Kronologi Penembakan di Tambang Ratatotok, Minahasa Tenggara
Pada hari Sabtu (20/12/2025), sebuah kejadian tragis terjadi di lokasi pertambangan kebun raya Ratatotok, Mitra. Seorang penambang bernama Yamin mengalami serangan dari sekelompok orang yang membawa senapan. Kejadian ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk istrinya sendiri.
Pengakuan Saksi Mata
Yamin, pria asal Belang, Kabupaten Mitra, Provinsi Sulut, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sehari sebelum peristiwa itu, ia telah menerima ancaman. “Ada yang berkata nanti ada kado,” ujarnya sambil berusaha menjaga ketenangan, meski sesekali emosinya pecah.
Pada saat kejadian, Yamin sedang bekerja di lokasi tambang. Tiba-tiba, sekelompok orang datang dan menyerang tempat kerja mereka. Melihat situasi memburuk, Yamin mencoba keluar dan mengangkat tangannya sambil berkata, “Di sini ada perempuan.” Namun, tembakan terus berdatangan.
Saat berlindung, Yamin mendengar suara rekannya yang menyebutkan bahwa dirinya terkena tembakan dan akhirnya meninggal. Dengan kepanikan, Yamin terus mengurus rekan kerjanya tersebut. Setelah itu, ia sadar bahwa istrinya juga tertembak. Ia segera menggendong sang istri yang sudah terluka di tengah hujan deras.
Perawatan Medis dan Harapan
Istri Yamin, Anisa Mamonto (57 tahun), kini sedang menjalani perawatan intensif di RS Prof Kandou Manado. Ia mengalami dua luka tembak, satu di kaki dan satu di dagu. Luka di dagu tergolong parah, sehingga harus menjalani operasi. Saat ini, Anisa masih menunggu prosedur medis tersebut.
Menurut Nuraini, adik ipar Anisa, korban dirujuk ke rumah sakit setelah luka yang dialaminya cukup serius. “Rencananya Anisa akan dioperasi sore ini, tapi ini belum juga dimulai,” kata Nuraini dengan wajah cemas.
Yamin mengungkapkan bahwa Bupati Mitra memberikan bantuan biaya pengobatan untuk istrinya. Ia berharap para pelaku penembakan dapat ditangkap dan bertanggung jawab atas perbuatan mereka.
Korban Jiwa dan Lingkungan Sekitar
Dalam kejadian ini, tiga orang meninggal dunia, semuanya adalah kerabat Yamin. Salah satunya adalah Mawandi Lakamunte, warga Desa Basaan Satu, Kecamatan Ratatotok. Jenazah korban telah dikuburkan pada siang hari.
Suasana di rumah duka tampak tenang, namun pengamanan tetap dilakukan oleh aparat TNI dan Polri. Di sekitar lokasi, banyak personel keamanan yang berjaga. Puluhan kendaraan patroli juga terlihat berjejer di jalan utama depan permukiman.
Latar Belakang Korban
Anisa Mamonto, selain menjadi korban penembakan, juga memiliki latar belakang sebagai pedagang kue di pasar sebelum memutuskan untuk menjadi penambang. Menurut Nuraini, ia tertarik mengubah hidupnya dengan bergabung dalam aktivitas pertambangan.
Selain Anisa, anggota keluarga lain dari Nuraini juga menjadi korban. Kakaknya sempat terkena tembakan, tetapi tidak mengalami luka serius.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











