"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Perempuan, Penemuan Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Operasi SAR Pascakecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh Tim SAR gabungan terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah membuahkan hasil. Pada hari ketiga operasi, seorang perempuan ditemukan sebagai korban kedua yang teridentifikasi. Operasi ini dilakukan setelah pesawat tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). Sebelumnya, satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu (18/1/2026), sehingga total korban yang ditemukan hingga saat ini adalah dua orang.

Penemuan Korban Kedua

Pada Senin (19/1/2026), Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan. Penemuan ini dilakukan setelah upaya pencarian yang intensif dilakukan selama beberapa hari. Informasi mengenai penemuan korban ini juga diunggah oleh akun Instagram Kantor SAR Makassar, @kantorsar_makassar, yang menyebutkan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan memperhitungkan kondisi cuaca dan keselamatan personel hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Kendala Cuaca dalam Operasi SAR

Cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500. Pada Senin (20/1/2026), kabut tebal dan medan terjal menyulitkan proses evakuasi. Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di lapangan sangat tidak mendukung untuk pelaksanaan evakuasi maupun pencarian lanjutan.

“Sebenarnya sudah jelas masalah cuaca. Kita lihat sendiri saat ini berada juga di sini, melihat sendiri kondisinya,” katanya saat ditemui di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada Senin (19/1/2026) sore.

Ia menambahkan bahwa jarak pandang yang terbatas akibat kabut tebal sangat mempengaruhi kelayakan dan keselamatan tim dalam melakukan pencarian. Faktor visibility menjadi pertimbangan utama sebelum tim diturunkan lebih dekat ke lokasi.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Meski demikian, upaya pencarian tetap dilakukan secara bertahap. Andi Sultan mengungkapkan bahwa salah satu tim telah berhasil mendekati lokasi yang diduga menjadi titik jatuh pesawat. “Saat ini tim 4 kami tadi sudah kontak sekitar 100 meter dari lokasi yang diduga, berdasarkan informasi kemarin ada tim berjumlah 10 orang yang masih berada di sana,” ujarnya.

Ia memastikan tim SAR gabungan tetap bersiaga dan akan melanjutkan proses evakuasi begitu kondisi cuaca memungkinkan, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Lokasi Penemuan Korban

Diketahui, korban terbaru ditemukan sekitar 15 menit sebelum konferensi pers yang dimulai pukul 14.25 Wita, sekitar pukul 14.10 Wita. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa penemuan korban itu berdasarkan laporan langsung dari tim SAR yang berada di lokasi kejadian.

“Dari hasil komunikasi kami yang terhubung langsung dengan tim di lapangan, hari ini kembali ditemukan satu korban. Kira-kira 15 menit yang lalu,” kata Syafii saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin siang.

Dengan penemuan tersebut, total korban yang telah ditemukan hingga hari ketiga pencarian berjumlah dua orang. Sebelumnya, satu korban lebih dahulu ditemukan pada hari sebelumnya, di lereng sedalam 200 meter. Sementara, korban kedua ditemukan pada kedalaman 500 meter.

Identitas Korban

Meskipun demikian, Basarnas belum dapat memastikan identitas korban yang baru ditemukan tersebut. “Kami sampaikan bahwa untuk penentuan identitas korban bukan kewenangan kami. Itu akan dideklarasikan oleh DVI Mabes Polri,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal dari lapangan, korban kedua yang ditemukan diduga berjenis kelamin perempuan. Sementara korban pertama yang ditemukan sebelumnya diduga berjenis kelamin laki-laki. Namun, kepastian terkait identitas maupun kondisi korban tetap menunggu hasil resmi dari tim DVI Polri.

Kondisi Lokasi Penemuan

Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban berada di area dengan kondisi medan yang sangat ekstrem. “Kondisi lokasi sangat terjal, hampir tegak lurus. Kedalamannya cukup ekstrem dan didominasi bebatuan,” ungkapnya.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *