"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Kakek Tarman Bagi Uang Rp 100.000, Ternyata Hasil Gadai Mobil Rental

Kakek Tarman dan Kasus Cek Palsu yang Membuat Heboh

Kakek Tarman, seorang pria berusia 74 tahun asal Wonogiri, Jawa Tengah, sempat menjadi perbincangan publik setelah membagikan uang Rp 100.000 kepada tamu undangan dalam pernikahannya dengan Sheila Arika (23) warga Pacitan, Jawa Timur. Tindakan ini membuat keluarga Sheila semakin percaya pada niat tulus Tarman. Namun, ternyata uang tersebut berasal dari hasil menggadaikan mobil rental.

Mobil rental itu digunakan oleh Tarman saat datang ke rumah Sheila. Setelah itu, ia menggadaikannya kepada tetangga Sheila senilai Rp 50 juta. Uang hasil gadaian itulah yang digunakan untuk memberi hadiah kepada tamu undangan. Salah satu tamu menerima amplop berisi uang Rp 100 ribu.

Kelompok keluarga Sheila pun yakin bahwa cek senilai Rp 3 miliar yang diberikan sebagai mahar pernikahan akan segera cair. Namun, kasus ini akhirnya terungkap ketika pemilik mobil rental mengetahui adanya penipuan. Akibatnya, kini Tarman ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan cek mahar pernikahan.

Penjelasan dari Kapolres Pacitan

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menjelaskan bahwa mobil yang digunakan Mbah Tarman ke rumah Sheila merupakan mobil rental. Mobil tersebut kemudian digadaikan ke tetangga Sheila di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, dengan nilai Rp 50 juta. Uang hasil gadaian itu dibagikan kepada tamu undangan pernikahan.

Menurut Ayub, orang tua Sheila dan Sheila sendiri semakin percaya bahwa cek senilai Rp 3 miliar akan segera cair karena tindakan Tarman membagikan uang kepada tamu undangan. Namun, setelah pernikahan viral, banyak pihak mulai mempertanyakan keaslian cek tersebut.

Reaksi Keluarga Sheila

Sheila Arika masih mencintai suaminya, Kakek Tarman, meskipun ia telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia tidak melaporkan suaminya terkait dugaan penipuan cek senilai Rp 3 miliar. Menurut Kapolres, Sheila tetap setia mendampingi suaminya meski tidak ikut masuk ke Mapolres Pacitan.

Sheila juga disebut menunggu di kantor kuasa hukum, sementara suaminya menjalani pemeriksaan. Dari ruangan berbeda, terdengar tangisan Sheila saat ia berusaha menenangkan diri.

Penetapan Tersangka

Polisi telah menahan Tarman atas dugaan pemalsuan dokumen berupa cek senilai Rp 3 miliar yang diberikan sebagai mahar pernikahan. Kasus ini bermula dari laporan dua warga Pacitan, Bambang Wisnu Aji dan Muhammad Nur Ichwan, yang merasa curiga terhadap cek yang diberikan.

Bambang mengaku curiga karena cek itu kusut dan hanya dikeluarkan dari kantong baju Tarman, bukan dipersiapkan secara layak. Laporan ini dibuat agar dugaan pemalsuan tidak dianggap biasa.

Awal Mula Kasus

Pernikahan antara Tarman dan Sheila Arika berlangsung pada 8 Oktober 2025 malam di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan. Saat pendaftaran pernikahan, mahar awalnya hanya Rp 1 miliar ditambah sebuah Toyota Camry. Dua hari sebelum akad, mahar dinaikkan menjadi Rp 3 miliar.

Video ijab kabul yang menyebut mahar “cek senilai Rp 3 miliar” langsung viral. Kepala Desa Jeruk, Haris Kuswanto, membenarkan lokasi pernikahan tersebut. Namun, ia belum bisa memastikan keaslian cek.

Pengakuan Bisnis Samurai

Sebelum menikahi Sheila, Kakek Tarman pernah mengaku memiliki bisnis samurai. Kepala Desa Ngepungsari, Paryanto, mengungkapkan bahwa Tarman katanya bisnis samurai, tapi belum pernah berhasil. Katanya kalau laku bisa triliunan. Namun, yang jelas, dia bukan warga desa tersebut.

Tarman pernah tinggal di Ngepungsari karena menikah dengan salah satu warganya, namun telah bercerai tahun 2021. Setelah itu, ia sempat dipenjara di Wonogiri sebelum akhirnya pindah ke Pacitan.


Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *