggi dan terkenal. Dalam sikapnya yang tenang seperti air jernih, Yohanes bercita-cita menuntut ilmu setinggi-tingginya. Ia mendapat pelajaran bahasa Latin dari Peter Emerich, seorang imam yang sering mengajaknya ke biara dan pastoran. Pengalaman ini mempengaruhi cita-citanya untuk menjadi seorang imam.
Namun, karena keadaan ekonomi keluarga yang sulit, ia dipanggil pulang untuk membantu ayahnya. Meskipun ayahnya memutuskan untuk menghentikan studinya, Yohanes tidak menyerah. Ia melanjutkan studinya dengan tanggungan pribadi dan menjalani hidup sederhana. Ia bekerja sebagai pelayan di gereja Katedral sambil mengikuti pelajaran di sebuah kolese umum. Kecerdasan dan tekadnya membuat ia selalu lulus ujian dengan nilai gemilang.
Pada tahun 1615, Yohanes pindah ke Kolese Yesuit di Malines. Di sana, semangat perjuangan para misionaris Yesuit di Inggris menarik perhatiannya. Pada tahun 1616, ia masuk novisiat Yesuit dan setahun kemudian dikirim ke Roma untuk melanjutkan studinya. Suratnya kepada orang tua menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hati.
Sebagai novis, Yohanes menunjukkan kehidupan asketik yang luar biasa. Ia meninggal dalam usia 22 tahun, namun dinyatakan ‘kudus’ oleh Gereja karena kesempurnaan dalam menjalani tugas-tugas harian. Ia menjadi contoh teladan bagi para pelajar.
Santo Silvester Gozzolini, Abbas dan Pengaku Iman
Silvester lahir di Osimo, Italia pada tahun 1177 dari keluarga bangsawan kaya. Ia belajar ilmu hukum di Bologna dan Padua, lalu menjadi ahli hukum. Namun, ia meninggalkan jabatannya dan memilih bidang teologi untuk menjadi imam. Setelah itu, ia menjalani kehidupan pertapa di Grotta Fucile.
Pada tahun 1231, ia mendirikan biara pertapaan di Monte Fano, yang dikenal sebagai Ordo Santo Silvester. Di bawah pimpinan Silvester, ordo ini berkembang pesat. Ia wafat pada tahun 1261 dan dinyatakan ‘kudus’ oleh Paus Klemens VIII pada tahun 1598.
Santo Leonardus Porto Morizio, Pengaku Iman
Leonardus lahir di Porto Morizio, Italia pada tanggal 20 Desember 1676. Pada usia 13 tahun, ia dipanggil ke Roma oleh pamannya untuk dididik di kolese Yesuit. Meskipun pamannya ingin ia menjadi dokter, Leonardus menolak dan memilih jalur spiritual. Ia diterima dalam Tarekat Fransiskan dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1703.
Ia menjadi misionaris Fransiskan yang rajin dan tekun dalam tugasnya. Ia mengelilingi seluruh Italia untuk berkotbah dan mengajar. Salah satu keistimewaannya adalah kesukaannya merenungkan peristiwa Sengsara Yesus, yang kemudian menjadi dasar devosi “Jalan Salib” yang kita kenal sekarang.
Leonardus wafat pada tahun 1751 dan dinyatakan sebagai ‘santo’ pada tahun 1867.
Santo Sarbel Maklouf, Pengaku Iman
Sarbel Maklouf lahir di Libanon pada tahun 1822. Ia adalah seorang rahib Maronit yang dikenal sebagai “Bapa Kami” oleh penduduk setempat. Ia hidup sederhana, rajin berdoa, dan selalu membantu orang-orang miskin. Ia bertapa di puncak gunung Annaya dan meninggal pada tahun 1898.
Setelah kematian Sarbel, makamnya menjadi tempat ziarah yang ramai. Berbagai mujizat penyembuhan terjadi di sana. Penyelidikan Vatikan terhadap jenazahnya menemukan bahwa jenazahnya masih utuh meskipun sudah 68 tahun dikuburkan. Darah yang keluar dari jenazahnya juga menunjukkan hal-hal yang aneh.
Akhirnya, Sarbel dinyatakan sebagai ‘kudus’ oleh Paus Paulus VI pada tahun 1965. Sampai saat ini, makamnya tetap menjadi tempat ziarah yang dikunjungi banyak orang dari berbagai latar belakang agama.











