Protes Sosok Pria di Klaten Viral karena Keluhan di Jaket
Seorang pria di Kota Klaten, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah protesnya terhadap pelayanan kepolisian viral di media sosial. Aksi unik yang dilakukannya adalah dengan menuliskan keluhannya di jaket dan mengenakannya sambil berkendara sepeda motor. Jaket berwarna orange dan hitam tersebut memperlihatkan tulisan tentang pengalaman buruk yang dialaminya dengan aparat kepolisian.
Di bagian belakang jaket, terdapat tulisan yang menyebutkan bahwa pria tersebut merasa dipersulit oleh polisi saat membuat laporan pada 26 Juni 2024 hingga kini masih belum ada kejelasan. Tulisan tersebut juga menyebutkan instansi yang terkait, yaitu Polsek Klaten Kota dan Polres Kabupaten Klaten. Video yang diunggah oleh akun Instagram @klatenkita telah mendapatkan lebih dari 13.000 suka dan 738 komentar.
Aksi pria ini menarik perhatian netizen dan memicu simpati dari banyak orang. Banyak komentar yang menyampaikan dukungan untuk pria tersebut, seperti:
- “ya Allah.. smoga diberi kemudahan ya pak (emoticon sedih),”
- “Ini cara kita ketika Nurani menjerit. saya doakan mas segera selesai masalah yg selama ini membebani. Tuhan akan menolong mas. sandarkan pd Tuhan yg maha Kuasa akan mendengar setiap derai airmata kita (emoticon hati),”
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, mengonfirmasi adanya laporan yang disampaikan oleh pria tersebut. Ia menjelaskan bahwa pria tersebut memiliki inisial MSA dan melaporkan kasus fitnah serta penghinaan terhadap keluarganya. Kasus ini sedang dalam penyelidikan dan terlapor masih merupakan anggota keluarga MSA.
“Terlapor masih dalam satu keluarga. Yaitu pemfitnahan dalam persidangan perdata di PA Klaten pada saat pembagian waris,” ujar Taufik.
Polisi telah memeriksa 11 saksi dan meminta pendapat ahli pidana maupun ahli bahasa. Selain itu, pihak kepolisian juga sudah melakukan gelar perkara dan memberitahu korban tentang proses penanganan kasus ini.
Kejadian Lain: Penjual Sayur di Situbondo Tak Melapor ke Polisi
Sementara itu, di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, seorang penjual sayur bernama Sutia Ningsih (80) memilih tidak melapor ke polisi meskipun rumahnya dicuri. Uang pinjaman sebesar Rp6 juta yang baru ia terima untuk modal usaha hilang setelah pencuri masuk melalui jendela.
Ningsih mengatakan bahwa ia hanya melapor kepada kepala dusun dan tidak melaporkan ke polisi karena merasa tidak ada kepastian bahwa uangnya bisa kembali atau pelaku tertangkap. Ia juga merujuk pada kejadian sebelumnya di wilayah tersebut, di mana pencuri tidak pernah tertangkap.
“Belum ada laporan ke polres maupun polsek, nanti anggota saya suruh cek,” kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan.









