Kritik Politik dalam Stand-Up Comedy Pandji Pragiwaksono Dianggap Fitnah
Stand-up comedy ‘Mens Rea’ yang menampilkan komika Pandji Pragiwaksono kini menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan ini dilakukan karena dianggap mengandung fitnah terhadap kedua organisasi tersebut, khususnya terkait politik praktis dan izin tambang.
Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 8 Januari 2026. Dalam laporan tersebut, pihak pelapor menyatakan bahwa narasi yang disampaikan dalam stand-up comedy tersebut dinilai merendahkan dan memfitnah NU dan Muhammadiyah. Rizki Abdul Rahman, ketua presidium Angkatan Muda NU, menyebut bahwa isu yang disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan izin tambang sebagai imbalan atas dukungan mereka dalam kontestasi pemilu.
Menurut Rizki, narasi tersebut tidak hanya merendahkan organisasi tersebut, tetapi juga menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa. Ia menilai bahwa hal ini menciptakan keresahan, khususnya bagi generasi muda Nahdliyin dan anggota Aliansi Muda Muhammadiyah.
Dalam laporan resmi ke Polda Metro Jaya, Angkatan Muda NU menduga Pandji telah melanggar Pasal 300 dan 301 KUHP. Pasal 300 berisi ketentuan tentang perbuatan yang bersifat permusuhan, kebencian, atau penghasutan terhadap agama atau kepercayaan orang lain. Sementara itu, Pasal 301 berkaitan dengan penyebaran informasi yang mengandung tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidik akan melakukan klarifikasi terhadap saksi dan menganalisis barang bukti. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyampaikan informasi.
Sekilas Mengenai Show “Mens Rea”
Show “Mens Rea” adalah pertunjukan stand-up comedy spesial ke-10 Pandji Pragiwaksono yang digelar di berbagai kota Indonesia pada 2025 dan tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025. Judul show ini diambil dari istilah hukum pidana Latin mens rea, yang berarti “niat jahat” atau “pikiran bersalah”. Unsur mental ini merupakan bagian penting dalam tindak pidana.
Mens Rea bukan sekadar judul, tetapi juga simbol kritik Pandji terhadap hukum dan politik Indonesia. Ia menggabungkan istilah pidana klasik dengan satire komedi untuk memantik diskusi publik.
Profil Singkat Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono adalah komedian tunggal, penulis, penyiar radio, aktor, dan pembicara publik asal Indonesia. Ia lahir di Singapura pada 18 Juni 1979 dan dikenal sebagai salah satu pelopor stand-up comedy modern di Indonesia. Karier Pandji dimulai di dunia penyiaran radio sebelum beralih ke dunia hiburan dan komedi.
Ia semakin dikenal lewat pertunjukan stand-up comedy bertema sosial, pendidikan, nasionalisme, serta kritik budaya, yang dikemas dengan gaya intelektual dan argumentatif. Pandji telah menggelar sejumlah tur stand-up berskala nasional dan internasional, seperti Bhinneka Tunggal Tawa, Mesakke Bangsaku, Pragiwaksono World Tour, dan Juru Bicara.
Selain berkomedi, Pandji aktif sebagai penulis buku, antara lain Merdeka dalam Bercanda dan Nasional.is.me. Ia juga dikenal sebagai pembicara publik yang sering membahas topik kepemimpinan, kreativitas, dan pemikiran kritis.
Pandji merupakan salah satu pendiri Stand Up Indo, komunitas yang berperan besar dalam perkembangan ekosistem stand-up comedy di Indonesia. Di luar panggung, ia juga aktif di media digital dan dikenal vokal menyuarakan pandangan sosial dan politik, menjadikannya figur publik yang berpengaruh sekaligus kerap memicu diskusi di ruang publik.









