Penganiayaan di Lubuklinggau: Seorang Juru Parkir Ditusuk oleh Temannya Sendiri
Malik (24), seorang juru parkir di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menjadi korban penganiayaan yang menyebabkan dua luka tusuk di bagian punggungnya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu dini hari (10/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Vanai, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Menurut keterangan kerabat korban, Niken, Malik ditusuk oleh temannya sendiri, D (David), karena menolak diajak mencuri. Diduga pelaku merasa sakit hati setelah korban menolak ajakan tersebut. Setelah melakukan aksi penusukan, D langsung kabur melarikan diri dari lokasi kejadian.
Malik diserang secara tiba-tiba dan tidak sempat melakukan perlawanan. Saat itu, ia berteriak meminta tolong dan akhirnya diberi pertolongan oleh warga sekitar. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Rodiman, mengatakan bahwa anggotanya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Korban telah didatangi dan dimintai keterangan oleh petugas. Sampai saat ini, pelaku D masih dalam pengejaran polisi.
Tips Memilih Sahabat yang Tepat
Disadur dari Relationship via Tribun Medan melalui berbagai sumber, berikut beberapa tipe orang yang cocok kamu jadikan sebagai sahabat:
-
Sahabat yang Bisa Diandalkan
Dia yang benar-benar jadi sahabat tidak akan menjauh meski kamu tengah ditimpa problem. Dia akan benar-benar loyal dan setia kepadamu disaat apapun. Bisa jadi, teman-teman yang lainnya hanya datang jika saatnya senang dan menguntungkan bagi mereka. Tapi para sahabat sejati, tak akan menjauh jika kamu membutuhkan pertolongan mereka. Sahabat macam ini bakal awet. Walaupun ada jarak dan jarang berkomunikasi, ia akan tetap jadi sahabatmu yang selalu menyambutmu dengan tangan terbuka. -
Sering Melupakan Kebaikan Orang
Sebagai manusia tidak ada yang sempurna. Kadang ada salah dan lupa. Tapi teman yang layak kamu jadikan sahabat tak akan malas memberimu saran dan nasihat baiknya. Sepanjang hidupmu, pastinya kamu sudah banyak mendapat kritik dan komentar dari orang lain. Ada yang mengkritik secara agresif, kritik yang objektif, ataupun hanya sekadar ingin mempermalukanmu dan menjatuhkanmu. Orang-orang yang kerap mengkritikmu secara objektif, dan mau mengingatkan perbuatanmu yang salah, adalah calon sahabatmu yang baik kelak yang mungkin harus kamu pertimbangkan. -
Punya Pemikiran, Sifat dan Watak yang Hampir Sama Walau Baru Bertemu
Kadang ada saja orang yang baru bertemu sudah punya kecocokan. Enak diajak ngobrol dan jalan. Dia lebih menghargaimu dan merasa melindungimu dengan semampunya. Terbuka dengan kepribadiannya dan bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. -
Bisa Dipercaya
Dia tak akan mudah mengumbar kekurangan atau kejelekan yang kamu punya pada orang lain. Ia akan menjaga jati dirimu. Orang seperti itu merupakan teman yang pantas kamu nobatkan sebagai sahabat. Mereka hampir tetap terbuka dan tidak pernah berbohong. Walau salah, dia akan jujur dan mau menerima resiko atas kekeliruannya. -
Sahabat yang Bersedia Menjadi Rekan Seperjuangan
Di antara sedemikian banyaknya teman-temanmu, pastinya ada mereka yang kurang mampu, baik secara finansial, ataupun secara fisik. Tak lantas menyerah pada takdir, mereka berjuang dengan sekuat tenaga melawannya dan mengukir masa depannya dengan hal positif. Mereka adalah orang-orang yang nggak akan mengingatkanmu untuk berjuang, tapi perjuangan mereka akan memacu semangat juangmu, walaupun tidak lewat jalan yang sama. -
Peduli dengan Tidak Berpura-pura
Salah satu sahabat yang paling nyenengin dan pasti kamu butuhkan, adalah sahabat yang peduli dan pengertian kepadamu. Seberat apapun tekanan dan beban hidup ini yang bikin kamu lelah atau pun stres, bakal sirna dengan adanya orang yang bisa kamu ajak bicara dari hati ke hati. Senangnya kalau ada sahabat yang bisa menopang emosimu yang selalu mengingatkanmu untuk tetap berpikir positif dengan tanpa berpura-pura.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











