"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Masih Ingat Irwan Anwar? Kini Jadi Jenderal Setelah Kasus Penembakan Gamma

Rotasi dan Mutasi Jabatan di Mabes Polri

Mabes Polri kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan secara nasional terhadap sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah. Kebijakan ini dilakukan menjelang akhir tahun sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel. Salah satu perwira yang masuk dalam daftar mutasi tersebut adalah Kombes Pol Irwan Anwar.

Sebelumnya, Irwan Anwar menjabat sebagai Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas di STIK Lemdiklat Polri. Dalam mutasi terbaru, ia dipercaya mengemban tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri. Penempatan jabatan tersebut sekaligus menandai kenaikan pangkat Irwan Anwar menjadi Perwira Tinggi Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal atau jenderal bintang satu.

Dengan promosi ini, karier Irwan Anwar memasuki jenjang strategis di lingkungan pendidikan dan pengembangan kepemimpinan Polri. Namun, nama Irwan Anwar sebelumnya menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus penembakan terhadap seorang siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy.

Peristiwa tersebut terjadi saat Irwan Anwar masih menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang. Kasus itu juga sempat menjadi perhatian Komisi III DPR RI yang meminta penjelasan dan pertanggungjawaban institusi kepolisian terkait insiden tersebut. Diketahui, oknum anggota Polri berinisial Aipda Robig, yang saat itu bertugas di bawah kepemimpinan Irwan Anwar, telah diamankan dan diproses hukum atas dugaan keterlibatannya dalam peristiwa penembakan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden tersebut diduga dipicu oleh emosi pelaku setelah terjadi perselisihan di jalan raya, ketika sepeda motor korban disebut bersinggungan dengan kendaraan pelaku. Ramainya kasus tersebut kemudian menyeret sosok Kapolrestabes Semarang saat itu, Kombes Irwan Anwar.

Usut punya usut, nama Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar bukan kali ini saja disorot. Kombes Pol Irwan Anwar juga pernah viral karena kasus pemerasan eks mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) serta dugaan intimidasi Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto.

Terungkap juga bahwa Kombes Irwan Anwar masih ada hubungan keluarga dengan SYL, sang istri Andi Tenri Natassa adalah keponakan dari SYL. Sosok Andi Tenri Natassa pun tak luput dari perhatian, ditambah latar belakang dirinya yang merupakan seorang Putri Indonesia 2011 dan juga memiliki banyak prestasi.

Kombes Irwan Anwar juga mantan anak buah eks Ketua KPK Firli Bahuri, dia juga satu angkatan dengan Ferdy Sambo. Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengaku pernah menemani eks Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk menemui Ketua KPK, Firli Bahuri. Irwan menyebut pertemuan di antara keduanya itu terjadi di Jakarta pada tahun 2021 lalu. Namun, dia tidak merinci lokasi tepatnya.

“Pernah ada di tahun 2021 kira-kira di bulan Februari itu kebetulan saya diminta untuk menemani Pak SYL untuk menemui Pak Firli,” kata Irwan dalam keterangannya, Selasa (10/10/2023). Irwan menyebut pertemuan SYL dan Firli saat itu untuk membicarakan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pencegahan korupsi.

“Pak SYL untuk menemui Pak Firli dalam rangka membangun atau membuat MoU kerja sama pencegahan tindak pidana korupsi atau pendampingan dalam hal pencegahan korupsi, itu saja yang saya tahu,” ucapnya.

Di sisi lain, Irwan juga membenarkan kedekatannya dengan SYL maupun Firli.

Sebelumnya kematian pelajar SMK 4 Semarang berinisial GRO (17) setelah ditembak polisi sempat diliputi misteri. Versi polisi, Gamma terlibat dalam aksi tawuran sehingga polisi menembak yang bersangkutan. Namun versi yang disampaikan berbagai elemen lain justru malah sebaliknya.

Justru seorang anggota keluarga Gamma mengungkapkan, mereka didatangi oleh anggota kepolisian bersama seorang wartawan untuk membuat surat pernyataan dan rekaman video pada Senin (25/11/2024) malam. Pernyataan yang diminta polisi melalui wartawan tersebut yakni supaya keluarga mengikhlaskan kejadian tersebut.

“Kalau dari Kapolrestabesnya datang bareng wartawan. Jadi istilahnya kita diminta supaya bikin tanda tangan pernyataan supaya tidak tersebar atau berkembang kemana-mana, maka kita disuruh mengikhlaskan,” ujar perwakilan keluarga yang meminta identitasnya disembunyikan demi keselamatan, di Kota Semarang, Minggu (1/12/2024).

Keluarga menolak mentah-mentah permintaan tersebut karena pernyataan Kapolrestabes dengan kejadian sebenarnya berbeda. Alasan polisi meminta keluarga membuat pernyataan agar kasus selesai dan tidak berkembang kemana-mana.

“Kami tentu tegas menolak diambil pernyataan tersebut dalam bentuk video. “Yang minta 1 wartawan itu mewakili dari orang Polrestabes,” bebernya.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *