"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

5 Fakta Panti Werdha Manado Terbakar: Tak Ada Penjaga, Lansia Dievakuasi Melalui Tembok

Peristiwa Kebakaran Panti Werdha Damai Manado

Panti Werdha Damai Manado mengalami kebakaran yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam, sekitar pukul 20.36 Wita. Panti lansia ini berada di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat dan menjadi perhatian besar dari berbagai pihak.

Panti Werdha merupakan institusi yang memberikan layanan perawatan jasmani, rohani, sosial, dan perlindungan bagi lansia. Tujuannya adalah agar para lansia dapat menikmati masa tua dengan layak, aman, dan tentram. Mereka tinggal di panti baik karena terlantar, tidak memiliki keluarga, atau dititipkan oleh keluarga yang tidak mampu merawatnya secara rutin.

Dalam insiden kebakaran tersebut, 15 tubuh korban ditemukan hangus terbakar, sedangkan satu tubuh lainnya dalam kondisi utuh. Berikut beberapa fakta penting tentang kebakaran Panti Werdha Damai:

Fakta-Fakta Kebakaran Panti Werdha Damai

  1. Dugaan Awal Sumber Api dan Kekurangan Sistem Keselamatan
    Api diduga berasal dari bagian belakang bangunan dan cepat menyebar ke seluruh area. Hal ini menyebabkan kepanikan dan kesulitan evakuasi. Petugas pemadam kebakaran, relawan, dan warga bekerja sama untuk memadamkan api dan menyelamatkan para lansia. Jalur evakuasi hanya satu, sementara bagian belakang panti ditutupi rumah dan pagar kiri kanan tinggi. Tak ada penjaga malam, hanya dua juru masak. Selain itu, panti tidak memiliki alat pemadam api ringan.

  2. Proses Evakuasi Melalui Pagar dan Dinding Samping
    Relawan, warga sekitar, dan petugas pemadam kebakaran saling membantu menyelamatkan para lansia yang terjebak. Penghuni yang lemah dan menggunakan kursi roda harus dibopong keluar melalui pagar dan dinding samping. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kepanikan. Beberapa penghuni yang sempat diselamatkan akhirnya meninggal dunia akibat paparan asap terlalu lama.

  1. Daftar Nama Korban Selamat
    Sebanyak 16 penghuni berhasil diselamatkan dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Manado. Sementara itu, 16 jenazah korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara untuk identifikasi lebih lanjut. Berikut daftar nama korban selamat:
  2. Ibu Olfa Sumual (76 tahun)
  3. Oma Rike Kaligis (73 tahun)
  4. Oma Meiske Merke (60 tahun)
  5. Opa Christian Yusuf (52 tahun)
  6. Opa Petrus Fredy (83 tahun)
  7. Oma Stien Walelenh (80 tahun)
  8. Oma Chia Chin Hin (92 tahun)
  9. Oma Olin Kopalit (61 tahun)
  10. Opa Joppy Wahani (70 tahun)
  11. Opa Paulus Kaonang (70 tahun)
  12. Oma Jetty Kandou (86 tahun)
  13. Oma Stien Gerungan (70 tahun)
  14. Oma Yutindam (70 tahun)
  15. Oma Kean She Poe (68 tahun)
  16. Oma Rolin Rumeen (64 tahun)
  17. Oma Lao Kim Hoa (73 tahun)

  18. Kesaksian Oma Rolin
    Oma Rolin (64 tahun), salah satu korban selamat, menceritakan pengalamannya saat kebakaran. Ia sedang hendak tidur ketika tiba-tiba melihat api. Meski dalam kondisi stroke, ia berhasil keluar dari kamar dan selamat. Ia mengatakan bahwa hal ini adalah mujizat.

  1. Ketukan Pintu Menyelamatkan Nyawa Ci Hoa
    Ci Hoa (73 tahun) selamat setelah mendengar suara panik dari luar kamar. Penjaga panti, Om Inyo, memanggil namanya dan meminta segera keluar. Di tengah situasi genting, seorang penatua bernama Jhony langsung menggendongnya keluar dari area berbahaya. Namun, temannya, Oma Rini, tidak berhasil diselamatkan.

Duka Mendalam dan Pelajaran Penting

Peristiwa kebakaran ini menyisakan duka mendalam bagi warga Manado dan menjadi pengingat akan pentingnya sistem keselamatan dan kesiapsiagaan di fasilitas sosial yang menampung kelompok rentan. Pihak berwenang masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran. Sementara itu, para korban selamat masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *