"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Hype! Fakta Menarik tentang Chinatown Pantjoran PIK

Sejarah Pantjoran Chinatown PIK



Pantjoran Chinatown PIK, yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, kini menjadi salah satu destinasi yang sedang viral. Banyak selebgram, influencer, atau bahkan YouTuber yang mengunjungi tempat ini untuk membuat konten.

Pantjoran Chinatown PIK adalah pusat kuliner yang menawarkan berbagai makanan dan minuman dengan nuansa Tiongkok. Kawasan ini memiliki sejarah yang panjang, karena beberapa pedagang makanan sudah berjualan sejak tahun 1927. Menu turun temurun inilah yang menjadi andalan mereka.

Kawasan pecinan ini dibangun di atas tanah seluas 5.300 meter persegi, di bawah naungan Agung Sedayu Group dan Salim Group. Arsitekturnya terinspirasi dari Kota Zhangzhou, Ibu Kota Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Pembenahan kawasan ini selesai pada tahun 2020 dan resmi dibuka pada November 2020 lalu.

Apa Saja yang Ada di Pantjoran PIK?



Selain sebagai pusat kuliner, Pantjoran PIK juga menjadi tempat wisata dengan banyak spot foto yang unik dan menarik lengkap dengan ornamen-ornamen Tiongkok modern. Berikut beberapa hal yang bisa kamu temukan di sana.

Alamat

Pantai Indah Kapuk 2, Kamal Muara, Kota Jakarta Utara.

Jam Buka

07.00 – 23.00 WIB

Harga Tiket

Gratis

1. Gapura



Sebelum memasuki kawasan pecinan, kamu akan disambut dengan sebuah gapura besar yang ikonik. Gapura ini langsung mempresentasikan kesan dan nuansa perkampungan Tiongkok yang kental.

Gapura yang berdiri dengan gagah ini identik dengan warna merah tua yang berpadu dengan warna kuning, biru, dan emas sebagai warna dari ukiran aksara Tiongkok. Jangan lupa abadikan momenmu di gapura ini, ya.

2. Diorama



Masuk ke dalamnya kamu akan menemukan sekitar 8 diorama karya seniman Gladys Teo Simpson. Setiap diorama menggambarkan kisah-kisah menarik yang berkaitan dengan budaya dan sejarah Pantjoran.

Jadi, selain menjadi tempat yang indah untuk di foto, diorama ini juga bisa dijadikan sebagai sarana edukasi, lho.

3. Mural



Selain diorama kamu juga akan menemukan banyak sekali tembok-tembok yang sudah dilukis atau bisa kita sebut dengan mural. Bukan sekadar coretan, tembok-tembok kokoh ini berisikan lukisan tentang kebudayaan masyarakat Tiongkok, seperti pertandingan kung-fu, penampilan barongsai, gambaran tentang penempa pedang, hingga kehidupan masyarakat Tiongkok lainnya.

Karena penuh dengan warna dan gambar, tembok-tembok ini juga menjadi salah satu spot menarik bagi para pengunjung untuk berfoto.

4. Pagoda



Satu bangunan yang paling mencolok dan tentu saja menjadi ikon dari Pantjoran PIK adalah sebuah Pagoda yang berada di tengah kawasan. Bangunan raksasa tersebut berupa kuil yang memiliki atap bertumpuk dan berwarna merah, sangat identik dengan etnis Tionghoa.

Kabar baiknya, pagoda tersebut sudah dibuka untuk umum, lho. Namun, masih secara bertahap. Melalui pengumuman Instagram, bagian dalam pagoda yang sebenarnya tidak pernah dibuka, sudah mulai bisa diakses per Agustus 2022 dan pengunjung baru bisa mengunjungi lantai 1 saja.

Pengunjung yang datang ke lantai satu bisa menemukan bazar moon cake, makanan tradisional masyarakat Tionghoa saat perayaan Festival Musim Gugur.

Walaupun konsepnya pecinan, kamu tidak perlu cemas. Ini karena Pantjoran PIK menyediakan tempat ibadah seperti Mushola untuk memudahkan umat muslim beribadah.

5. 80 tenant makanan



Kawasan ini memiliki lebih dari 80 tenant yang menjual berbagai aneka makanan, mulai dari jajanan kaki lima legendaris, hidangan peranakan, hingga menu tradisional yang hanya dapat ditemui di Pantjoran PIK.

Dari beberapa tenant yang ada, di antaranya telah berdiri sejak 1925, yaitu Wong Fu Kie dan Es Kopi Tak Kie yang berdiri sejak 1927. Dan masih banyak pilihan kuliner dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga ratusan ribu. Di sini juga menyediakan makanan non-halal, jadi untuk kamu yang muslim bisa terlebih dahulu bertanya sebelum membeli, ya.

6. Seni pertunjukkan



Kalau beruntung, pengunjung yang datang jelang hari-hari besar Tiongkok, seperti Imlek atau hari besar lainnya nantinya akan disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan. Mulai dari pertunjukan musik Guzheng, tarian seribu tangan, pertunjukan barongsai, hingga tai chi.

7. Berkeliling dengan bus



Sebagai informasi tambahan, kawasan yang dibangun di atas lahan seluas 5.300 meter persegi ini juga menyediakan bus wisata untuk pengunjung yang ingin mengelilingi kawasan tersebut. Untuk sekali perjalanan, wisatawan dan pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp20.000.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *